Jumat, 23 Februari 2018

KamiBOW: Literasi Untuk Anak Negeri

KamiBOW Tulungagung
Sekilas tentang profil KamiBOW yang mungkin terdengar asing untuk kita semua. BOW merupakan kependekan dari Books On Wheels, adalah suatu komunitas yang memiliki program perpustakaan bergerak dan Hari Membaca untuk anak-anak di daerah pelosok Tulungagung. Program ini digagas oleh sekelompok pemuda-pemudi Tulungagung yang mengatasnamakan dirinya Relawan Literasi. Mereka berjuang dengan sepenuh hati dan semangat yang tinggi, demi memotivasi anak pelosok supaya gemar membaca dan menulis. Karena seperti yang sudah kita tahu, penyakit Malas Membaca menjangkit kepada hampir sebagian anak sekolah, bahkan sudah kronis. Namun, Penyakit Malas Membaca tersebut bisa saja diatasi dengan bentuk motivasi terus-menerus dari orang sekitar. Tetapi bagaimana jika Penyakit Malas Membaca itu disebabkan oleh Kurangnya Ketersediaan Buku Bacaan? Jadi tidak hanya motivasi yang cukup saja untuk membangkitkan semangat anak agar mengobati penyakit malas membaca, namun jenis-jenis buku yang baru dan menarik, serta ketersediaan buku yang cukup juga menjadi salah dua faktor penunjang anak gemar membaca. Nah dari situlah Komunitas KamiBOW dengan gigih rela datang ke daerah-daerah pelosok demi memfasilitasi berbagai variasi buku untuk anak-anak, mengajak anak untuk semakin dekat dengan buku. Komunitas KamiBOW  bukan hanya mengusung program Hari Membaca di daerah pelosok saja, tetapi setiap hari Minggu diadakan Kegiatan Taman Membaca yang menjadikan Tempat Umum sebagai sasarannya, seperti Alon-Alon Kota dan Hutan Kota Tulungagung.
KamiBOW Tulungagung
Suasana Lapak Taman Baca Di Hutan Kota Tulungagung
KamiBOW memiliki koleksi buku yang cukup banyak. Mayoritas buku-buku KamiBOW didapatkan dari hasil donasi para donatur. Untuk kebutuhan baca para anak pelosok itulah KamiBOW selalu welcome kepada para Donatur dan Open Donasi kapan saja, serta kepada siapa saja yang ingin berkontribusi memberikan donasi baik berupa uang maupun buku untuk melengkapi koleksi buku-buku KamiBOW. Karena kepedulian para donatur sangat membantu kesuksesan program membaca anak pelosok.
KamiBOW Tulungagung
Dan setelah mengamati kegiatan-kegiatan KamiBOW di akun media sosialnya, akhirnya saya tertarik untuk mendaftarkan diri sebagai relawan. Kebetulan, seminggu tepat setelah saya stalking, dibukalah perekrutan relawan baru. Dan alhasil, akhirnya saya buru-buru klik link di bio akun instagram KamiBOW untuk mengisi form pendaftaran relawan secara online. KamiBOW memiliki beberapa akun media sosial yang digunakan untuk mengekspos setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh KamiBOW. Terutama kegiatan pada saat Hari Membaca. Kemudian 2minggu setelah daftar secara online, sayapun mendapat SMS dari salah satu pengurus KamiBOW untuk mengadakan breefing dan pengenalan relawan baru pada Hari Minggu tanggal 04 Februari 2017. Dengan semangat yang tinggi dan niat yang memang sudah saya bulatkan, sayapun berangkat untuk mengikuti breefing tersebut. Dalam breefing ketika itu membahas tentang konsep kegiatan Hari Membaca yang akan diadakan pada tanggal 10 Februari di 3 daerah pelosok Kota Tulungagung. Namun sebelum pembahasan konsep kegiatan, diadakan dulu sesi pengenalan, pengenalan yang dilakukan oleh pengurus KamiBOW serta para relawan baru. Hari Membaca yang diusung KamiBOW dilaksanakan setiap 2 Minggu sekali, dan selalu menjadikan daerah pelosok sebagai tempat perealisasiannya. Karena hanya 3 daerah pelosok yang dipilih, untuk itu dibentuklah 3 tim yang akan menghandle kegiatan Hari Membaca pada masing-masing daerah pelosok terpilih. Ketepatan  saya mendapat bagian  dengan Tim  Desa Panggungkalak. Suatu daerah yang sangat asing bagi saya meskipun masih satu kabupaten, dan dari domisili saya memakan waktu sekitar 1,5 jam perjalanan.
Hari Pertama Kegiatan Hari Membaca
Hari pertama saya mengikuti kegiatan Hari Membaca dari KamiBOW, dengan iklim sekolah yang saya rasa sangat berbeda dengan sekolah di sekeliling daerah saya, pastinya berbeda pula karakter siswa-siswi yang akan dihadapi. Kali ini KamiBOW membawa tema Cita-Cita dalam pelaksanaan kegiatan Hari Membaca. Pastinya kami berangkat dengan berbekal beberapa properti yang sudah disiapkan oleh pengurus KamiBOW, susunan kegiatan dan  bervariasi buku yang tidak pernah ketinggalan. Siswa yang menjadi sasaran Hari Membaca adalah siswa kelas rendah, yaitu dari kelas kelas 1 sampai kelas 3. Susunan kegiatan ketika pelaksanaan Hari Membaca adalah pembukaan yang dilakukan oleh Mbak Azizah, diteruskan kegiatan icebreaking yang dipandu oleh Mbak Mela, kemudian mendongeng yang dilakonkan apik oleh Mbak Isna, tidak hanya penyebutan nama-nama profesi dalam mendongeng, lalu ditunjukkan juga beberapa wayang profesi oleh kakak-kakak yang lain.
KamiBOW Tulungagung
Proses Penulisan Cita-Cita
KamiBOW Tulungagung
Cita-Cita Di Mading

KamiBOW Tulungagung
Memilih buku bacaan
Setelah anak-anak mengetahui beragam profesi, tibalah saatnya mereka harus menuliskan cita-cita mereka, kegiatan ini dibimbing oleh semua kakak-kakak relawan dimana hasil penulisan cita-cita itu nanti akan di tempelkan di mading yang telah dibuat oleh pengurus KamiBOW. Semua anak pengikut  kegiatan Hari Membaca dengan antusias menuliskan  profesi yang menjadi target masadepan mereka. Satu kegiatan yang tidak pernah absen usai penulisan cita-cita yaitu kegiatan membaca yang dilakukan oleh semua anak dan dibimbing oleh kakak-kakak relawan. Untuk hari pertama kegiatan Hari Membaca diadakan  kegiatan tambahan sebagai refleksi sekaligus reward buat anak-anak SD Panggungkalak yaitu menyebutkan 10 profesi yang diketahui, dan apabila bisa menyebutkan dengan benar mereka akan mendapatkan hadiah dari kakak-kakak relawan. Disitulah puncak keseruannya, semua anak antusias mengikuti dan ingin bisa menyebutkan jenis-jenis profesi itu. Demi merebutkan hadiah yang sudah disediakan oleh kakak relawan.
Dan akhirnya 3 pemenang yang bisa menyebutkan 10 macam profesi dengan benar mendapatkan hadiah, mereka sangat senang sekali. Bikin ngakak habis pokoknya. Bahagia itu sesederhana ini ya rupanya. Setelah durasi waktu yang kita tetapkan habis kegiatan hari pertama di semester genap inipun disudahi. Dan pastinya kegiatan-kegiatan seperti ini akan berlanjut sampai semester genap berlalu. 6 bulan bersama Desa Panggungkalak Kecamatan Pucanglaban.
Semangat  Kakak-Kakak Relawan!

Jumat, 09 Februari 2018

Stimulasi Dini Dengan Metode Montessori Untuk Anak Di Rumah

Stimulasi Dini Dengan Metode Montessori Untuk Anak Di Rumah
Gambar dari www.busytoddler.com
Riset medis menunjukkan , diusia 0-5 tahun otak manusia berkembang amat pesat. Tiap stimulus yang diterima di usia ini akan memicu sel-sel dan kemampuan otak mengolah informasi. Dengan memberikan stimulasi dini sangat membantu perkembangan otak  sehingga dapat membentuk kecerdasan pada anak. Karena kemampuan otak bayi memang luar biasa, Itulah sebabnya proses pembelajaran ditahun-tahun awal kehidupan anak pun berlangsung amat cepat. Tiap stimulus yang diterima anak akan membekas, bagai coretan di atas kertas kosong. Mengingat besarnya potensi belajar usia dini ini, setiap waktu dan energi yang dicurahkan orang tua untuk memberikan stimulasi anak pada rentang usia ini akan menjadi investasi terbesar bagi pengembangan kemampuan dasar anak. bagi pembentukan fondasi hubungan yang sehat dan bahagia dengan orang tua, bagi masadepan anak. Berikut beberapa Paparan yang dapat digunakan sebagai referensi oleh ibu-ibu modern terkait pemberian Stimulasi Dini Dengan Metode Montessori Untuk Anak Di Rumah:
  1. Rumah dan Keluarga: Belakangan muncul persepsi bahwa pendidikan usia dini hanya bisa dan benar penerapannya jika dilangsungkan di lembaga formal. Padahal, metode pembelajaran yang efektif untuk anak usia di bawah lima tahun (balita) adalah justru yang diajarkan lewat kehidupan sehari-hari, dan dimulai dari lingkungan terdekat, yakni rumah dan keluarga. Mengapa rumah dan keluarga sangat penting sebagai medium pembelajaran? Ada dua alasan, pertama, anak di usia dini menghabiskan sebagian besar waktu di rumah. Kedua, pada tiga tahun pertama, kelekatan fisik dan emosi anak dengan orangtua paling kuat. Keterikatan emosi yang kuat ini adalah bekal sempurna bagi orangtua untuk menjadi tutor anak. Jadi pada dasarnya, tiap orang tua bisa menjadi pembimbing anak di rumah, asal punya komitmen untuk menyisihkan waktu dan mengikuti naluri belajar anak.
  2. Stimulasi Lewat Metode Montessori : Salah satu metode yang bisa digunakan untuk menstimulassi anak di rumah adalah metode montessori. Perumus metode ini adalah, Dr. Maria Montessori. staf di Unit Psikiatri Universitas Roma, Italia, beliau menerapkan metode ini pada anak cacat fisik-mental. Setelah dua tahun, anak-anak yang sudah divonis tak bisa diajar itu secara mengejutkan berhasil lulus ujian sekolah umum untuk anak normal. Hasil serupa juga tampak saat metode ini diterapkan pada anak-anak di kawasan kumub Roma, yang sebelumnya tak pernah bersekolah. Keberhasilan ini mendorong Dr. Montessori merumuskan metode bagi anak normal. Asumsinya, jika anak yang "bermasalah" bisa sukses, anak normal pasti lebih sukses. Metode Montessori mudah diterapkan di rumah karena fleksibel. Tak menuntut fasilitas rumit, dapat disesuaikan dengan konsep multiple intelligences (kecerdasan majemuk yang menjadi acuan pengembangan kemampuan anak saat ini), serta bisa membuat beragam kurikulum dan muatan lokal. Kelebihan lainnya, metode ini efektif untuk tiap anak, serta tak terlalu menyoal perbedaan sosial, ekonomi, tingkat kecerdasan bahkan kekurangan fisik mental. Terpenting, metode montessori ini bisa menumbuhkan kecintaan belajar (love of learning) lewat penerapan prinsip utamanya: freedom to choose, yaitu kebebasan anak memilih apa yang ingin dipelajari. Bila anak sejak dini sudah mengenal metode montessori melalui keluarganya akan memantabkan proses belajar yang akan didapatkan anak di sekolah. Menerapkan Montessori di rumah mudah. Karena targetnya adalah kecintaan belajar. Jadi metode Montessori tidak menekankan penguasa target materi. Melainkan apakah anak menikmati proses belajar atau tidak. Ukuran keberhasilan adalah ketekunan anak, keceriaan anak melihat coretannya dan yang semacam itu. Utamakan kebebasan memilih. Untuk menimbulkan kecintaan belajar, Metode Montessori mensyaratkan freedom of choose (kebebasan memilih). Ini memungkinkan anak memilih apa yang ingin dipelajari, sehingga kecintaan belajarpun akan menumbuhkan inner teacher atau guru belajar, yang akan membimbing anak mengeksplorasi lingkungannya.
  3. Ciptakan Suasana Yang Menunjang : Secara fisik, rumah hanya perlu di desain dan dilengkapi furniture yang sesuai prinsip-prinsip Montessori, yaitu mengedepankan kebutuhan dan keterlibatan anak dalam seluruh kegiatan di rumah.
Disini saya sisipkan beberapa permainan yang menggunakan metode montessori dan dapat dipraktekkan di rumah:
  • Ajak anak -anak bermain menggunakan pasir, lumpur, air, krim cukur, slime, tepung jagung, waterbeads, kacang-kacang kering, dll. Sediakan berbagai wadah, alat-alat dapur, dan mainan kecil sebagai alat eksplorasi. Tidak perlu khawatir kotor, biarkan mereka menemukan kebahagiaannya sendiri dengan permainan-permainan itu.
  • Menyanyi dan menari diiringi musik juga merupakan penerapan metode montessori. Gunakan properti ukuran anak-anak, misalnya: syal, tongkat pita, dan sebagainya untuk mendorong partisipasi berbagai macam indra sekaligus.
  • Membangun atau menyusun blok, kotak kardus, atau makanan kaleng. Jatuhkan dan jelaskan tentang suara-suara keras biar anak tidak kaget apabila tiba-tiba mendengar suara keras.
  • Tambahkan minyak esensial pada play dough (adonan mainan) anak. Ajak anak mengenali dan membandingkan semua aroma sambil bermain, selain aromaterapinya bagus buat anak, juga melatih kepekaan indera penciuman anak.
  • Penerapan Metode Montessori yang terakhir yatiu dengan jalan-jalan di lingkungan sekitar rumah. Biarkan apabila anak berhenti untuk memungut daun, batang kayu, batu, atau apapun yang tidak berbahaya. Bisa juga membawa kantong atau tas untuk diisi ‘harta’ yang akan dikumpulkan anak dan dibawa pulang ke rumah untuk dijadikan bahan membuat kolase.
Nah itulah beberapa paparan dari saya tentang Stimulasi Dini Dengan Metode Montessori Untuk Anak Di Rumah. Semoga bermanfaat buat para orang tua jaman now..