Blog Tri Wahyuni

Tentang Tapak Kecil Pejalan Kehidupan..

Persembahan Anak Bangsa Untuk Indonesia (Bentang Merah Putih Raksasa)

Para Panitia dan Tim Pengibar Bentang Merah Putih Raksasa
Agustus 2017 – Jika berbicara tentang Agustus, pastilah terbayang dalam benak kita maraknya momentum-momentum perayaan peringatan Hari Kemerdakaan yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan dari tangan penjajah. Banyak sekali acara yang di buat di desa-desa, lembaga-lembaga sekolah pun perguruan tinggi, dan instansi-instansi pemerintahan lainnya. Kegiatan-kegiatan yang tak lain berupa permainan – pemainan yang melibatkan banyak masyarakat, juga terdapat kegiatan wajib yang sangat tidak boleh ditinggalkan, yaitu upacara bendera tepat pada tanggal 17-Agustus sekaligus ritual pengibaran bendera yang tidak pernah ditinggalkan. Tulisan yang saya buat ini, mungkin sudah expired karena jarak tulis dan pelaksanaan yang terlalu jauh. Namun dengan tulisan ini saya harapkan dapat membawa kita memandang luas kiprah anak muda Indonesia bukan dari sisi negatifnya saja hanya karena berkecimpung di dunia outdoor. Salah satunya adalah Kiprah anak Muda yang tergabung dalam komunitas PGT (Pendaki Gunung Tulungagung), untuk mengaplikasikan rasa cintanya terhadap tanah air dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan, mereka membuat suatu event yang mungkin memerlukan dana yang tidak sedikit. Dengan bermodal niat yang luar biasa, dan tekat yang sungguh-sungguh, mereka mulai menyusun acara dengan membentuk struktur keanggotaan terlebih dahulu. Event ini yang tak lain adalah Bentang Bendera Merah Putih Raksasa (sepanjang 30 meter) di Lereng Tebing Goa Tritis. 
Lalu setelah melakukan rapat berulang kali disepakatilah rangkaian acara yang akan dilaksanakan pra ataupun pasca hari H. Salah satunya adalah penyebaran proposal dana yang dilakukan oleh pihak-pihak yang bertugas. Sesuai dengan rangkaian acara yang disepakati, tepat tanggal 15 Agustus diadakan Kirab Merah Putih yang diusung menuju Puncak Gunung Budeg jalur utara. Start keberangkatan para rombongan kirab ini berada di Warung Nikmat (sebelah barat Balai Desa Kuthoanyar ). Mereka berangkat pukul 13.00 WIB, kemudian sekitar pukul 20.00 WIB Bendera Merah Putih di terima oleh Tim Pengibar di Puncak Gunung Budeg. Rombongan kirab ada yang langsung turun dan ada yang bertahan di puncak lalu mendirikan tenda.

Prosesi Kirab Bentang Merah Putih Raksasa
Dengan semangat membara, bahu membahu mereka buktikan kepada Indonesia bahwa ini adalah salah satu cara pemuda untuk menghargai jasa pahlawan dalam mengisi hari kemerdekaan dengan kegiatan positif dan luar biasa. Esok paginya (16 Agustus 2017) setelah malamnya bendera merah putih sampai di Tebing Merdeka Goa Tritis, para tim pengibar tapak demi tapak merayap dan mencengkram tebing-tebing bercadas. Memasangakan tali-tali, membuat simpul-simpul, mempersiapkan bentang merah putih, yang jelasnya dengan mempertaruhkan nyawa mereka pada seutas tali (sangat salut luar biasa kepada mereka para pemberani).
Mentari meninggi, suplai makanan dan minuman oleh pihak bertugas pun dilakukan tepat waktu, apresiasi juga kepada mereka (Kurir Makanan untuk Tim Pengibar) yang tidak lelah naik turun mengirimkan makanan supaya Tim Pengibar tidak kekurangan makan dan kondisinya tetap fit hingga hari H.
Tibalah malam 17-an, dan malam itu bukanlah malam untuk bersantai bagi para Tim Pengibar. Ketika surya mulai redup dan lampu-lampu kota mulai tampak gemerlap, mereka justru mulai bergegas melakukan persiapan. Semilirnya angin di puncak Gunung Budheg mengirimkan kelegaan, berhembus sejuk melewati rongga-rongga baju yang basah karena tetesam keringat. Dengan kesetiakawanan yang tinggi, dua malam mereka bertahan untuk mewujudkan Bentang Merah Putih 17 agustus 2017.

Kegiatan Malam 17-an Para Tim pengibar
Bukan hanya Tim Pengibar yang tidak bisa bersantai pada malam 17-an, malam itu juga merupakan awal puncak sebelum terlaksananya Bentang Merah Putih. Para petugas lain yang berada di bawah, menggelar acara sarasehan sederhana yang diadakan di depan rumah Juru Kunci Goa Tritis. Dalam ucara tersebut panitia putar kan video-video dokumenter perjuangan kemerdekaan yang mengugah semangat nasionalisme generasi muda. Acara tersebut ternyata cukup menarik perhatian warga sekitar dan tak lupa panitia ucapkan terimakasih kepada perwakilan perangkat desa, perwakilan dari koramil dan polsek setempat serta warga sekitar yang ikut memeriahkan acara tersebut.

Para Koki Cantik Alias seksi Konsumsi
Sarasehan Di depan Rumah Juru Kunci Goa Tritis
Selesai acara sarasehan para panitia dan peserta pemeriah kegiatan menyusul naik ke Goa Tritis dan mendirikan tenda disana. Seingat saya, waktu itu kami berangkat sekitar pukul 22.00 WIB, dan sampai tempat berkemah pukul 23.30. lalu kami segera bergegas mendirikan tenda dan istirahat untuk memulihkan tenaga yang terkuras seharian, begitupun para Tim Pengibar, mereka juga beristirahat menyiapkan tenaga untuk mengibarkan bendera merah putih keesokan harinya.
Tepat tanggal 17 Agustus pagi, kami para panitia dan peserta mempersiapkan apa yang perlu dipersiapkan untuk mensukseskan acara ini. Upacara bendera merah putih dilaksanakan di Tumpak kendit dan di pimpin oleh Danramil Setempat.
Ada suatu hal yang membuat saya terkagum disini, yaitu tentang seorang Tim Pengibar Merah putih yang merupakan wanita satu-satunya. Tanpa merasa takut ataupun cemas ia berani bergelantungan pada seutas tali dan mempertaruhkan nyawanya demi Cintanya pada Negri, ialah Rika Maharani Wanita yang menjadi icon dalam tim pengibar Merah Putih. Mahasiswi semester 3 ini memberanikan diri tampil dengan kemampuan yang luar biasa. Tanpa canggung dengan atribut panjat tebing yang sudah melekat di tubuhnya, kemudian menurunkan gulungan bendera di bagian tengah dengan perlahan dan teliti. Senyumnya yang tipis tanpa mengeluh dan wajah yang manis disengat matahari membuat 3 pengibar dalam tim nya semakin semangat. Saya rasa dia berhak mendapat gelar sebagai SRIKANDI Jaman Now, dari yang dulu Prigel Jemparing bertransformasi menjadi Prigel Panjat Tebing.
Alhamdulillah KURANG dari 1 jam akhirnya Merah Putih sudah terbentang Gagah di tebing Goa Tritis Gunung Budheg TULUNGAGUNG, bersamaan dengan terselenggaranya upacara dengan Khidmad.

Srikandi yang Prigel Panjat Tebing
Tim Pengibar
Khidmadnya Suasana Upacara dan penghormatan bendera Kepada Sang Saka
Dan setelah acara berlangsung, tidak lupalah kegiatan tambahan yang hukumnya haram jika ditinggalkan, apalagi jika bukan sesi foto-foto untuk mengabadikan moment seluar biasa ini. Hehehe. Apalagi saya, yang sudah mempunyai penyakit demam foto sejak bawaan lahir, jadi yaaa kalau ada suatu kegiatan rasanya pengen jepret-jepret saja.

Para panitia yang hebatnya tiada terkira :-*

Dari senyumnyapun kelihatan mana yang sudah dibahagiakan dengan yang bahagia sendiri, hikz :-D
Terharu Rasanya ketika ini
Tidak berhenti di lokasi upacara saja sesi foto-fotonya, di tempat mendirikan tendapun masih diberondong dengan aksi foto-foto yang tak ada habisnya. Hahahaa. Ya walaupun demikian tidak menghambat kita dalam melaksanakan suatu kegiatan, meskipun hobby berfoto kamipun juga hobby bertanggung jawab atas tugas yang diberikan kepada kami. Sudah tak bisa dibayangkan lagi lah bagaimana menariknya hidupmu jika berkawan dengan kami, apalagi berpasangan dengan kami. Pasti kita bisa menyusuri indahnya alam, mengukirnya dengan satu kebahagiaan dan mensyukuri nikmat yang diberikan Tuhan. Yakin tidak mau menjadi Travelmate kami? hahahaha, ngelantur gini ujung-ujungnya.




Dan pada akhirnya setelah menunggu para Tim pengibar turun ke lokasi berkemah kami, selang beberapa jam kami semua turun bersama-sama menuju Rumah Juru Kunci Goa Tritis dan rasa syukur kami haturkan kepada Tuhan atas terselenggaranya acara ini dengan sukses dan tanpa suatu halangan apapun. Semoga Tahun-Tahun depan kembali ada Acara seperti ini sebagai penghormatan Pemuda Indonesia Kepada Pahlawan yang bertaruh nyawa dalam memperjuangkan kemerdekaan. Selain itu, semoga kegiatan ini membawa hikmah yaitu sebagai salah satu contoh kegiatan positif kepada generasi muda selanjutnya dalam berbangsa dan bernegara.
Kemudian pada tanggal 25 - 26 agustus setelah pengibaran, diadakan acara penurunan bendera merah putih dari Tebing Merdeka Goa Tritis yang dilaksanakan oleh beberapa Tim Penurunan Bendera.

Proses Penurunan Bendera Merah Putih Raksasa
Persembahan Anak Bangsa, untuk INDONESIA Tercinta.


























Baca juga:

0 komentar



Emoticon