Sabtu, 30 Desember 2017

Wisata Kampung Susu Dinasty, Wisata Yang Mengedukasi

Wisata kampung Susu Dinasty
Wisata Kampung Susu Dinasty – Mumpung masih dalam suasana liburan, Blog Triwahyuni akan kembali mengulas tentang destinasi liburan yang nyaman dan aman. Duh tapi sayang, tidak terasa tinggal hitungan hari lagi liburan sudah mau usai ya.? Sudah berlibur kemana saja nih.? Ke pantai, ke gunung, atau ke tempat-tempat wisata lain? Sebelum siap berperang menghadapi aktivitas normal lagii, otak dan hati kita perlu di refresh juga lo. Supaya tetap segar menyambut Tahun baru ataupun aktivitas kita nanti. Salah satu wisata yang bagus untuk merefresh otak kita bukan Cuma yang menyegarkan mata ataupun menggembirakan hati. Namun kalau ada pilihan lain, patutlah kita mencoba berwisata yang bisa membuat kita ataupun anak-anak belajar sesuatu yang baru.
Ini salah satunya Wisata Kampung Susu Dinasty. Wisata buatan yang ada di Kabupaten Tulungagung ini semakin hari menawarkan pengelolaan yang semakin bagus dan layak untuk dijadikan salah satu destinasi liburan kita bersama keluarga. Lokasi Wisata Kampung Susu Dinasty tepatnya berada di Desa Notorejo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung. Jika kita berangkat dari pusat Kota Tulungagung, estimasi waktu yang kita perlukan kurang lebih sekitar 30menit untuk menjangkaunya. Tempatnya memang berada agak di pedalaman, dengan suasana lingkungan yang nyaman, asri dan jauh dari hiruk pikuk suara kendaraan bermotor. Tapi jangan khawatir, di beberapa titik perjalanan menuju tempat Wisata Kampung Susu Dinasty sudah diberi petunjuk arah.


Baca Juga Wisata Buatan yang cocok untuk mengisi liburan: Wana Wisata Jurang Senggani



Namanya juga Wisata Kampung Susu Dinasty, pastinya sudah tergambar sekilas bagaimana diskripsi bentuk wisata ini di benak kita ketika menyebut namanya. Yang jelas disana terdapat peternakan sapi perah yang kemudian hasil perahan susu sapinya diolah dan dijadikan minuman yang sehat serta layak dikonsumsi oleh para pengunjung. Eits, layak dikonsumsi pengunjung bukan berarti diberikan cuma-cuma alias gratis ya, 2017 hampir 2018 jangan ngarep gratisan mulu, insaf gaes. Hahaha. Kita harus membelinya dengan harga sekitar 7ribu rupiah per botol kecil, dan 18ribu rupiah untuk botol ukuran besar. Kalau sudah bosan dengan susunya, kita juga diberikan pilihan untuk mencicipi Yoghurt hasil fermentasi susu segar dengan aneka rasa yang pastinya bisa bikin kalian ketagihan (buat pecinta yoghurt). 

Kalau saya pribadi lebih suka beli susu daripada yoghurtnya, karena lidah saya  tidak bisa kompromi dengan rasa asam yang ditawarkan oleh yoghurt, jadi lebih suka sama yang rasanya manis. Dan sejak kecilpun sama ibu saya sering dibelikan olahan susu sapi segar yang lewat didepan rumah, sehingga ketika minum hasil olahan susu sapi segar di Wisata Kampung Susu Dinasty ini bisa bikin saya langsung flashback ke masa kecil. Hehee. Bukan hanya diolah menjadi susu sapi siap minum dan yoghurt  saja, setelah melewati masa berdiri yang cukup lama, tempat Wisata Kampung Susu Dinasty ini juga menyuguhkan kudapan yang berupa brownis dan es krim yang terbuat dari susu segar yang bisa kita makan di cafetarianya. Mantab jaya, rasanya pas di lidah dan lembut. Yakin nggak tertarik untuk berkunjung kesini? Buruan kesini gih.!
Wisata kampung Susu Dinasty

Wisata kampung Susu Dinasty

Untuk bisa menyambangi  tempat ini tidak perlu merogoh koceng untuk membeli biaya tiket masuk, cukup membayar biaya parkir sekitar 5ribu rupiah untuk motor, dan 10ribu rupiah untuk mobil. Wisata Kampung Susu Dinasty juga tidak mau kalah dengan wisata-wisata yang lainnya, buat kalian para pecinta foto disini menyediakan spot foto yang instagramable, bisa buat tambahan koleksi hasil jepretan kalian. Unik dan menarik saya rasa. Dan buat yang bawa anak-anak, jangan khawatir, Wisata Kampung Susu Dinasty menyediakan tempat bermain kecil-kecilan serta menjual jasa naik kuda yang harga per-orangnya tidak sama (Dewasa / Anak-anak). Yang pasti aman kok, naik kudanya nanti digiring oleh pawang kuda yang setia berada disamping kita dan menuntun kudanya.


Wisata kampung Susu Dinasty

Wisata kampung Susu Dinasty
Jika ada yang mau belajar memerah sapi, Boleh. Namun ada jam khususnya dalam pemerahan sapi ini. Waktu saya berkunjung kesana dulu, saya lihat pemerahannya dilakukan pada pagi hari jam 05.30 dan sore hari jam 15.00. Jadi tidak sembarang jam bisa dilakukan proses pemerahan dan kitapun bisa juga langsung membeli susu segar hasil proses pemerahannya itu. Untuk bisa belajar proses pemerahan ini kita dikenakan biaya sebesar 5ribu @orang yang tiketnya bisa dibeli di kantin Kampung Susu Dinasty. Saya anjurkan buat anda mengajak anak-anak untuk berkunjung ke Wisata Kampung Susu Dinasty ini. Selain bisa bermain, menikmati susu segar yang menyehatkan, berlatih berkuda, juga bisa belajar bagaimana cara proses memerah susu.! Sudah banyak juga beberapa lembaga pendidikan formal yang melakukan kegiatan belajar sambil bermain dengan memanfaatkan pembelajaran luar kelas, salah satunya mengunjungi tempat wisata yang mengedukasi seperti  Wisata Kampung Susu Dinasty ini.
Wisata kampung Susu Dinasty

Wisata kampung Susu Dinasty


Jadi tunggu apalagi, ayo buruan datang kesini sebelum liburan benar-benar usai.!


*beberapa foto diambil dari akun instagram resmi Kampung susu dinasty*

Jumat, 29 Desember 2017

Suka Belanja Online? Ini Dia Tips Aman Belanja Online.


Tips Aman Belanja Online

Hallo bray, ketemu sama Blog Tri Wahyuni lagi nih. BTW, Sudah pernah dengar istilah online shop belum? Pastinya sudah dong,, sebelum membahas Tips Aman Belanja Online, akan saya singgung sedikit tentang apa yang dimaksud dengan Online Shop. Singkatnya, menurut saya online shop itu adalah sebuah lapak yang menyediakan berbagai macam barang ataupun jasa, yang penerapan transaksi jual beli lapak tersebut memanfaatkan media online atau internet untuk memasarkan produk - produknya. Disini konsumen serta penjual tidak dapat bertatap muka secara langsung melainkan melakukan transaksi secara online baik melalui transfer dana ataupun COD (Cash On Delivery).
Nah, tidak dapat di pungkiri di jaman milenial yang serba gadget ini membuat online shop banyak di gandrungi oleh konsumen. Karena kemudahan, serta harga yang biasanya lebih murah membuat konsumen lebih memilihnya. Mungkin sudah tidak jarang lagi kita mendengar adanya penipuan online shop atau penipuan ketika berbelanja online. Bahkan mungkin saudara atau sahabat kita pernah mengalaminya. Dan pada akhirnya, mereka (korban) akan selalu menyalahkan penipu tersebut. Ya…. Memang mereka para penipu yang berkedok penjual itu 100% salah, namun ada baiknya kita menilai diri kita dulu. Bagaimana caranya? Kita refleksi diri kita dengan dua pertanyaan ini. Apakah kita sudah berhati – hati dalam berbelanja online? Apakah pengetahuan kita tentang keamanan berbelanja online sudah cukup? Selanjutnya, yuk mari kita simak beberapa Tips Aman Belanja Online :
  1. Tips Aman Belanja Online pertama yaitu Pilih Web Shop / Marketplace Terpercaya. Ini  merupakan situs penyedia barang online. Misalnya saya mencontohkan Bukalapak dan Tokopedia (Bukan Endorse). Nah apakah ini menjamin keamanan bertransaksi? Saya bisa katakana iya, karena di Tokopedia dan Bukalapak memakasi system rekening bersama (RekBer). Cara kerja Rekening Bersama adalah. Dalam transaksi, pembeli akan mengirimkan dana ke Tokopedia ataupun Bukalapak, setelah dana masuk ke rekening perusahaan tersebut, maka penjual akan di konfirmasi untuk mengirimkan barang ke pembeli. Jadi uang tidak langsung masuk ke penjual. Dan jika penjual tidak mengirimkan barang dalam batas waktu yang di tentukan, maka uang akan di kembalikan ke pembeli yang berupa saldo di akun bukalapak ataupun tokopedia. Tidak cukup disini saja. Namun pilihlah penjual dengan reputasi yang baik, reputasi yang baik merupakan tanda bahwa penjual tersebut sudah banyak melakukan transaksi penjualan sukses.
  2. Tips Aman Belanja Online kedua yaitu Cek Testimoni. Ini sangat penting untuk melihat reputasi penjual lewat jejaring social facebook maupun sosial media lainnya. Semakin banyak testimoni maka semakin baik reputasinya. Tentu jangan sampai testimony tersebut adalah testimony palsu. Cek keasliannya dan cek juga akunnya, apakah akun baru atau lama.
  3. Tips Aman Belanja Online ketiga yaitu Pertemanan / Pengikut / Follower. Ini penting juga, terkait dengan tips nomer 2. Tentunya jika testimony banyak, tetapi pertemanan / pengikut / follower facebook maupun Instagram sedikit atau terkesan akun baru. Maka kalian wajib waspada tentang hal itu.
  4. Tips Aman Belanja Online keempat yaitu Gunakan Rekening Bersama. Ini terkait penawaran online di luar web besar seperti tokopedia ataupun bukalapak. Gunakanlah jasa rekening bersama. Namun secara gampangnya, suruhlah penjual memposting dagangannya kea kun bukalapak ataupun tokopedia. Jika mereka tidak mau, lebih simpelnya carilah barang sesuai kebutuhan di marketplace terpercaya di Indonesia.
  5. Tips Aman Belanja Online kelima yaitu Jangan mudah tergiur dengan testimony. Banyak sekarang pelaku onlineshop yang menggunakan testimony palsu, kalian harus cermat dalam hal ini. Dan jangan terlalu berfikir memikirkan barang tersebut harus saya beli. Karena kita bisa saja menghiraukan dampak terburuk kedepannya.
  6. Tips Aman Belanja Online keenam yaitu Jangan mudah percaya dengan iming – iming harga miring atau murah. Secara,, mudahnya gini, apakah penjual rela menjual barang ataupun jasa jauh dari harga pasar? Apa mereka nggak rugi? Atau apa mereka ada niatan menipu? Gunakan fikiran jernih kalian untuk lebih memikirkannya sebagai bahan pertimbangan. Apa kalian mau memilih harga murah tetapi barang tidak datang, atau harga normal bahkan sedikit agak mahal tetapi barang mendarat sampai rumah dengan selamat?

Nah kesimpulannya adalah tetap berhati-hati dalam berbelanja online itu sangat penting, perhatikan pertimbangan-pertimbangan yang ada sebelum melakukan transaksi! Namun saran saya disini, yang paling aman adalah berbelanja di marketplace terpercaya seperti tips nomer 1. Karena disanapun tersedia  banyak macam macam barang yang bisa jadi itu sesuai kebutuhan kalian. Dan yang terpenting sudah menggunakan system transaksi yang aman juga. Tapi kalian juga harus cek reputasi masing – masing seller. Jangan hanya asal membeli. 
Ok bray, itu tadi Tips Aman Belanja Online yang bisa saya berikan. Jika ada yang kurang tepat menurut kalian ataupun  ada yang mau menambahkan silahkan tulis komentar kalian di kolom komentar.
(By: Nova R.)

Rabu, 27 Desember 2017

Hallo Mastah Yang Berkedok Newbie.!



Sore itu, ketika menyusuri tepi jalan menuju Trenggalek saya menemukan seseorang (meskipun tidak bertatap secara langsung). Kebetulan saya sedang dalam keadaan berduka, baru saja kehilangan sesuatu yang berpengaruh 10% dalam hidup saya. Bukan prosentase yang besar namun cukup menyakitkan. Sudahlah. Perkenalan yang diawali dengan ketidaksengajaan membuat saya betah berbincang-bincang lama, memang pada dasarnya saya suka bicara karena rasa keingintahuan saya besar terhadap hal yang saya minati. Hahahaa. Rupanya dia adalah seseorang yang sudah lama berkecimpung dalam dunia peblogeran, namun dia tetap tidak mau saya ledek dengan istilah mastah. Saya senang dengan cara dia bersikap, dengan rendah hati menjawab semua pertanyaan saya, bahkan pertanyaan yang sangat sepele sekalipun (mungkin dalam hatinya jengkel juga). Saya menyadari disini letak kesalahan saya, terlalu menggantungkan diri kepada sesuatu tanpa mau belajar sendiri, sehingga setelah semuanya berbeda saya menjadi kelabakan dan harus memulai belajar dari Nol.
Beberapa perbincangan penting dengan orang itu saya abadikan dalam tulisan ini, barangkali berguna buat para pemula seperti saya misalnya. Dan memang saya sengaja menuliskannya supaya ketika saya melupakan hal yang penting yang diajarkannya, saya bisa membacanya kembali.

Suatu ketika dia mengirimkan salah satu link blog dia tentang kesehatan. Bikin ketawa aja kalau keingat ini. Hahaha. Dan aku menanggapinya, seperti berikut;
A = Aku  dan     M  =  Dia

A:  Dalam satu artikel berapa penerapan kata kunci?
M:  Kata kunci 3 aja cukup yang di bold. Cari kata kunci riset ke google keyword planner. 
       Yang enak itu pakai google adword, banyak digunakan oleh blogger.
A:   Lha itu tadi tulisanmu yang tema membersihkan jerawat kok nggak ada yang di bold?
M:  Abaikan tulisan itu tidak ramah di google.
A:   Oke. Eh Google Adsense itu apaan sih?
M:  Kenal blog gak kenal Google Adsense? Bohong nih mbaknya!
A:  Padahal aku pengen tau, makanya tanya!
M:  Lebih jelasnya ini, simak https://id.wikipedia.org/wiki/AdSense.
A:  Lalu caranya daftar adsense gimana?
M:  Blogmu mau didaftarkan ta?
A:  Gratis apa bayar? Gak mau ahh kalau bayar. Domain aja itu dikasih. Hahahaa.
M:  Bentar jangan di daftarkan dulu. Berapa Visitor blogmu /day?
A:  Minimal harus berapa emang?
M:  Pengunjungnya 50 / hari sudah cukup. Tapi tidak masalah kok.
A:  Kalau aku nggak posting, pengunjungku dibawah 50 kadang.
M:  Makanya rajin posting aja dulu, nanti daftarnya aku bantu. 
       Soalnya blogger-blogger banyak yang menyerah kalau daftar Google Adsense.
A:  Terus kalau daftar dan ditolak gimana?
M:  Ya gak apa-apa. Tapi sakit hati ini. (Sambil ketawa)
A:  Wahhh, yang terbiasa ditolak.
M:  Terbiasa banget mbak kalau ditolak Google, kalau ditolak cewek belum pernah.
       (Ketawa Jahat dianya).
A:   It's Oke.
M:  Misalnya blogmu itu diganti template aja gimana mbak?
A:  Diganti template yang gimana? Aku belum pernah ganti ini. Yang gantikan biasanya
      mass (sensor). Kehilangan dia yaaa kehilangan suhu-ku. 
       Bisaku cuma nulis doang sementara ini.
M:  Kalau diganti template seperti blogku yang ini gimana. (Kirim link blog nya dia)
A:  Template ku yang pertama kemarin modelnya hampir seperti itu.
M:  Oalah kemarin gitu. Pake template Arlina atau Sugeng aja nanti gampang

Esok harinya
A:  Kualifikasi supaya bisa diterima Google Adsense apa sih?
M:  Besok aku jelasin kalau blogmu sudah masuk permintaan google.
A:  Terus biar masuk gimana?
M:  Tiap hari harus posting, blog bermanfaat untuk pembaca, terlihat unik, 
       kelengkapan blog seperti disclaimer, privacy, contact, about, dilengkapi dulu.
A:   Ehhhh.. Aku fokus Tesisku aja dulu. Soal blog belakangan aja. (hahaha, melarikan diri)
M:  Ya udah nanti selesai kuliah aku ajarin semuanya. Penting kamu punya niat, yang sepele otodidak
       aja, nanti yang gak paham tanyao aku!
A:  Siap bos.

Esok Harinya
M:   Udah Posting?
A:  Belum. masih proses ngetik ini, nyambi selesaikan revisian matematika.
       Udah dapat 380 kata,  dapat  juga malesnya!
M:  Hey, apa nggak kebanyakan itu ngetik 380 kata. Hilangin yang 80 kata gih. (sambil ketawa)
A:   380 kata kebanyakan? Menghina apa merendahkan?
M:   Aku aja bikin artikel cuma 1500-3000 kata. Kalau 380 kata itu kebanyakan. (masih ketawa)
A:   Ahhhhhhhh... Aku ngambek!
M:   Memang minimal segitu lo hu suhu. (sambil ketawa jahat lagi)
A:   Iya ini sudah ada peningkatan 500 kata lebih.
M:   Jangan lupa nanti dikasih Backlink di artikelmu terkait. Misalnya 
         Baca Juga:  Bla Bla Bla dan link yang mengarah ke home page juga.
A:  Maksudnya gimana?
M:  Gini loo, misalnya Kembali lagi dengan Blog Tri Wahyuni
       Yang Blog Tri Wahyuni itu dikasih link ini: www.triwahyuni22.com.
A:  Oalah. terus penyisipannya backlink dimana?
M:  Terserah dimana saja, kalau aku biasanya setelah 300 kata.
A:   Oke.
M:  Senyamanmu saja jangan ditargetkan. Kalau nulis capek ya istirahat. Besok nulis lagi 500 kata.
      Buat sampingan aja blog itu. Dan lagi jangan asal ambil gambar di google.
      Gambar itu punya hak cipta. Saranku lebih aman ambil dari Youtube terus di screen shot.
A:   Enggeh, siap.
M:  Aku Protes sama tulisanmu, URL kayak gini dapat juara berapa?                                                            http://www.triwahyuni22.com/2017/03/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html  
A:   Gak usah ngledek gitu. Itu lo udah coba tak edit, tapi hasilnya tetep gitu aja.
M:  Ya udah gini, postingan itu sampean copy semua, terus paste di entri baru dan simpan jadi draft dulu. Kalau sudah, postingan terdahulu sampean hapus tetapi ingat tanggal dan jam postingnya.
       Lalu kalau sudah dihapus, draft tadi sampean posting dengan tanggal dan jam yang sama dengan postingan terdahulu.
A:  Udah tak coba copy paste gitu, tetapi fotonya minta upload lagi, dan aku males. Hehhee.
M:  Pakai Mode HTML ! (Kirim gambar dengan penunjuk jelas mengarah ke tulisan HTML)
A:  Iya iya, tak nonton ayat-ayat cinta dulu.
M:  Iya, lagi kalau posting URL nya disamakan keyword.

Esok Harinya
M:  Artikelmu yang URL nya salah kemarin kok belum di edit lo. Udah tak kasih tau caranya juga!
A:   Hahahaha. Enggeh Proses ini.
      (Dan Akhirnya saya berhasil merubah URL nya menjadi normal, seneng banget!)
M:  Pengen ganti template yang gimana? (sambil kirim link blog yang berbeda-beda templatenya)
A:   Belum ada yang tertarik..
M:  Ya udah cario di google aja dulu.

Hari Selanjutnya
A:  Heeee masss, template ini apa bayar? (aku kirim link yang isinya buat download template)
M:  Suka to sama itu?
A:  Suka, ayo tutori ganti template.
M:  Yaa itu langsung di download, terus di extrak kalau masih zip. kalau sudah xml tinggal upload. 
A:  Oke, aku coba.
M:  Yang bagus itu pakai New Thesis Seo V3, aku pernah pakai. (sambil dikirim xml-nya).
       Backup dulu template mu lama. Tapi ini navigasinya belum aku setting.
      (Selang Beberapa Menit)
A:   Yeeeeeee aku bisa.Seneng deh akhirnya bisa ganti template ku sendiri. hahahaa (setelah sekian
       lama punya blog tetapi nggak tau caranya ganti template, akibat terlalu tergantung sma sesuatu).
M:  Biasa aja kali mbak.
A:  Tapi aku seneng mas, gak bisa biasa ini.

Kemudian sama masnya dikirim kode kode html untuk mengatur navigasi dan saya tinggal copas-copas saja lalu mengaplikasikan seperti yang dia contohkan. Bukan hanya itu, sama masnya juga diarahkan untuk menghapus beberapa widget yang nggak  enak dilihat mata (Ngrusuhi), serta untuk pola penulisanku harus dibenahi lagi karena kurang responsive. Setidaknya setiap 200 kata itu ganti baris baru supaya yang membaca nggak kesemutan. Hahahah.
Jadilah sekarang template baru saya, yang hasil ubahan saya sendiri meskipun masih dalam arahan seseorang, disini saya berusaha belajar dari apa yang tidak saya bisa, merawat dan menjaga apa yang sudah saya mulai, bukan jadi pengecut yang malah pergi, melarikan diri, dan mencari pengganti.!

Selasa, 26 Desember 2017

Lomba Lintas Alam: Jelajah Bukit Walikukun 2017

Lintas Alam Bukit Walikukun
Personil Lintas Alam Pendaki Gunung Tulungagung
Lintas Alam – Sekitar kurang lebih 3 Minggu yang lalu sebelum pelaksanaan acara, saya ditanya teman apakah ikut Lomba Lintas Alam Jelajah Bukit Walikukun ini atau tidak. Saya ragu waktu itu, karena ada dua acara yang bersamaan pada hari H nanti. Ini adalah salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh Komunitas Pendaki Gunung Tulungagung, bukan salah satu, tepatnya salah dua, hehehe. Karena kubu satu berjuang menjelajah Bukit Walikukun, dan Kubu yang satunya berjuang mendaki Gunung Penanggungan. Disini saya menceritakan kubu yang berjuang dalam Lomba Lintas Alam Menjelajah Walikukun. Lomba Lintas Alam ini diikuti oleh 14 peserta sebelum menjadi 15 peserta karena ketambahan dadakan. Dengan rincian sebagai berikut: 1 Regu Putri (Asri, Elysa, Feni), 2 Regu Putra (Dicky, Pendik, Angga) dan (Rendy, Adam, Fafa), 2 Perorangan Putri (Mia dan Saya Sendiri), 4 Perorangan Putra (Jepang, Tito, Baba, dan Shifa). 

Bukit Walikukun ini terletak  di Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, berdekatan dengan Candi Dadi (Bukit yang dilewati jika akan berkunjung ke Candi Dadi), Candi yang merupakan peninggalan sejarah masa pemerintahan Majapahit dan menjadi salah satu situs icon wisata di Tulungagung. Dulu saya pernah berkunjung dan camping ceria juga bersama beberapa personil Komunitas Pendaki Gunung Tulungagung di Bukit Walikukun. Dalam rangka camping ceria pergantian tahun 2016 ke tahun 2017. Sudah hampir setahun berlalu, tetapi keindahan yang ditawarkan disana masih tetap sama. Bukit ini mempunyai ketinggian yang lumayan bersahabat untuk pendaki pemula maupun seseorang yang tidak hobby mendaki. Nihh saya rekomendasikan tempat ini menjadi salah satu destinasi campground menjelang pergantian Tahun baru nanti.!


Sebenarnya 2 hari sebelum acara berlangsung saya sudah mulai nggak enak badan, tetapi karena sudah terlanjur niat dan minat sayapun berangkat dari rumah. Acara Lintas Alam  ini diadakan tanggal 24 Desember 2017, tepatnya pada Hari Minggu. Jadi sabtu malam jam 20.00, saya berangkat menuju tempat start dimana acara dilaksanakan. Seperti kebiasaan saya yang sudah-sudah, tiap kali mau jalan izinnya ke orang tua selalu dadakan H-1 menit sebelum berangkat (jangan ditiru yaa nak, haha), dengan dialog berulang-ulang yang seperti ini:

Ibuk: “Arepe nyandi wis yahmene?” (Mau kemana sudah jam segini).
Saya:”Arepe nek Boyolangu.” (Mau ke Boyolangu).
Bapak:”Wis jarno, kok penging yo ora kenek, penting kegiatane wajar-wajar ae, ora aneh-aneh.”(Sudah biarin, dilarangpun tetep nggak bisa. Yang penting kegiatannya wajar, nggak aneh-aneh)
Saya:”Siap ndan” (Pamit, cium tangan bapak ibuk, langsung cuss berangkat dengan semangat).
Malam itu saya dan teman-teman sampai lokasi sekitar jam 22.00. Saya kira tempat startnya itu berada di bukit atau ditempat tinggi lah, ternyata ramalan dukun saya meleset, saya kurang sakti rupanya, kurang lama begadang biar dapat wangsit, tempat start Lintas Alam Bukit Walikukun berada di lingkungan rumah penduduk. Jadi kita mendirikan tenda di depan rumah penduduk. Kebetulan malam itu cuaca cerah sekali, bintang bertaburan dilangit semakin menambah semangat saya untuk mengikuti kegiatan ini. Ternyata peserta yang mengikuti Lintas Alam ini sangat banyak sekali, tersebar dari berbagai daerah, ada yang dari Kediri, Blitar, dan Trenggalek. Prediksi kita banyaknya peserta mungkin mencapai ribuan, karena nomor pendaftaran saya saja 2038. Hahahaha. Lihat nomornya saja sudah yakin nggak dapat juara, jangankan berharap dapat juara, bisa sampai finish dengan sehat saja sudah Alhamdulillah.
Lintas Alam Bukit Walikukun
Suasana Bercengkerama Malam Hari
Suasana malam membawa kedamaian yang selalu membuat keakraban pertemanan terjalin. bercengkerama dan banyolan yang tidak ada habisnya selalu menemani saat moment berkumpul seperti ini. Dan hal itu yang selalu membuat saya rindu untuk berkumpul bersama teman-teman komunitas ini.
Esok harinya, Jam 04.00 semua personil terbangun. Kita bergegas menjalankan kewajiban sholat shubuh dulu sebelum persiapan membereskan barang bawaan (kecuali saya yang tidak ikut sholat, lagi dapat diskon per-bulan). Kayaknya ini juga menjadi  salah satu letak kesalahan saya, saya sarankan kepada perempuan yang lagi datang bulan untuk tidak terlalu memaksakan diri mengikuti kegiatan sejenis Lintas Alam ini tanpa persiapan yang benar-benar matang. Karena akibatnya sangat menggangu perjalanan dan bisa jadi merepotkan teman seperjalanan. Kalau untuk mendaki gunung saja mungkin masih bisa dilakukan, karena mendaki gunung bisa dilakukan dengan lebih santai. Tidak seperti kegiatan Lintas Alam dimana kita dikejar oleh durasi waktu. Dan rute yang harus ditempuh dalam kegiatan Lintas Alam Bukit Walikukun ini berjarak 15KM dengan estimasi waktu 4 jam harus sudah kembali sampai pada tempat start.
Lintas Alam Bukit Walikukun
Persiapan Beres-Beres Barang
Lintas Alam Bukit Walikukun
Personil Perempuan, dan Mbak Mia Nggak ikut kejepret
Lintas Alam Bukit Walikukun
Udah sekelas Boy Band, hahaha.
Lintas Alam Bukit Walikukun
Dan ini dia nomor pendaftaranku, Kiat meredam lara hati kataku, hahaha
Sebelum diberangkatkan sekitar pukul 07.00 diadakan upacara pemberangkatan yang diisi sambutan-sambutan oleh ketua panita, kapolsek dan pembacaan kode etik terkait kegiatan Lintas Alam ini. Akhirnya tepat pada pukul 07.15 dengan dibacanya surat Al-Ashr bersama-sama kegiatan Lintas Alam diberangkatkan. Karena saya sebagai peserta perorangan, saya terpisah dari teman-teman komunitas (berjuang sendiri), hehheee.
Lintas Alam Bukit Walikukun
Komunitas Pecinta Alam Dari Panggul Trenggalek
Lintas Alam Bukit Walikukun
Yakin demi apapun, berjuang sendiri itu nggak enak apalagi dalam keadaan mengikuti kegiatan seperti Lintas Alam ini. Kita butuh teman untuk saling menguatkan. Kita butuh teman untuk saling berbagi. Kita butuh teman untuk saling mendukung dan bekerja sama. Dan akhirnya saya menyerah pada keadaan, saya tidak sekuat yang saya pikirkan. Setelah melewati Pos 1, dan nanjak sekitar 30menit, kepala saya pening, bumi berputar, rasanya seperti melihat bintang-bintang atau klemun-klemun seperti orang mau pingsan. Bukan mau lagi, tapi sudah hampir di penghujung pingsan. Akhirnya saya berhenti dan ditemani beberapa anggota komunitas yang kebetulan jalannya depan belakang sama saya. Saya menenangkan diri sebentar, mengatur nafas, serta berdoa dalam hati minta diberi kekuatan, lalu saya minum air putih sedikit. 
Lintas Alam Bukit Walikukun
Gambaran jalan menuju pos 1.
Lintas Alam Bukit Walikukun
Trakking menuju Pos 2, Nanjak Terus.
Setelah agak mendingan saya lanjutkan perjalanan bersama teman-teman. Saya tidak berani sendirian lagi. Selang trakking sekitar 15menit saja, ganti perut yang nggak bisa diajak kompromi, saya mual dan akhirnya muntah (akibat nggak sarapan). Haduh, ngrepotin orang lagi. Ini makanya saya berpesan buat perempuan yang mau mendaki atau berkegiatan outdoor lain yang memerlukan tenaga berlebih, mending dipikir dua kali jika kalian dalam keadaan datang bulan. Karena dalam keadaan datang bulan kondisi tubuh tidak seoptimal seperti biasanya. Kalaupun nekat tetap berkegiatan seperti itu, usahakan persiapkan fisik dengan baik, makan makanan bergizi, suplay vitamin, istirahat cukup (jangan begadang), minum penambah darah bagi penderita darah rendah, dan pemanasan sebelum berangkat (jogging atau senam ringan di rumah).

Dengan fisik yang selemah itu, apa yang saya pikirkan.? Saya mengeluh mau menangis dan ingin berhenti saja. Tetapi dengan tlaten seseorang didepan saya memberikan semangat dan memegang tangan saya pelan-pelan untuk tetap melanjutkan perjalanan (trakking nanjak lagi). Memang dalam keadaan seperti inilah peran partner perjalanan sangat diperlukan. Setiap tapak perjalanan saya hanya berdoa minta kekuatan, dan Alhamdullillah saya keluar dari penderitaan saya. Dengan bahagianya kekuatan saya telah terupgrade kembali, saya bisa trakking dengan normal tanpa merasakan mual, lemas dan lain-lain. Sekali lagi, disini saya sadari Berjuang Sendiri Itu Tidak Selamanya Enak dan Mudah apalagi dalam kegiatan outdoor  dengan kondisi fisik yang tidak stabil.
Lintas Alam Bukit Walikukun
Sabana Walikukun
Lintas Alam Bukit Walikukun
Masih bisa bergaya diatas Pos 2, hahaha
Mendekati pos 2, keadaan tubuh saya justru semakin membaik, kembali ceria, kembali banyak ngomong, dan kembali sehat 100%, Alhamdullillah. Kegiatan wahid yang tidak boleh terlupakan adalah foto-foto dalam setiap perjalanan. View yang kita temukan sepanjang perjalanan betul-betul memanjakan mata. Hampir saja saya nggak bisa menikmati view seindah itu jika saya benar-benar menyerah dengan keadaan dan harus berhenti di tengah jalan. Ada satu tempat yang  saya sukai karena sangat sejuk meskipun cuaca panas pada saat itu, kita sebut saja sabana walikukun, karena sudah hampir mirip mirip dengan sabana merbabu, menghijau dan menyejukkan. Waktu terus berjalan. Sampai pos 2 saja perjalanan kita sudah jam 10.00 lebih. Sepertinya kita memang tidak bisa mengejar ketepatan waktu. Ada juga beberapa teman yang mengalami kram kaki, sehingga kita harus banyak beristirahat.
Setelah dari Pos 2, kita mulai trakking di dataran rendah sekitar 30 menit. Ada satu teman perempuan yang dua kali mengalami kram kaki namun dia tetap menguatkan untuk sampai finish. Padahal untuk menuju Pos 3, kita harus trakking nanjak lagi. Tetapi dia tidak menyerah. Dia tetap semangat, dia tidak mau di evakuasi, katanya "Masa aku naik mobil sendiri sedangkan teman-temanku jalan kaki, aku masih kuat.!". Dan benar, diapun bisa sampai finish bareng-bareng sama kami.
Lintas Alam Bukit Walikukun
Tanjakan Menuju Pos 3.
Keindahan sepanjang jalan yang kita temui. Menuju Pos 3.
Trakking menuju Pos 3.
Sesampainya di pos 3, waktu sudah menunjukkan jam 11.00 lebih. Dan kitapun sepertinya sudah tidak bisa mengejar kategori ketepatan waktu. Namun hal ini tidak menyurutkan langkah kaki kita untuk berhenti. Kita tetap berjalan sampai tempat finish, profesional dong, namanya juga Lintas Alam. Hahahaa. Meskipun kita sempat beristirahat lumayan lama, dan sambil makan siang hasil rampokan nasinya panitia yang kebetulan melewati tempat kita istirahat (bukan rampokan, tetapi dikasih cuma-cuma oleh panitianya, mungkin kasihan lihat kita, sudah seperti orang nggak makan 3 hari, hahaha). Akhirnya perjalanan yang kita lakukan dengan santai, sekitar pukul 12.30 kita sampai kembali di tempat start yang juga menjadi tempat finishnya. Bagi kita nggak apa-apalah nggak bisa meraih juara ataupun kemenangan. Kita tidak seberambisi itu, apalah arti kemenangan jika untuk meraihnya harus meninggalkan beberapa teman dengan kondisi yang tidak memungkinkan. Rasa persahabatan dan kemanusiaan kita lebih besar dari sebuah kemenangan. Insyaalloh lain kesempatan, Kemenangan pun bisa berpihak kepada kita. Aamiin.


Makan hasil pemberian cuma-cuma dari panitia, haha.


Sejauh apapun langkah kakimu pergi, jangan lupa bawa sampahmu kembali.!
Bagaimanapun juga alam pun ingin disayangi..
Supaya anak cucu kita bisa ikut menikmati..
Keep Traveling dan Mari Sayangi Lingkungan!

Rabu, 20 Desember 2017

Pantai Coro (Pantai Eksotis Yang Cocok Untuk Mengisi Liburan)

Wisata Tulungagung
Pantai Coro - Hallo gaes, kali ini Blog Triwahyuni kembali melakukan travel fantastis di Tulungagung yang lagi-lagi berupa pantai. Masih anget-angetnya  saya kunjungi nih. Dalam waktu yang belum ada satu bulan saja saya sudah dua kali datang ke tempat ini dan sekali lagi tidak ada bosannya, sampai mas-mas penarik tiket masuk saja masih hafal sama wajah saya, hihihi. Memang saya suka banget mengunjungi pun melarikan diri ke tempat sepi yang berbau alamiah untuk bercengkerama dengannya saat sudah lelah dengan aktivitas sehari-hari dan ditambah jika ada masalah mendera. Seperti cerita saya Gunung Budeg Part II (Ketika Keteguhan Kembali Diuji) itupun kepergian saya kesana karena ingin bertaddabur alam supaya bisa berpikiran lebih jernih ketika otak sudah mulai tidak mampu menerima  segala aktivitas duniawi.

Kembali ke cerita Pantai Coro. Pantai Coro ini terletak di Tulungagung paling ujung selatan. Tepatnya di Desa Besuki, Kecamatan besuki Kabupaten Tulungagung Jawa Timur. Untuk mengunjungi tempat ini, dari pusat kota mungkin memakan waktu sekitar  1,5jam perjalanan. Tidak perlu khawatir kesasar jika mau pergi ke Pantai Coro, pantai ini bersebelahan dengan Pantai Popoh yang pernah terkenal di jamannya. Jadi misalnya mau berkunjung, jika berangkat dari pusat kota bisa mengikuti petunjuk arah yang sudah dipasang di pinggir-pinggir jalan untuk menuju Pantai Popoh terlebih dahulu. Sesampainya di Pantai Popoh, bisa nih Tanya warga sekitar arah menuju Pantai Coro, pasti dikasih tau dengan jelas dan sedetail mungkin.

Pantai Coro menjadi satu-satunya pantai di Kabupaten Besuki yang ngehits karena keeksotisannya dibanding pantai-pantai yang lain (Di Kecamatan Besuki). Pantai dengan pasir putih bersih dan warna air yang biru jernih menambah sempurna label keeksotisannya. Siapa yang tidak terkesima jika berada disana. Saya saja betah berlama-lama berada disana glosoran di pasir putihnya sambil memandang lautan dan ditemani semilir angin yang menyejukkan tubuh, hati serta perasaan saya. Mulai deh bapernya Hihihi.
Baru Ketambahan Satu personil cantik, Mbak Rindra :-D
Kunjungan pertama saya ke Pantai Coro dalam bulan ini, saya lakukan bersama sahabat-sahabat saya (The Gengs, yang kebetulan kami baru saja merekrut personil baru, jadi dengan bertambahnya satu personil, bertambah pula teman perempuan dalam lingkar persahabatan kami. Saya sudah tidak lagi menjadi kaum minoritas, meskipun pada dasarnya saya tetap menangan sendiri pun sebelum ketambahan personil perempuan ini. Hahahaa. Kalau mau blusukan kemana-mana sekarang mah saya aman, dan orang tua sayapun semakin tidak khawatir karena ada temannya perempuan, mungkin sebentar lagi nama grup kami mau bertransformasi dari The Gengs menjadi F4). Perjalanan yang ditempuh dengan sedikit ngoyo tersebut tidak menyurutkan langkah kami untuk segera bisa sampai Pantai Coro. Waktu itu kondisi jalannya sangat parah, karena malam sebelum waktu kami berangkat diguyur hujan lebat. Jadi jangan tanya lagi bagaimana akses jalannya. yang pasti licin, berlumpur, dan terpaksa membuat kami melepas sendal. Namun hal semacam ini yang kami temukan dalam perjalanan tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan keindahan yang didapatkan dan bahagianya kebersamaan bersama sahabat. Jadi apa kalian punya sahabat yang benar-benar sahabat?


Wisata Tulungagung
Salah satu bentuk jalan yang kami lewati


Wisata Tulungagung
Buat yang punya Hammock bisa dibawa nihh.
Wisata Tulungagung
Cocok Juga buat camping, walaupun ini hanya sebagai properti foto, hehehe
Pantai Coro dengan segala keindahan akan menghipnotis siapa saja yang datang kesana. Saya rekomendasikan tempat ini untuk mengisi liburan para penikmat alam. Karena selain tempat ini belum ramai dikunjungi orang juga menawarkan kenyamanan yang tidak kita temukan disela-sela kesibukan kita. Disana juga sudah terdapat warung-warung kecil yang berjualan berbagai macam minuman serta snack, untuk yang tidak kuat jalan kaki, bisa juga menyewa jasa ojek yang disediakan oleh penduduk setempat. Namun menurut saya buat yang mempunyai fisik kuat lebih baik jalan kaki saja yaaa, karena bisa membuat kita lebih sehat. Trakkingnya tidak terlalu lama kok, kurang lebih hanya sekitar 30menit saja dari parkiran sampai Pantai Coro.  Oh yaa, sebelum memasuki wilayah Pantai Coro, kita akan di tarik 2 kali pembayaran tiket masuk. Mungkin hal ini yang membuat saya kurang setuju yaaa. Tetapi ya kembali lagi, kondisional sajalah, tidak juga memberatkan jika memang biaya penarikan tiket masuk digunakan untuk perbaikan dan perkembangan tempat wisata supaya lebih bagus lagi. Untuk tiket masuk pertama, mungkin kita bisa dikenai biaya 5000/motor di pos penarikan tiket pertama (baik berangkat dari barat maupun dari timur), lalu setelah itu kita menuju tempat parkir dan biaya parkirnya juga 5000/motor. Setelah dari tempat parkiran kita mulai naik (sudah mulai trakking menuju Wilayah pantai Coro) sekitar kurang lebih 500meter disitu juga ada pos penarikan tiket lagi sebesar 5000/orang. Jadi total yang harus dibayar untuk satu orang dengan satu kendaraan motor adalah 15ribu rupiah. 

Perjalanan kedua saya, saya tempuh bersama teman saya dan keponakan kecil saya yang bercita-cita menjadi guru serta pendaki seperti tantenya kata dia, hahahahaa. Ceritanya kita mulai perjalanan sekitar pukul 10.00 saat matahari waktu itu mulai anget-angetnya lalu semakin panas dengan bertambahnya jam. BTW, akses jalan di pantai coro ini mulai mengalami perubahan. Akses jalan setelah tiket penarikan masuk yang kedua mulai dibangun dan diperlebar. Sebenarnya akan memudahkan kita juga dan bermanfaat untuk para pengunjung, namun kalau menurut saya pembangunan ini terlalu berani karena harus mengorbankan kenampakan alami yang diciptakan Tuhan, dan membuat hutan beralih fungsi. Tapi diluar itu semua, hal ini mungkin dimaksudkan untuk mengangkat ekonomi masyarakat sekitar, dengan perbaikan jalan membuat akses jalannya semakin mudah dan semakin menarik minat wisatawan untuk berkunjung kesana.
Wisata Tulungagung
Akses jalan yang mulai diperbaiki
Perjalanan kita memakan waktu sekitar 25menit. Ini pertama kali saya mengajak keponakan blusukan dengan cara trakking berpanas-panasan. Tapi sepertinya dia sangat menikmati dan bahagia sekali seperti tantenya. hehehe. Cocok nih buat orang tua untuk mengenalkan alam kepada anaknya,  jangan cuma dibiarkan bermain gadget, sesekali diajakin lah bermain diluar rumah, mengenal alam salah satunya. Interaksi dengan alam membuat anak akan semakin peka terhadap keadaan lingkungan sekitar, sehingga tidak menciptakan sikap acup dan terkesan tidak peduli seperti fenomena kids jaman now sekarang ini. Eitss, tetapi tidak semua anak suka dan mau diajak blusukan seperti ini yaa. jadi misalnya si anak tidak mau, yaa tidak perlu dipaksa. Masih banyak kok cara lain untuk mengenalkan anak supaya mau berinteraksi dengan lingkungan alam. Kemudian sambil tiduran di pasir putih pantai, saya menceritakan Sebuah Tebing mengagumkan yang letaknya tidak jauh dari Pantai Coro, mendengar cerita dari saya membuat teman dan keponakan saya tidak hanya puas bermain di pantai Coro, mereka mengajak untuk naik melewati bukit dan melanjutkan perjalanan kita menuju Tebing Banyu Muluk yang estimasi perjalannya 10 menit sampai sana. Duhhhh, si kecil tambah kegirangan berada disana, malah nggak mau diajakin pulang. Dan akhirnya, setelah kita bertiga puas bengong menikmati indahnya Laut lepas plus berteriak-teriak nggak jelas di tebing, kita pun memutuskan untuk pulang.
Perjalanan Wisata mengisi liburan pun done. Kita sampai rumah dengan sehat, selamat dan bahagia. Mudah sekali bukan menciptakan rasa bahagia? Dan ini salah satu cara saya untuk bahagia serta mengisi waktu liburan yang tidak terlalu mengeluarkan banyak biaya ketika melakukan wisata (hehehe), bagaimana dengan cara kalian?
Wisata Tulungagung


Wisata Tulungagung

Wisata Tulungagung
Tebing Pantai Coro sebelah timur


Wisata Tulungagung
Tebing Banyu Muluk
Wisata Tulungagung
Yang tak tertinggalkan, berteriak dari atas tebing
Wisata Tulungagung
Sabana Di Banyu Muluk
Wisata Tulungagung
Perjalanan Pulang

Sejauh apapun langkah kakimu pergi, jangan lupa bawa sampahmu kembali.!
Bagaimanapun juga alam pun ingin disayangi..
Supaya anak cucu kita bisa ikut menikmati..
Keep Traveling dan Mari Sayangi Lingkungan!