Stimulasi Dini Dengan Metode Montessori Untuk Anak Di Rumah

Stimulasi Dini Dengan Metode Montessori Untuk Anak Di Rumah
Gambar dari www.busytoddler.com
Riset medis menunjukkan , diusia 0-5 tahun otak manusia berkembang amat pesat. Tiap stimulus yang diterima di usia ini akan memicu sel-sel dan kemampuan otak mengolah informasi. Dengan memberikan stimulasi dini sangat membantu perkembangan otak  sehingga dapat membentuk kecerdasan pada anak. Karena kemampuan otak bayi memang luar biasa, Itulah sebabnya proses pembelajaran ditahun-tahun awal kehidupan anak pun berlangsung amat cepat. Tiap stimulus yang diterima anak akan membekas, bagai coretan di atas kertas kosong. Mengingat besarnya potensi belajar usia dini ini, setiap waktu dan energi yang dicurahkan orang tua untuk memberikan stimulasi anak pada rentang usia ini akan menjadi investasi terbesar bagi pengembangan kemampuan dasar anak. bagi pembentukan fondasi hubungan yang sehat dan bahagia dengan orang tua, bagi masadepan anak. Berikut beberapa Paparan yang dapat digunakan sebagai referensi oleh ibu-ibu modern terkait pemberian Stimulasi Dini Dengan Metode Montessori Untuk Anak Di Rumah:
  1. Rumah dan Keluarga: Belakangan muncul persepsi bahwa pendidikan usia dini hanya bisa dan benar penerapannya jika dilangsungkan di lembaga formal. Padahal, metode pembelajaran yang efektif untuk anak usia di bawah lima tahun (balita) adalah justru yang diajarkan lewat kehidupan sehari-hari, dan dimulai dari lingkungan terdekat, yakni rumah dan keluarga. Mengapa rumah dan keluarga sangat penting sebagai medium pembelajaran? Ada dua alasan, pertama, anak di usia dini menghabiskan sebagian besar waktu di rumah. Kedua, pada tiga tahun pertama, kelekatan fisik dan emosi anak dengan orangtua paling kuat. Keterikatan emosi yang kuat ini adalah bekal sempurna bagi orangtua untuk menjadi tutor anak. Jadi pada dasarnya, tiap orang tua bisa menjadi pembimbing anak di rumah, asal punya komitmen untuk menyisihkan waktu dan mengikuti naluri belajar anak.
  2. Stimulasi Lewat Metode Montessori : Salah satu metode yang bisa digunakan untuk menstimulassi anak di rumah adalah metode montessori. Perumus metode ini adalah, Dr. Maria Montessori. staf di Unit Psikiatri Universitas Roma, Italia, beliau menerapkan metode ini pada anak cacat fisik-mental. Setelah dua tahun, anak-anak yang sudah divonis tak bisa diajar itu secara mengejutkan berhasil lulus ujian sekolah umum untuk anak normal. Hasil serupa juga tampak saat metode ini diterapkan pada anak-anak di kawasan kumub Roma, yang sebelumnya tak pernah bersekolah. Keberhasilan ini mendorong Dr. Montessori merumuskan metode bagi anak normal. Asumsinya, jika anak yang "bermasalah" bisa sukses, anak normal pasti lebih sukses. Metode Montessori mudah diterapkan di rumah karena fleksibel. Tak menuntut fasilitas rumit, dapat disesuaikan dengan konsep multiple intelligences (kecerdasan majemuk yang menjadi acuan pengembangan kemampuan anak saat ini), serta bisa membuat beragam kurikulum dan muatan lokal. Kelebihan lainnya, metode ini efektif untuk tiap anak, serta tak terlalu menyoal perbedaan sosial, ekonomi, tingkat kecerdasan bahkan kekurangan fisik mental. Terpenting, metode montessori ini bisa menumbuhkan kecintaan belajar (love of learning) lewat penerapan prinsip utamanya: freedom to choose, yaitu kebebasan anak memilih apa yang ingin dipelajari. Bila anak sejak dini sudah mengenal metode montessori melalui keluarganya akan memantabkan proses belajar yang akan didapatkan anak di sekolah. Menerapkan Montessori di rumah mudah. Karena targetnya adalah kecintaan belajar. Jadi metode Montessori tidak menekankan penguasa target materi. Melainkan apakah anak menikmati proses belajar atau tidak. Ukuran keberhasilan adalah ketekunan anak, keceriaan anak melihat coretannya dan yang semacam itu. Utamakan kebebasan memilih. Untuk menimbulkan kecintaan belajar, Metode Montessori mensyaratkan freedom of choose (kebebasan memilih). Ini memungkinkan anak memilih apa yang ingin dipelajari, sehingga kecintaan belajarpun akan menumbuhkan inner teacher atau guru belajar, yang akan membimbing anak mengeksplorasi lingkungannya.
  3. Ciptakan Suasana Yang Menunjang : Secara fisik, rumah hanya perlu di desain dan dilengkapi furniture yang sesuai prinsip-prinsip Montessori, yaitu mengedepankan kebutuhan dan keterlibatan anak dalam seluruh kegiatan di rumah.
Disini saya sisipkan beberapa permainan yang menggunakan metode montessori dan dapat dipraktekkan di rumah:
  • Ajak anak -anak bermain menggunakan pasir, lumpur, air, krim cukur, slime, tepung jagung, waterbeads, kacang-kacang kering, dll. Sediakan berbagai wadah, alat-alat dapur, dan mainan kecil sebagai alat eksplorasi. Tidak perlu khawatir kotor, biarkan mereka menemukan kebahagiaannya sendiri dengan permainan-permainan itu.
  • Menyanyi dan menari diiringi musik juga merupakan penerapan metode montessori. Gunakan properti ukuran anak-anak, misalnya: syal, tongkat pita, dan sebagainya untuk mendorong partisipasi berbagai macam indra sekaligus.
  • Membangun atau menyusun blok, kotak kardus, atau makanan kaleng. Jatuhkan dan jelaskan tentang suara-suara keras biar anak tidak kaget apabila tiba-tiba mendengar suara keras.
  • Tambahkan minyak esensial pada play dough (adonan mainan) anak. Ajak anak mengenali dan membandingkan semua aroma sambil bermain, selain aromaterapinya bagus buat anak, juga melatih kepekaan indera penciuman anak.
  • Penerapan Metode Montessori yang terakhir yatiu dengan jalan-jalan di lingkungan sekitar rumah. Biarkan apabila anak berhenti untuk memungut daun, batang kayu, batu, atau apapun yang tidak berbahaya. Bisa juga membawa kantong atau tas untuk diisi ‘harta’ yang akan dikumpulkan anak dan dibawa pulang ke rumah untuk dijadikan bahan membuat kolase.
Nah itulah beberapa paparan dari saya tentang Stimulasi Dini Dengan Metode Montessori Untuk Anak Di Rumah. Semoga bermanfaat buat para orang tua jaman now..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

9 Tips Membangun Kedekatan Orang Tua Dengan Anak Remajanya

11 Kreasi Bekal Makanan Untuk Si Kecil