Selasa, 30 Januari 2018

Selepas Kepergianmu Dari Hidupku..

Selepas Kepergianmu Dari Hidupku..
Mata sembab, hati lelah pun pikiran mulai kacau. Dapatkah aku menemui kedamaian hati lagi setelah berakhirnya kejadian ini (?). Tanpa rasa peduli tetap ku langkahkan kaki kecilku menjauh dari hadapmu. Menghindari semua kisah semu yang kau katakan ketulusanmu. Bekunya udara. Dinginnya rintik hujan, panasnya terik matahari..  Ohh aku benar – benar tidak perduli.  Hanya satu tujuanku saat ini, menjauh pergi meninggalkan dan melupakan pemain hati perempuan sepertimu. Semoga rintik hujan hari ini bisa menghapus semua jejak tentangmu. Dan semoga panasnya  terik matahari esok mampu membakar ingatan tentangmu. 
Sungguh kini tak sudi lagi aku mengingatmu selepas kepergianmu. Cukup tau aku tentang apa yg kamu inginkan dariku. Seharusnya kamu tau, Kamu adalah orang yang aku cintai sepenuh hati yang sengaja kau buat patah dengan sadar diri. Seharusnya kamu paham,  aku orang yg tidak mudah jatuh cinta.  Dan saat itu aku sangat jatuh cinta padamu.  Kamu orang yang sudah berhasil menempati ruang hatiku paling dalam, melekat erat dalam fikiran.  Kini aku bersusah payah membuatmu menghilang dari tempat itu, menghapus jejak-jejak langkahmu dan segera menyebutmu sebagai kenangan.  
Banyak orang melihatku heran waktu itu.  Mengira aku sudah kehilangan akal dan warasku. Bagaimana tidak? Hidupku sepanjang hari menyusuri jalan tanpa tujuan, menangis di tengah-tengah lebatnya hujan, dan melamun disudut kamar dengan memadamkan cahaya lampu yang semakin muram.  Sungguh waktu itu kesakitan dan kesepian menjadi teman akrabku. Selepas kepergianmu. Sungguh, Seperti tidak ada harapan lagi aku melanjutkan mimpi, mimpi yang ingin aku bangun diatas kenyataan bersamamu. Karna pada nyatanya mimpi terbesarku telah pergi meninggalkanku dengan tega hati.  
Dan kini kamu kembali saat keadaan sudah mulai membaik. Saat aku sudah bisa berdamai dengan keadaan.  Dengan gampangnya kamu merayuku dengan senyum sapamu. Dengan entengnya kamu mengatakan " maafkan kesalahanku dimasa lalu, aku janji akan memperbaiki semua kesalahanku yang sudah membuat retak hatimu.  Izinkan aku untuk memilikimu kembali untuk menebus semua kesalahanku padamu". Tanpa berdosa kamu mengatakan seprti itu. Apakah kamu tau bagaimana keadaanku waktu itu?  Waktu kau campakan seenak hatimu. Apa kamu masih bisa berfikir aku baik-baik saja setelah kejadian memedihkan itu(?). Tidak..  Apa yang kamu lakukan terlalu jahat.. Kamu tau hati wanita itu layaknya cermin. Yang jika kamu pukul dengan keras akan retak bahkan akan pecah menjadi berkeping-keping. 
Kamu mungkin bisa merekatkan cermin itu kembali tapi tidak akan sempurna, tidak akan bisa memantulkan cahaya yang indah. Sama seperti hati perempuan.  Mungkin dia bisa memaafkanmu tapi dia tidak akan pernah lupa dengan rasa sakit yang sengaja kau tumpahkan dihatinya. Saat aku berani memberikan perasaannku untukmu, mempercayakan hatiku untuk kamu miliki, mestinya kamu bisa menjaga itu dengan sebaik mungkin.  Sekarang sudah terlambat untuk kamu menyesali perbuatanmu. Aku mungkin tidak sama lagi dengan yang kamu kenal dulu.  sakit hati telah membuat aku menjauh darimu. Benar-benar menjaga jarak dengan orang sepertimu.  Kamu tidak akan bisa mengenali aku yang dulu.  Percuma saja kamu ingin mengajak aku  kembali mengulang kisah kita, walaupun kamu menangis darah dihadapku sekalipun aku tidak akan pernah mau.. Aku sudah tidak memperdulikan perihal tentangmu lagi.  perasaanku sudah benar -benar mati untukmu. Bagiku, kembali pada cinta yang lama adalah hal terbodoh dalam hidupku.  Sekarang kamu nikmati saja penyesalanmu itu. Dan biarkan aku berjalan sendiri mencari bahagiaku yang sebenarnya.  Kamu tidak perlu ikut campur.  Urus saja urusanmu. Sekarang aku dan kamu benar-benar telah selesai.
(By: Putri Rindang A.)


EmoticonEmoticon