Sabtu, 06 Januari 2018

9 Tips Membangun Kedekatan Orang Tua Dengan Anak Remajanya

Tips Membangun Kedekatan Orang Tua Dengan Anak Remajanya
Di jaman yang semua serba canggih begini, tidak mengherankan apabila perilaku anak yang menginjak masa remaja pun juga cenderung mengikuti semakin canggih. Terkadang yang bikin terkejut dan jengkel adalah ketika si anak sering sewot dan berani menjawab saat orang tua berbicara atau menasehati. Mungkin ada juga beberapa orang tua yang bingung ketika menghadapi situasi dengan perubahan sikap anak yang seperti itu. Si buah hati yang dulunya begitu penurut pada orangtuanya kini dianggap telah menjadi sosok pribadi yang sensitive, semaunya sendiri, berani ngatur orang tua, seenaknya melanggar peraturan, sering marah tanpa sebab dan sebagainya.
Dalam posisi ini, banyak orang tua yang lupa atau justru memang belum tahu, bahwa masa remaja merupakan tahap kritikal perkembangan manusia. Tahap dimana seseorang sedang mencari identitas dan penampilan diri yang akan dibawa sampai nanti penalarannya terpecah sebagai manusia yang dikatakan dewasa. 
Kalau dulu mereka biasa dan bisa mendengarkan kata-kata orang tuanya, ketika menginjak masa remaja kebanyakan dari mereka justru lebih banyak mendengar kata dan ucapan teman-temannya (Kelompok bermainnya), padahal dalam hal ini mereka belum bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.Hal terpenting bagi mereka adalah Yang Penting Senang (Fun).
Ketika menjumpai anak dalam masa ini, dan orangtua tidak memiliki kontrol terhadap diri sendiri supaya tidak menanggapinya dengan emosi, maka hubungan yang kurang baik dengan anakpun riskan terjadi. Bagaimana tidak, anak dengan emosinya yang mulai menggebu-gebu lalu orangtua menanggapinya dengan emosi pula yang menggebu-gebu (bisa-bisa terjadilah perang dunia ketiga). Kemudian, ketika anak ingin mengutarakan pendapatnya, orangtua tidak memberinya kesempatan untuk berbicara. Dan yang paling parah justru terkadang orangtua tidak memberi kepercayaan anak untuk melakukan suatu hal yang mungkin itu bisa mengembangkan bakat dan membuat hobby nya tersalurkan. Banyak orang tua yang lebih senang terbelenggu dengan stigma: Kalau kamu melakukan ini, nanti begini….. Nanti kamu jatuh…… Nanti kamu tersesat…….. Dsb. Padahal tidak semua hal yang dilakukan anak itu adalah hal negative. Disini, orang tua perlu memberinya ruang bebas namun yang berbatas. Nggak mau kan di era canggih seperti ini punya anak kudet (kurang update), gagap teknologi dan tertinggal jauh dari teman-temannya? Jadi jangan terlalu mengambil asumsi terburuk dalam segala hal, anak ingin didengarkan, anak ingin dipercaya.
Tips Membangun Kedekatan Orang Tua Dengan Anak Remajanya
Orang tua tidak perlu memaksakan kehendak atas apa yang harus dilakukan anak, cukuplah orang tua mengarahkan dan menggiring anak dari belakang, biarlah si anak yang menentukan hal apa yang mereka sukai. Tidak semua anak mempunyai keinginan dan potensi yang sama dengan orang tuanya lo. Orang tua harus menanamkan pemikiran itu bahkan sedari anak dalam kandungan. 
Namun demikian, banyak juga kok orang tua yang tetap lengket terus dengan anak-anaknya yang telah memasuki masa remaja. Mau tahu rahasianya? Simak nih Tips membangun kedekatan orang tua dengan anak remajanya:
  1. Untuk membangun kedekatan orang tua dengan anak remajanya yang paling utama adalah Perkuat anak dengan keimanan yang konsistensinya terjaga. Misalnya, ketika sudah memasuki waktu sholat orangtua mengingatkan si anak untuk segera sholat, alih-alih mengajak si anak sholat berjamaah, baik di rumah maupun di masjid. Kemudian juga tidak lupa ketat akan jadwal mengajinya, dan alangkah lebih bagusnya jika yang menjadi ustadz atau ustadzahnya itu adalah orang tuanya sendiri. Namun apabila posisi orangtua jauh dari anak dan tidak bisa melakukan aktivitas bersama, jangan sampai hal-hal seperti mengingatkan sholat dan mengajinya itu dikesampingkan bahkan dilalaikan saat berkomunikasi. Karena keimanan menjadi pondasi yang kuat ketika anak sedang bimbang dengan pencarian identitas dirinya.
  2. Bangun kedekatan dengan memperlakukan anak-anak yang sedang remaja layaknya teman saat berkomunikasi dengan mereka, terutama saat membahas berbagai persoalan yang sedang ngetrend dan dengan topik pembicaraan yang anak-anak sukai.
  3. Carilah tahu apa yang dilakukan, ditonton dalam youtube ataupun video-video yang tersimpan, dibaca ketika browsing atau membuka internet dan apa-apa saja yang didengarkan oleh anak-anak. Baik itu dilakukan dengan memeriksa ponsel anak, dan melalui teman-teman mereka, dengan cara diskusi atau tanya pendapat mereka tentang hal tersebut. Ini merupakan satu cara efektif dalam membangun kedekatan orang tua dengan anak remajanya. Karena sekitar 79% dari 98% anak yang hidup dalam generasi mileniall dipengaruhi oleh gadget. Kebiasaan gadget yang terus-terusan bersanding dengan si anak bisa saja membawa pengaruh terhadap perilakunya.
  4. Membangun kedekatan dengan anak, orang tua tidak ada salahnya mengenal teman-teman si anak, dan kalau perlu keluarganya juga. Dari hal ini kita bisa mengantisipasi ataupun mengontrol kegiatan anak tanpa harus ikut terjun terlalu dalam pada dunia si anak.
  5. Biasakanlah untuk tetap dan sering berkomunikasi dengan anak sesibuk apapun kita setiap hari. Titik berat pembicaraan ada pada rasa saling percaya dan menghargai. Bisa dilakukan dengan menggunakan berbagai mediator atau cara komunikasi yang disukai mereka. Karena kunci kedekatan orang tua dengan anak terletak pada komunikasi yang terjalin dengan intensitas yang stabil.
  6. Ciptakan hubungan dengan bertutur secara hangat, jenaka tetapi tetap menjaga kesantunan dan tegas dalam menegakkan disiplin serta aturan-aturan yang telah disepakati bersama. Mungkin ini bisa dikembalikan ke masalalu orang tua. Bisalah orang tua berkaca kepada pola asuh orang tua terdahulu. Bagaimana orang tua dalam mengasuh kita. Hal itu bisa buat bahan pembelajaran membangun kedekatan orang tua dengan anak remajanya, terutama dalam hal bertutur, bersikap, dan kedisiplinan. 
  7. Senantiasa terbuka pada anak. Jangan segan untuk mengungkapkan atau menceritakan pengalaman-pengelaman pribadi yang bisa menjadi referensi buat si anak mengenai hal yang baik dan buruk dalam kehidupan mereka. Sehingga si anak juga mau berbagi tentang apa saja yang terjadi pada dirinya, atau aktivitas kesehariannya. Sudah jelas, keterbukaan akan membawa pengaruh yang besar dalam membangun kedekatan orang tua dengan anak remajanya.
  8. Setiap membuat aturan, lakukan melalui proses diskusi dengan keluarga, dan berikan kesempatan si anak untuk mengutarakan pendapat atau masukan-masukannya. Biarlah si anak mencoba mengembangkan segala potensi yang ada pada dirinya. Jangan dipaksakan untuk menuruti segala kehendak orang tua. Bagaimana bisa membangun kedekatan dengan anak jika penerapan musyawarah dalam rumah tidak ada? Yang ada hanya sistem otoriter, dimana si anak menjadi pribadi pasif yang harus mengikuti kehendak orang tua.
  9. Dan Tips yang terakhir, ingatkan si anak apabila berpacaran terlalu dini, terlalu sering bergonta-ganti pacar, atau telah mempunyai pacar tetap. Di usia anak yang menginjak masa remaja, cinta monyet bisa saja terjadi. Kita nggak mau kan, anak kita terpuruk karena memikirkan suatu hal yang belum seharusnya terfikirkan. Jadi dengan tips ke sembilan bertujuan untuk meminimalisir keterpurukan anak dalam hal percintaan. Bimbing si anak fokus dengan tujuan utamanya. Kalaupun terpaksa dia berpacaran, orang tua harus menyelidiki dan mengetahui dengan tips-tips yang bisa diterapkan dari point-point sebelumnya.
Nah, Itulah 9 Tips Membangun Kedekatan Orang Tua Dengan Anak Remaja menurut saya. Berbeda orang, biasanya berbeda sudut pandang pula. Jadi, misalnya ada yang kurang tepat dari pendapat saya, mungkin bisa dikoreksi dan bisalah nanti saya tambahkan dalam artikel ini. Saya menerima segala tanggapan, baik berupa masukan maupun kritikan. Disini posisi saya juga sedang belajar. Belajar menabung pengalaman untuk menjadi orang tua yang baik ketika menghadapi anak yang menginjak masa remaja, apalagi di era milenium seperti ini. Karena anak adalah titipan Alloh, kewajiban orang tua sangat besar akan tanggung jawab dalam menjaga dan mendidiknya. 

1 komentar so far

Mantapppp... Life is Choice... Dasar Pendidikan yg Terutama,,,


EmoticonEmoticon