Rabu, 11 Juli 2018

Desa Wisata Dompyong Trenggalek

Desa Wisata Dompyong Trenggalek
Dokumen pribadi dan Instagram @ilovetrenggalek
Holla... Dalam rangka mince Blog Tri Wahyuni menikmati Long Holiday, saya masih sibuk dengan segala aktivitas dolan saya yang sudah terkonsep dalam bucket list. Heuheuheu. Jarang-jarang bisa begini, liburan main kesana-kemari, dari satu tempat lalu berhenti beberapa hari di rumah dan main lagi ke tempat lain. Sampai emak saya geleng-geleng kepala lihat tingkah saya. Ya kali anak perempuannya nggak pulang-pulang, siapa emak yang nggak khawatir. Tapi tenanglah mak, anak perempuanmu ini Insyaalloh pasti bisa menjaga diri dengan baik.

Oke. Menjelang H-6 liburan panjang yang sudah mau usai, sepertinya saya memutuskan untuk kembali menjadi anak rumahan. Dan ketika saya bilang hal ini ke Partner Pejuang Masa Depan saya, dianya malah ngledek bilang gini: "Emang Betah? Kakimu nggak gatal kalo sampe berhari-hari diem di rumah?".  Dia Ini ngakunya temen saya lo yaaa, tapi ada temennya yang mau tobat malah dikatain kek gini. Nggak ngeselin gimana coba? Mau berkata dosa, takut kasar. Auu Ahh. Dianya emang suka bener kalo ngomong. Untung temen. Dan untung juga dia sempat ngajakin saya maen keliling Trenggalek, jadilah saya tau diri dan nggak maki-maki dia ganti. Wkwkkwkk. (Kalau kamu baca ini tulisanku, salam sayang dari aku bebih, kamu teman terbaikku).
Lanjutan dari cerita diatas, tulisan saya kali ini menceritakan kisah perjalanan saya berdua dengan yang saya bilang "untung temen" tadi. Haha. Jadi gini, awal mulanya kita itu udah ngrencanain jauh-jauh hari buat nglakuin trip nggak jelas ini. Dan Alhamdullillahnya sebelum fix bisa jalan, sempat tercancel 2 kali. Kirain nggak jodoh. Eeee ternyata masih berjodoh juga dan bisa jalan sama dia. Hehehe (emang bener yaa, kalau mau berjodoh wajib 'ain diusahain). Plisss jomblo dilarang baper, daripada nyari tali gantung diri bawah suket teki. 

Rencana awal yang udah dirundingkan lewat chat, tujuan pertama kita mau berkunjung ke Pabrik Kopi Van Dilem, yang mana ilat jowo saya sering mlese nyebutnya Van Hautten (kayak merk coklat bubuk aja). Dan rencana kedua mau berkunjung ke Putri Maroon, dan Rencana ketiga Berkunjung ke Bukit Paralayang Durenan. Kebetulan waktu itu ada festival paralayang se Jawa Timur yang diselenggarakan di Durenan Trenggalek  dan di ikuti oleh atlit paralayang profesional gitu. Rencana tinggallah rencana, jika Tuhan tidak berkehendak kita mah bisa apa atuh? Issshh. Dimana rencana yang sudah dipikir matang-matang dan dirundingkan di chat dengan pembahasan panjang lebar itu harus beralih ke Wisata Coban Rambat dan Pabrik Kopi Van Dilem aja. Begitulah ketika realita tak sesuai rencana. Harus Legowo dan tetap menikmatinya. 
Coban Rambat Bendungan Trenggalek
Singkat cerita, saya berangkat dari rumah sekitar pukul 17.00 (sabtu sore), dan saya harus menginap di rumah "untung temen" saya itu tadi. Oke, paginya kita jogging ikut car free day di Alun-Alun Trenggalek, satu hal ini sangat nggak boleh ditinggalin, mengingat rumah doi deket banget sama Alun-Alun  Trenggalek dan Stadion Menak Sopal. Pulang jogging dari Alun-Alun Trenggalek kita bersiap-siap  melaksanakan misi menuju tujuan wisata pertama. Langsung saja, Tujuan pertama kita Pabrik Kopi Van Dilem yang berada di Desa Wisata Dompyong Trenggalek. Desa Wisata Dompyong Trenggalek sepertinya memang dikonsep menjadi Desa Wisata oleh pemerintah setempat. Terbukti, dari adanya akun instagram resmi yang saya stalking setelah pulang dari perjalanan saya. Adanya akun instagram memberika informasi perkembangan pengelolaan Desa Wisata Dompyong, yang mana terakhir update informasi pada tahun 2016 lalu dan belum lagi update perkembangan terbaru.
Coban Rambat Bendungan
Sebelum menjangkau Pabrik Kopi Van Dilem, kita bisa mengunjungi satu tempat wisata buatan yang pernah ngehits beberapa bulan lalu. Namanya Wisata Coban Rambat. Wisata Coban Rambat ini berupa air terjun mini yang mana merupakan aliran anak sungai langsung dari pegunungan. Jadi jangan ditanya lagi gimana keadaan airnya. Dingin dan bening banget. Ohyaa, Desa Wisata Dompyong ini bisa dijangkau dari Pusat Kota Trenggalek dengan waktu tempuh sekitar satu jam. Jalannya berkelok-kelok naik turun meskipun kalau menurut saya tidak terlalu ekstream naik turunnya, tapi kelokannya bisa bikin mabok alias pusing kepala. Dan yang paling nggak boleh ditinggalkan ketika berkunjung ke Wisata Dompyong Trenggalek, jangan sampai nggak menyempatkan diri mampir ke warung-warung berjejer rapi yang menjual "Sego Gegog", yaitu makanan yang diakui sebagai makanan khas Trenggalek berisi nasi putih dibungkus menggunakan daun pisang kemudian dikukus, dimana di dalam nasi putih bungkus tersebut dikasiht lauk (ada ikan teri kecil-kecil  dan ikan tuna) yang sudah dimasak campur bumbu khas dengan beberapa level kepedasan. Harganya sangat bersahabat sama kantong boooo, untuk Sego Gegog berlauk ikan teri harganya 2.500 aja, sedangkan yang berlauk ikan tuna yaa cuma 3000. Murcee sekalii bukann?
Coban Rambat Bendungan
Air Terjun mini Coban Rambat
Coban Rambat Bendungan
Fasilitas mainan anak-anak
 Desa Wisata Dompyong Trenggalek
Wisata Coban rambat yang pernah ngehits di masanya dan menjadi spot foto buruan orang-orang kekinian, kini sungguh sangat malang nasibnya menurut saya. Habis manis sepah dibuang, huahuahua (nangis guling-guling). Dulu diagung-agungkan, dan kenapa sekarang justru terlihat tidak terawat lagi. Itulah sekilas persepsi saya mengenai Wisata Coban Rambat ini ketika sampai disana. Apalagi pengunjungnya pun tidak se-membludak dulu dijaman kejayaannya. Sudahlah, lupakan soal kesepiannya wisata coban rambat ini. Bukan hal yang mengherankan lagi kalau tempat wisata yang baru-baru begini ngehits-nya hanya sesaat.

Diluar itu semua, ada beberapa hal yang patut dipertimbangkan, kenapa kalian harus mengunjungi tempat ini. Saya akan menceritakan nikmatnya berada di Coban Rambat ini, jadi simak dengan baik yes. Dengan angin yang semilir, jauh dari hiruk pikuk kendaraan bermotor, pepohonan yang rimbun menambah kesejukan hawa Coban Rambat, Gemericik suara air yang debitnya tidak terlalu deras, kicau burung, dan udara segar yang cocok untuk bermeditasi melepas kepenatan akan lelahnya aktivitas duniawi, unchhh saya rekomendasikan tempat ini untuk menikmati keindahan alam supaya lebih dekat dengan alam lagi yakk, bukan hanya sekedar tempat bersua foto, terus kalau udah bosan ditinggalkan. Iyuhhhh.
Desa Wisata Dompyong Trenggalek
Gerbang Masuk Pabrik Kopi Van Dilem
Desa Wisata Dompyong Trenggalek
Kandang Sapi Perah
Dari Wisata Coban Rambat ini kita bisa langsung menuju ke Pabrik Kopi Van Dilem dengan waktu tempuh sekitar 15menit aja. Pabrik Kopi Van Dilem merupakan suatu pabrik kopi bekas peninggalan bangsa Belanda dulu. Pabrik Kopi Van Dilem ini berada di Area Hutan atau Pegunungan yang hampir berbatasan dengan Kecamatan Pagerwojo Tulungagung. Bukan Hanya Pabrik Kopi Van Dilem ditawarkan, di Desa Wisata Dompyong ini ternyata juga terdapat peternakan sapi perah. Saya kurang tau pasti, apakah ada juga pengolahan susu yang dekat dengan peternakan itu. Tapi dari hasil stalking saya di IG Desa Wisata Dompyong terdapat paket-paket wisata yang menawarkan beberapa aktivitas dengan berbeda-beda budget dalam setiap paket itu, nah salah satu dari beberapa paket itu ada yang dapat menikmati susu segar, persepsi saya sih langsung ke hasil olahan susu perah koloni ini yaa.
Desa Wisata Dompyong Trenggalek

 Pabrik Kopi Van Dilem
Pabrik Kopi Van Dilem

 Pabrik Kopi Van Dilem
Kembali ke Pabrik Kopi Van Dilem. Pabrik kopi Van Dilem ini terlihat sudah usang karna sudah lama tidak terpakai. Dan kemudian saya berbincang-bincang dengan teman saya, apakah pabrik kopi ini akan difungsikan lagi? Melihat keadaan pabrik ini yang sudah tidak layak sebagai fungsinya karena banyak sekali lumut yang tumbuh diberbagai bagian dari bekas pabrik kopi itu. Hmmmm, sepertinya Pabrik Kopi Van Dilem ini lebih cocok menjadi salah satu tempat wisata yang mengandung unsur sejarah, hehe. Daripada difungsikan lagi bisa menghilangkan unsur kesejarahannya. Fix, Abaikan nyinyiran-nyinyiran nggak penting saya.
Pabrik Kopi Van Dilem
Hasil Olahan Kopi Van Dilem
Nah, rupanya dibalik keusangan peninggalan bekas pabrik kopi van dilem itu, terdapat hasil real olahan produk kopi yang diberi label Van Dilem juga. Pada bungkus hasil produk kopi van dilem yang berwarna coklat muda itu, tertera tulisan bahwa produknya diberdayakan oleh Petani Lokal Desa Dompyong. Jadi kemungkinan di desa Dompyong terdapat tempat pengolahan kopi yang dijadikan kopi bubuk kemasan. Inilah awal mula ketertarikan saya kenapa saya semangat sekali mengunjugi Pabrik Kopi Van Dilem. Gegara waktu itu disuguhkan secangkir kopi hitam oleh teman saya, dan diminta untuk memberikan komentar tentang rasa kopinya.
Pabrik Kopi Van Dilem
Spot Foto Instagramable
Pabrik Kopi Van Dilem
Spot Foto Instagramable
Pabrik Kopi Van Dilem
Spot Foto Instagramable
Pabrik Kopi Van Dilem
Ketika kalian berkunjung ke tempat bersejarah ini, bukan hanya untung dengan pengetahuan kalian aja yang bertambah mengenai sejarah. Tapi bagi kalian para pecinta foto yang eksis binti narsis, Wisata Pabrik Kopi Van Dilem menawarkan spot bersua foto yang instagramable banget buat tambahan koleksi foto di instagram. Berbagai spot foto dikelola sedemikian rupa, dan sepertinya mendapat perhatian khusus dari pemerintah setempat. Namun saran dari mincee, kalau berkunjung kesini jangan lupa ajak teman, itung-itung biar ada yang motoin dan ada temannya ceriwis disepanjang perjalanan. Hehehee. Karena jalan sendiri itu berat, kalian nggak akan kuat.
Desa Wisata Dompyong Trenggalek
Hidangan sepanjang perjalanan
Perjalanan saya pun berakhir di salah satu warung nasi gegog langganan teman saya. Kemudian kita memutuskan untuk pulang karna waktu yang sudah sangat siang dan panas sekali. Meskipun ketika kita berada di perjalanan kita nggak ngrasain udara panas, karna masih rimbunnya pepohonan di sepanjang jalan. Oke, tunggu cerita perjalanan saya berikutnya.
.
.
.
Sejauh apapun langkah kakimu pergi, jangan lupa bawa sampahmu kembali.!
Bagaimanapun juga alam pun ingin disayangi..
Supaya anak cucu kita bisa ikut menikmati..
Keep Traveling dan Mari Sayangi Lingkungan!

Desa Wisata Dompyong Trenggalek
Mince dan yang ngakunya temen mince. 

4 komentar


EmoticonEmoticon