Kamis, 09 November 2017

Pendakian Gunung Kelud Via Desa Tulungrejo yang Menantang

Pendakian Gunung Kelud Via Desa Tulungrejo
Puncak Gunung kelud Dokument by narasumber
Kali ini ada yang berbeda dari artikel yang saya buat. Semua informasi tentang Judul yang saya tulis dalam artikel ini adalah hasil Tanya jawab saya dengan seorang anggota #PendakiIndonesia Blitar dan bukan hasil pengalaman saya sendiri. Tetapi jangan khawatir, dipastikan informasi yang tertulis relevan dengan kenyataan yang ada. hehee.
Gunung Kelud, siapa yang tidak mengenal surga kecil yang sering dirindukan oleh sebagian  besar orang. Dengan letak geografis yang berada di perbatasan 2 kota , yaitu Kediri dan Blitar membuat Gunung Kelud dapat dikunjungi melalui dua cara, baik dengan melakukan pendakian (Via Blitar) ataupun mengendarai montor hingga bagian bawah tubuh gunung (Via Kediri). Kelud memang sudah lama terkenal dan menjadi tujuan wisata yang di idolakan oleh orang-orang untuk melepas penat serta menikmati keindahan alam. Tidak heran, jika banyak sekali pengunjung yang berlomba-lomba untuk datang kesana. 
Namun kali ini artikel yang akan saya bahas adalah tentang Gunung kelud yang ditempuh melalui pendakian. Untuk melakukan pendakian ke Gunung Kelud pertama-tama kita harus menuju Kota Blitar, karena jalur trackingnya itu melalui Desa Tulungrejo, Kecamatan Gandusari. Sesampai di Tulungrejo kita harus  melakukan registrasi terlebih dahulu dengan melengkapi administrasi (mengisi nama dan alamat), membayar simaksi sebesar 7000 rupiah (cukup bersahabat dengan kantong dibanding keindahan yang akan didapatkan), dan parkir yang per-hari sebesar 5000 rupiah.
Pendakian Gunung Kelud Via Desa Tulungrejo
Pos Registrasi di Desa Tulungrejo
Bagi kalian para pengunjung dengan stamina yang kuat, Puncak Gunung Kelud ini bisa dinikmati dengan cukup sekali jalan (Pulang-Pergi), atau juga jika ingin bermalam dengan mendirikan tendapun bisa dilakukan karena tersedia area  camp ground. Bila kondisi gunung sepi, kita bisa leluasa mendirikan tenda disana, namun jika kondisi gunung sedang ramai maka kita bisa mendirikan tenda di dekat puncak gunung kelud. 
Pendakian Gunung Kelud Via Desa Tulungrejo
Area camp ground
Pendakian Gunung Kelud Via Desa Tulungrejo
Area camp Ground
Untuk menuju area camp ground estimasi waktu tracking selama kurang lebih 3-4 jam, tergantung kondisi fisik kita dan cuaca pada saat itu. Disarankan juga untuk membawa logistik yang cukup terutama air minum, karena di Kawasan Gunung Kelud hampir tidak terdapat sumber mata air, yaaa daripada dalam perjalanan itu kita kekurangan air lalu kehausan (mending kehausan karena kurang kasih sayang daripda kurang air minum, haha).  Menurut versi Narasumber, di kawasan Gunung Kelud ini terdapat 4 pos peristirahatan (soalnya minim petunjuk), jadi jika sekiranya tenaga kita sudah mulai low, adabaiknya kita berhenti dan beristirahat sebentar, bisa di pos tersebut atau ditempat lain yang diprediksikan aman.
Pendakian Gunung Kelud Via Desa Tulungrejo
Akses Jalan Setelah Area CampGround
Dalam sepanjang perjalanan menuju kenangan, kita akan disambut dengan vegetasi yang dapat menyegarkan mata, yaitu ilalang yang  menghijau dan beberapa tumbuhan edelwaise. Namun bukan hanya itu, disanapun merupakan habitat tumbuhnya pacet yang dapat menyerang siapa saja apalagi musim hujan. Yaaa mungkin pacet ini merupakan hewan musiman seperti cintamu :D setiap musim berganti, jika musim hujan maka intensitas bertemu dengan hewan ini akan semakin besar. Jadi persiapkan dirimu untuk menjadi korban hisapannya, itung-itung donor darah lah, hahahaa. Tetapi ada cara yang dapat digunakan untuk mengantisipasi supaya hewan ini tidak menyerang tubuh kita, yaitu dengan mengoleskan tembakau yang setengah basah pada bagian tubuh yang memungkinkan menjadi sasaran hewan penyerap darah ini (kaki, betis, tangan). Bukan hanya panen pacet yang akan kita temui jika di musim hujan seperti ini, terkadang kabut tebal juga akan menghalangi jarak pandang pendakian. Jadi kurang disarankan oleh narasumber untuk melakukan pendakian pada saat musim hujan. Karena bagi pemula, bisa dikatakan bikin sengsara (hidup loe sudah sengsara, jangan tambah-tambah cari kesengsaraan lagi :D). Mending cari aman saja, utamakan keselamatanmu.!
Pendakian Gunung Kelud Via Desa Tulungrejo
Akses Jalan Menuju Puncak
Nah, kembali ke Camp Ground tadi. Untuk sampai ke puncak kelud, dari area Camp Ground kita masih memerlukan waktu trakking sekitar 2 jam. Tetapi seperti yang dibahas di awal,  lama waktu tempuh tetap tergantung pada stamina/kondisi fisik kita. Medan yang ditempuhpun terbilang tidak mudah, karena yang kita hadapi adalah tanjakan yang tidak pernah putus, sehingga membuat kita harus bersiap untuk Nanjak terus. Selain itu, untuk menggapai puncak kelud pun harus melewati medan yang juga di kenal dengan istilah Punggung Naga (jalan Setapak dengan lebar kurleb 1 meter dan kanan kiri adalah jurang dengan kedalaman kurleb 50meter). Punggung Naga ini dirasakan menjadi medan terbahaya, sehingga memerlukan kehati-hatian yang lebih maksimal untuk menempuhnya. Bukan hanya Punggung Naga, Keludpun menawarkan satu trek yang ekstrim dan penuh tantangan yaitu berupa tebing miring dan bebatuan terjal.
Usai melewati ekstrimnya trek dan perjalanan panjang, kelelahan kita akan terbayarkan sesampainya di Puncak Kelud. Disana kita disuguhi ciptaan Alloh yang Maha Dasyat berupa kawah berwarna hijau yang membius dan membuat siapa saja pasti akan rindu ketika sudah menikmatinya. Namun, bagaimanapun juga, yang perlu di ingat dari tujuan kita mendaki adalah kembali pulang ke rumah dengan sehat dan selamat. Bukan menggapai puncak gunung saja! Perhitungkan masak-masak segala apapun yang menjadi kendala, dan jangan dipaksakan.
Pendakian Gunung Kelud Via Desa Tulungrejo
Puncak Gunung Kelud
Pendakian Gunung Kelud Via Desa Tulungrejo
Kenampakan Kawah
Ada tambahan Quotes dari Narasumber yang mungkin semakin bisa meyakinkan kita untuk mengunjungi surga sederhana ini:
“Kelud—Buat MERINDU. Tempat tinggi tak berpenghuni, tempat indah yang jarang terjamah, tempat dimana akau bisa berinteraksi secara dialogis dengan alam.”

Dan ada juga saran dari Narasumber: Jangan pernah coba-coba jika belum ada persiapan matang. Karena untuk bercengkerama dengan alam membutuhkan tenaga yang terforsir lebih dari biasanya.!


EmoticonEmoticon