Selasa, 07 Agustus 2018

Kenapa Harus Ada KAPAN Diantara Kita?

Kenapa Harus Ada KAPAN Diantara Kita?
Hmmm.. Sadar nggak sih sama perkembangan jaman yang udah melesat jauh dengan berbagai kecanggihan teknologinya.? Tak ayal juga, hal itu bikin mayoritas manusia jaman sekarang berpikir kritis. Saking kritisnya aja sampe ada beberapa orang yang melemparkan pertanyaan sok kritisnya tanpa mempedulikan nasib yang di tanyai. Haha.

Apalagi kalau udah ketemu sama moment dimana berkumpul dengan khalayak banyak, terus si para khalayak itu pola berpikirnya berbeda 180 derajat sama kita, soooo siap siap aja menerima kenyataan dengan bombardiran pertanyaan "Kapan Kapan dan Kapan.?" Wazehhh, ini bukan semata mata artikel curhatan author yes. Tapi karna gemesnya author sama kenyataan hidup yang harus di hadapi akibat pertanyaan kritis itu.

Bayangin aja deh, saat kita lagi kuliah, pas jadi mahasiswa semester tua, skripsi ataupun tesis belom kelar, lalu udah ditanyain: "Kapan Lulus.?". Stop stop saya jelasin dulu, dipikir jadi mahasiswa semester tua itu enak apa ya.? Montang manting ngejar deadline biar segera ACC dan bisa sidang. Itu juga kalau dapat dosen pembimbing yang bisa diajak kompromi dan baiknya seperti malaikat tak bersayap, coba kalau kebetulan dapet rejeki dosen pembimbing sehoror malaikat izrail. Di PHP-in mau bimbingan itu rasanya lebih sakit daripada di PHP-in Gebetan, belom lagi kalau lembar hasil kerjaan kita begadang semalaman di corat coret. Ngenesnya Masyaalloh coy. Tolong jangan sampai tambahin beban dengan pertanyaan kritis yang nggak bermutu kalian. Punya hati kan.?

Giliran skripsi kelar, sidang beres, 6 bulan diem di rumah karna nunggu prosesi wisuda dan ijazah keluar,  udah dapat pertanyaan super kritis lagi: "Kapan kerja.? Bukannya udah lulus ya.?"

Udah, sampai segini paham.? Saya yakin banyak diantara riders yang juga mengalami hal seperti ini. Namanya juga hidup, Tuhan yang nentuin, kita yang jalanin dan orang lain yang nyinyirin. Good.! Cemerlang banget ini otak saya buat mikir beginian. Haha. Pasti pengalaman ya.? Iya pengalaman jadi korban kekritisan para manusia jaman now.

Gasss teruss thor, mumpung isi otak cemerlang. Cocok kayaknya makanan yang dibuat emak saya hari ini. Lanjut sama pertanyaan kritis yang bersenjata KAPAN lagi. Ehmmm. Udah lulus yaa, udah dapat kerja juga, eeeeee masih aja yang usilnya nggak ketulungan nekat tanya: "Kapan Nikah.? Udah kerja lo. Nungguin apa lagi.? Dsb". It's oke, saya single fighter, saya kuat saya tangguh. Haha. BTW emang pertanyaan begituan penting ya buat ditanyain.? Sekalian aja dah tanyain "Kapan Indonesia hujan salju.?" Sama sama absurd kan pertanyaannya.?

Semua orang juga pengen nikah kaliiii pak buk, mbak mas, tapi nggak perlu lah ngejar ngejar dengan pertanyaan sehoror Kapan Nikah, yang kesannya pertanyaan itu keluar dari kerak neraka. Tidak semua pertanyaan yang kalian tanyakan itu "Nggak Menyakiti" orang lain lo. Saya tau kalian semua kritis, jadi tolong kekritisannya dikondisikan. Ohhhh, maksudnya becanda.? Becanda yaaa.? Hmmmm. Lalu hukumnya halal gitu becanda tapi melukai perasaan orang lain. Yaa kali orangnya slengek'an kayak saya begini, adem adem aja meski digempur dengan seribu pertanyaan bertajuk Kapan.! Coba kalau orang yang kalian tanya pribadinya pemikir keras, bentar bentar galau, cuma gegara dengerin kekritisan kalian yang sekali lagi Nggak bermutu banget. Ehh emang saya adem adem aja.? Nyatanya saya juga gemes sendiri, sampai akhirnya menelurkan gagasan absurd begini. Hahaa.

Oke. Lanjut lagi. Setelah melewati fase penantian jodoh, akhirnya pernikahanpun terjadi. Udah nikah dapat 6 bulan, belum ada tanda tanda hamil. Mulai lagi nih nyinyiran bertajuk Kapan dari orang orang yang kritisnya luar biasa. "Kapan punya anak.? Jangan ditunda tunda lo. Dsb!". Mungkin sebagai single fighter saya belum bisa memahami bagaimana rasanya mendapat pertanyaan ini ya. Yang pasti rasa pedih akibat pertanyaan bertajuk KAPAN ini hampir hampir mirip lah. Sumpah demi apapun, menurut saya pertanyaan bertajuk KAPAN dalam situasi yang seperti ini sangat sensitif sekali untuk dikeluarkan. Karna hal itu sangat berhubungan dengan privasi orang yang ditanyai. Jadi plisss sekali lagi, kalau masih punya hati, lebih baik nggak perlu tanya Kapan Punya Anak kalau udah tau itu pasangan belum punya anak. Nanti juga kalau mereka punya anak, pasti di posting di medsos mereka, dan berita itupun akan sampai ke mata para nyinyirers.
Kenapa Harus Ada KAPAN Diantara Kita?
Kenapa sih harus ada "KAPAN" diantara kita? Sering kan denger pertanyaan keramat itu? Adaa aja topik topik yang di kenakan sama pertanyaan Kapan. Dan pastinya kalau pertanyaan bertajuk kapan seperti diatas saya tuliskan semua, tentunya masih banyak lagi model pertanyaan pertanyaan yang sama. Kadang saya juga heran, hobby banget mereka ngurusin kehidupan orang lain. Mungkin niatnya mau mengingatkan, tapi cara mengingatkannya itu yang menurut saya keliru besar. Kita memang wajib mengingatkan antar sesama manusia, namun yang perlu diketahui bahwa tidak semua kalimat yang diutarakan dengan tujuan mengingatkan itu baik dampaknya bagi yang diingatkan. Jadi sebelum mau mengingatkan seseorang, lebih baik di saring lagi kalimat mana yang pas dan tidak pas untuk di utarakan.

Punya niat untuk mengingatkan orang itu baik kok, asal jangan sampai niat baik itu ternodai karena orang yang kalian ingatkan justru terluka hatinya. Tidak semua hal baik menurut kita, baik juga menurut orang lain. Setiap orangpun memiliki prinsip yang berbeda, tanpa harus diingatkan dengan penekanan penekanan pertanyaan bertajuk KAPAN, tentunya seseorang itupun tahu mana goal yang harus dicapai dalam hidupnya. Punya Tuhan kan.? Percaya sama Tuhan kan.? Kalau punya dan percaya, maka tidak perlu kita usil dengan hidup seseorang dan melemparkan pertanyaan kurang bermutu. Alih alih mendoakan dengan kalimat memotivasi sekaligus, itu justru lebih berkelas daripada hanya sekedar pertanyaan KAPAN.!

Segala sesuatu yang terjadi di muka bumi sudah diatur sedemikian rupa oleh sebaik-baik pengatur. Tinggal kita menikmati proses untuk berikhtiar (berdoa dan berusaha) tanpa harus terlalu berpaku pada hasil. Kita pasrahkan hasilnya kepada sebaik-baik pengatur. Karna sebetulnya, PROSES itu yang menjadi parameter dalam hidup.! Dan kalem aja, kalian tidak perlu repot-repot menanyakan tentang hasil dari proses yang dilakukan seseorang melalui pertanyaan KAPAN KAPAN dan KAPAN.!
Kenapa Harus Ada KAPAN Diantara Kita?
Kalau saya pribadi, ketika mendapat lemparan pertanyaan bertajuk Kapan, saya hanya tersenyum sambil menjawab: "DOAIN SEGERA YAA.!" Baik banget kan saya jadi orang? Iyalah saya baik, Kalau saya jahat pasti sudah gantian tak lempar pertanyaan bertajuk Kapan juga, misalnya: "Kapan Sampean Mati?". Sama sama absurd nya bukan? Hahaha.

Plisss, Jangan Ada Kapan Diantara Kita!

1 komentar so far

Kapan nikah kak?


EmoticonEmoticon