Rabu, 29 November 2017

Wana Wisata Jurang Senggani

wana-wisata-jurang-senggani
Buper Magersari
Wisata Tulungagung Jurang Senggani - Hari itu tepatnya tanggal 25 nopember 2017 saya punya agenda dadakan yaitu camping ceria sama beberapa teman PGT (Pendaki Gunung Tulungagung) di suatu Tempat Wisata Tulungagung. Seperti biasa, menjelang keberangkatan - saya masih sibuk dengan aktivitas saya yang serba mbriutt, apalagi kalau bukan ngajar bimbel, yaaa walaupun ada beberapa murid yang saya lobi masuk hari Minggu, supaya waktu berangkat saya tidak terlalu kepepet. Ditambah lagi H-2 jam berangkat saya harus menuruti desakan kata hati untuk mentargetkan sebuah tulisan dalam Edisi Hari Guru Nasional 2017 . Singkat cerita, waktu itu saya berangkat bareng sama 2 cowok kece jaman now yang ngehits di kelurahan Tretek, hahaha. Kenapa berangkat bareng mereka, karena yang berangkat malem cuma mereka. Awalnya untuk  memulai melangkahkan kaki dari rumah sih saya deg-degan (bukan karna jatuh  cinta yes), ini karna awalnya saya belum izin bapak-mamak kalau mau camping, dan ditambah berangkatnya malem lagi. Tetapi dengan modal tampang melas supaya meyakinkan mereka dan sayapun sudah terlanjur packing (jurus andalan saya tiap kali mau keluar) akhirnya mereka mengizinkan dengan pesan yang begitu simple "ati-ati lo". Horeee, duhh senangnya dalam hati (udah kayak ketemu gebetan). Langsung saja saya cuz rumah mas toye yang ternyata mas sliping pun sudah nunggu disana.
wana-wisata-jurang-senggani
Kloter ketiga yang Berangkat malem
Nahh, Wisata Tulungagung yang menjadi sasaran lokasi camping kita kali ini adalah Wana Wisata Jurang Senggani, atau juga di kenal dengan Buper Magersari yang letaknya berada di Desa Nglurup Kecamatan Sendang Kabupaten Tulungagung. Tempat ini menjadi salah satu andalan Wisata Tulungagung yang beberapa tahun ini mulai populer.Jurang Senggani itu sendiri sebenarnya merupakan suatu wisata berupa air terjun di tengah rimbunnya hutan. Sedangkan Buper Magersari adalah suatu lokasi bumi perkemahan yang dikelola sedemikian rupa dengan didukung tambahan fasilitas-fasilitas terbaik yang berupa spot untuk bersua foto, wahana outbond, ayunan beserta jungkat-jungkit dan fasilitas-fasilitas lain yang tujuannya itu adalah memberikan kenyaman pengunjung. 
Untuk menuju lokasi Wana Wisata Jurang Senggani ini, dari pusat kota kita memerlukan waktu sekitar 1 jam, lebih rincinya saya kemarin berangkat pukul 20.39 dari kota, sampai pertigaan Karangrejo sekitar pukul 21.05 dan sampai lokasi Buper Magersari Pukul 21.40. Akses jalannya pun sekarang sudah lumayan bagus, meskipun ada beberapa jalan yang masih berlubang dan dipenuhi genangan mantan ketika masih hujan gini, lalu bikin kita terjebak dan galau  karena harus menahan sakit terjerembab kedalamnya. hahaha.
Berikut adalah foto-foto fasilitas yang bisa di Nikmati oleh pengunjung dan rincian acara kita di Buper Magersari :
wana-wisata-jurang-senggani
Kenampakan Gazebo Luar Buper Magersari
wana-wisata-jurang-senggani
Parkir Dekat Gazebo
Seperti yang saya bilang diatas, malam itu kita sampai Buper Magersari sekitar pukul 21.40. Dengan ditemani gerimis tipis disepanjang jalan, namun tidak membasahi baju kita (piye iki critane, udan tapi ndak nelessi, sekti tenan rekkk, haha). Senangnya ketika melakukan perjalanan malam, penuh dengan ketenangan dan jauh dari hiruk pikuk kendaraan roda dua maupun roda empat.
Untuk memasuki Buper Magersari ini, kita cukup mengeluarkan uang sebesar 5ribu rupiah per-montor, sedangkan untuk mobil sekitar 15ribu rupiah, yang akan ditarik di Post Penarikan gapura pertama Buper Magersari. Namun karna pada saat itu kita berangkat malam, Post penarikannya sudah sepi alias tidak ada yang menunggu. Di dekat post penarikan juga bakal kita temukan spot pertama yang dapat digunakan untuk bersua foto dan berbentuk  unik serta menunjukkan identitas penuh dengan tulisan besar Welcome to Wisata Jurang Senggani. Spot foto ini masih baru dibangun looo. Jadi bisa dibilang saya orang pertama yang mencobanya. Ehhhhh. 

wana-wisata-jurang-senggani
Spot Foto yang Pertama dan bukan satu-satunya

wana-wisata-jurang-senggani
Pos Penarikan karcis gapura pertama
Selesai bayar karcisnya, dan melewati post penarikan karcis, kita langsung bisa masuk ke area Buper Magersari. Tidak perlu khawatir memikirikan bagaimana parkir kendaraan kita, baik mobil maupun montor bisa diparkir di lokasi bagian dalam Buper tersebut karena area parkir di lokasi buper sudah tersedia luas.
Selain itu setelah sekian lama tidak menginjakkan kaki di Buper, ternyata Buper Magersari sudah mengalami perkembangan yang begitu pesat, bagaimana tidak, rupanya sekarang sudah terdapat beberapa warung-warung makan yang berjejer di sepanjang jalan sebelah kanan dengan berbagai menu yang tersedia. Toilet-toilet yang bersihpun menjadi fasilitas tambahan yang  memudahkan pengunjung ketika kebelet mau buang air kecil maupun  buang air besar.
Memasuki lokasi buper, kita akan disambut oleh lahan luas yang menghijau, yang menjadi area camp ground andalan Buper Magersari. Disini, rekomended banget buat mengadakan event tertentu (aniversary komunitas, bakti sosial, camping ceria, DLL) jika mengharuskan para pesertanya membangun tenda dengan jumlah  yang lumayan banyak. Namun ada beberapa syarat yang harus dipenuhi jika akan mengadakan event disini, untuk lebih jelasnya bisa menghubungi pokdarwis/pengelola Buper magersari tersebut.


wana-wisata-jurang-senggani
Lokasi Berkemah bagian bawah
Lokasi berkemah bagian atas (Lokasi saya dan teman-teman)
Lokasi pindah makan dan pindah tidur kita
Relationship Goals Idolahhh, yang selalu mengurus makan teman-temannya
Lelah, Berkelana Tanpa Pengiring, Eaaakkkk :-D
Bukan hanya Area Camp Ground yang luas, Buper Magersari pun menawarkan fasilitas-fasilitas yang lain yang semakin mengiyakan tempat ini menjadi salah satu destinasi kita untuk berwisata ataupun camping ceria dengan keluarga. Untuk anak-anak misalnya, mereka bisa kita ajak main ayunan dan jungkat-jungkit yang disediakan cuma-cuma oleh pengelola. Dan ada juga wahana outbond, yang saya dengar untuk menjejal permainan itu harus mengeluarkan sedikit uang tambahan. iyaaaaa kaliii, masa semuanya minta gratis. Pipis aja bayar 2000 kok di toilet umum. hahahaa
Fasilitas tambahan gratis buat anak anak
Fasilitas yang mungkin perlu merogoh koceng tambahan, hehhee
Yang muda, tua, lansia tidak perlu iri dengan fasilitas anak-anak yang disediakan cuma-cuma itu oleh pengelola. Buat kalian yang update dan jadi miss ataupun mister sosialita bisa menikmati spot foto yang instagramable banget buat tambahan koleksi hasil ngebolang, ehh, gak kalah deh sama spot-spot  foto wisata buatan di kota-kota ngehits lainnya.  

Salah satunya ada spot yang berbentuk lope-lope dan seharusnya cocoknya itu digunakan berpose ala mesranya pasangan kekinian. hihihi. Kemudian ada lagi juga spot foto yang mendayagunakan payung yang digantung dan berjejer rapi naik keatas bukit yang lebih tinggi, dan bakal bikin koleksi foto kalian makin apik.

wana-wisata-jurang-senggani


Bukan Cuma itu doang, disana juga tersedia tulisan-tulisan yang jika dibaca bakal bikin mengocok perut kalian, sudah lucu bikin baper pula, uluh-uluh sungguh kreatif tingkat ilmu kebaperan yang bikin tulisan itu. Ada juga beberapa rumah pohon yang disediakan oleh pengelola  dan itu pun merupakan salah satu icon unggulan Buper Magersari. Dibawah ini ada beberapa kenampakan foto yang diambil oleh teman saya dari atas rumah pohon, cekidott:

Kalau aku harus lupain kamu, aku mau ke kelurahan dulu, bikin surat keterangan tidak mampu, kamu iya kamuuu...
Ketika JOMBLO berimaginasi.. (ojo dibully rek) :-D

Pesan saya sebagai subjek sekaligus penulis, jangan lupa kalau main ke Buper harap bawa pasangan yaaaaa, biar nggak baper kayak saya. Kalau kalian jomblo bisa rental pasangan dimana gitu kek, asal bukan rental pasangan orang (Jadilah jomblo elegan, mencari tanpa merusak yang lain, unch).


wana-wisata-jurang-senggani
Diambil dari atas rumah pohon
Nemu Bunga ini bahagianya luar biasa,.

Gimana, masih tidak tertarik untuk berkunjung kesini? Selain Tempat ini menyediakan spot spot foto yang instagramable banget, juga menyediakan wahana bermain anak yang bisa melatih keterampilan motorik mereka, menambah percaya dirinya untuk mengahadapi tantangan, dan mencoba sesuatu yang baru yang tidak ditemukan di aktivitas kesehariannya. Cuma bermodal 5ribu / 15ribu rupiah untuk masuk tempat ini lo. Rekomended banget buat yang punya rencana liburan bareng keluarga, lembaga sekolah/kantor, pacar, maupun teman-teman kalian. Ayooo ajak kesini untuk bermain, berfoto, dan berefleksi dengan alam !

Sejauh apapun langkah kakimu pergi, jangan lupa bawa sampahmu kembali.!
Bagaimanapun juga alam pun ingin disayangi..
Supaya anak cucu kita bisa ikut menikmati..
Keep Traveling dan Mari Sayangi Lingkungan!

Sabtu, 25 November 2017

Sang guru, Sesosok Pelita dalam Kegelapan

sang-Guru-sesosok-pelita-dalam-kegelapan
Memperingati hari Guru nasional
Selamat Hari Guru Nasional 2017 – Apa sih yang terlintas ketika kita mendengar istilah Guru yang tak asing ditelinga kita? Apakah muncul gambaran seorang perempuan atau lelaki yang mengendarai sepeda ontel tua berseragam keki mengayuh sepedanya perlahan menuju tempatnya berbagi ilmu dan teraut jelas ke-khasan oemar bakhrie tempoe doloe? Ataukah sudah berevolusi menjadi perempuan dan lelaki berkendara sepeda yang dimodifikasi berteknologi mesin  canggih berpakaian praktis, berdandan manis dengan seragam kekinya pula? Atau juga, ketika menyebut nama guru membuat kita bersenandung lirih dengan lagu yang membangkitkan keharuan kita mengenang jasa-jasanya? Liriknya begitu mengena. Mendiskripsikan pesan tersurat bagaimana peran guru membawa pengaruh yang besar terhadap kemajuan bangsa. Salah satunya yaitu yang berjudul Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, dengan lirik yang seperti ini: 

Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku
Sebagai prasasti terima kasihku
Tuk pengabdianmu

Engkau sabagai pelita dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
Engkau patriot pahlawan bangsa
Tanpa tanda jasa

Lagu yang diciptakan dengan tempo cepat tersebut sama sekali tidak mengurangi makna yang tersurat di dalamnya. Justru menambah semangat yang menyanyikan karena menggugah hati untuk mengenang jasa-jasa yang diberikan oleh sesosok guru. Bukan hanya diabadikan dengan lagu saja, jasa guru mendapat apresiasi luar biasa dari pemerintah baik dalam Negri maupun semua Negara di belahan dunia. Bagaimana tidak, bahkan momentum hari guru tidak hanya di Indonesia yang diperingati setiap tanggal 25 November. Namun seluruh duniapun mengapresiasi jasa-jasa guru dengan disepakati terbentuknya hari guru internasional atau hari guru sedunia. Hari guru sedunia tersebut diperingati pada tanggal 5 Oktober sejak tahun 1994 lalu. Menurut UNESCO (mengutip dari Wikipedia) , Hari Guru Sedunia mewakili sebuah kepedulian, pemahaman, dan apresiasi yang ditampilkan demi peran vital guru, yaitu mengajarkan ilmu pengetahuan dan membangun generasi. Tujuan diperingatinya hari ini adalah untuk memberikan dukungan kepada para guru di seluruh dunia dan meyakinkan mereka bahwa keberlangsungan generasi pada masa depan ditentukan oleh guru. 
Dengan adanya apresiasi yang luar biasa tak terkira ini sudah pasti jelas bagaimana guru mempengaruhi perkembangan suatu bangsa? Bisa dibayangkan jika tidak ada guru? Siapa yang mengajari membaca dan menulis kita? Tanpa adanya guru apalah arti kepandaian kita. Ibarat seperti pisau, bisa tajampun karena diasah, diasahpun memerlukan seseorang untuk melakukannya. Jadi tidak semata-mata sebuah pisau itu bisa tajam. Begitupun kepandaian kita.
Bahkan di dalam Al-Qur’an dan Hadistpun memberikan suatu apresiasi juga kepada seorang guru dengan tertulisnya aturan bagaimana adab untuk menghormati seorang guru, memuliakan guru, dan mematuhi semua nasehat baiknya supaya hidup serta ilmu yang kita dapat membawa kemaslahatan. Tidak cukup itu saja, Gurupun bukan hanya seseorang yang ada di dalam lembaga formal, namun seseorang yang ada dihidup kita lalu memberikan ilmu, pengetahuan dan pengalaman kepada kita layaknya hidup sebagai belajar maka setiap orang itu adalah guru (di gugu lan di tiru). Untuk itu, kepada kita semua, karena memungkinkan kita adalah seorang guru, lazimnya kita berperilaku yang baik sesuai kaidah yang ada, menjaga martabat diri maupun bangsa dan Negara, membawa manfaat bagi orang-orang sekitar kita, karena sebaik baik manusia adalah dia yang bermanfaat bagi manusia lain (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no:3289).

Jumat, 24 November 2017

Menikah itu Didasari Rencana, Bukan Mendasari Bencana.

Menikah-didasari-rencana-bukan-mendasari-bencana
anak korban brocken home
Di era digital seperti sekarang ini Pernikahan Dini masih dinilai menjadi salah satu faktor pemicu meningkatnya angka perceraian dalam dekade waktu terahkir. Banyak hal yang dibawa-bawa dan dijadikan kambing hitam alasan akhir sebagai jalan menuju perceraian. Salah satu alasan yang saya dengar dari banyak alasan yang dikemukakan oleh para pelaksana pernikahan dini itu adalah “ketidakcocokan” dari kedua belah pihak, namun hal itu justru membawa pemikiran mendalam bagi saya dan membuahkan hasil pertanyaan-pertanyaan yang entah siapa bisa menjawabnya. Pertanyaan-pertanyaan yang keluar dari lubuk hati terdalam saya itu adalah bagaimana cerita awal mereka memutuskan menikah jika diantara keduanya berujung pada ketidakcocokan? Landasan apa yang dipakai mereka saat itu? Motivasi apa yang menguatkan untuk menyegerakan membangun bahtera rumah tangga jika pada akhirnya mereka menyerah pada cobaan lalu mengkambinghitamkan ketidakcocokkan? Bukankah hidup memang selalu disertai dengan banyaknya cobaan yang menjadi tantangan tersendiri untuk diselesaikan bersama menuju ridhoNya? Apakah pernikahan diibaratkan hanya sekedar percobaan seperti membeli baju apabila tidak cocok maka halal untuk ditanggalkan?
Dan yang membuat saya terheran-heran dalam melihat fenomena perceraian itu ketika beberapa diantara mereka justru bangga dengan status baru yang diemban, entah itu hanya perasaan saya yang tergesa-gesa menyimpulkan karena hanya melihat dari satu sisi saja, atau memang pada kenyataannya beberapa diantara mereka itu benar-benar bangga dengan status barunya. Oh, Hanya mereka dan Tuhan pastinya yang tahu. Tidakkah mereka hanya bisa bangga tanpa memikirkan bagaimana perasaan buah hatinya? Atau apakah bagi beberapa diantara mereka menganggap bahwa perceraian merupakan trend saat ini supaya dibilang kekinian dan patut untuk dilaksanakan? Kalau memang hal itu yang benar terpikirkan oleh beberapa diantara mereka, maka menurut saya memutuskan untuk mengambil langkah tidak menikah itu justru lebih baik, daripada akhirnya harus menyakiti buah hati yang tidak tau apa-apa dengan adanya perceraian yang terjadi. Apalagi hingga membuat buah hati terlantar dan merasa sangat kurang kasih sayang dari kedua orangtuanya.

menikah-didasari-rencana-bukan-mendasari-bencana

Bukankah selama kita hidup di dunia ini sudah terlalu banyak menimbun dosa, baik dosa kecil ataupun dosa besar, dosa masalalu ataupun dosa masakini, dan bagaimana jika ketidakmampuan mengasuh buah hati yang terlahir fitrah dengan status single parent membuat menambah dosa semakin bertumpuk dan bertumpuk?
Hey, kenapa beberapa diantara mereka tidak berpikir sejauh itu? Atau saya saja yang terlalu mendramatisir hal ini, sehingga terlalu jauh memikirkan suatu hal yang belum sampai dipikirkan oleh mereka?
Ah sudahlah!
Kalaupun memang menikah pernikahan dini adalah menjadi suatu keputusan yang telah/akan diambil, maka harapan saya kepada  calon orang tua  dan yang telah menjadi orang tua adalah tolong bertanggungjawablah sesuai dengan peran masing-masing. Seorang lelaki berperan dengan tanggung jawabnya sebagai imam dan ayah yang baik dalam memimpin rumah tangga, sedangkan seorang perempuan menjadi istri dan ibu yang bertanggung jawab menjaga rumahtangganya (suami maupun anak-anaknya) karena sejarah juga sudah menuliskan bahwa dibalik kebesaran dan kesuksesan seorang suami selalu ada sosok istri yang senantiasa setia dan tak lelah menjaga serta memberi dukungan dalam keadaan dan bentuk apapun. Seperti kisah yang bisa diteladani dari balik perjalanan hidup Nabi Muhammad terdapat Siti Khadijah, di balik kisah Nabi Adam terdapat Siti Hawa, di balik perjuangan Bapak Habibie terdapat Ibu Ainun dan bahkan di balik Bapak Soehartopun ada Ibu Tien.
Selain hal itu, peran kedua orang tua yang bertanggung jawabpun sangat membawa dampak serta kontribusi yang sangat besar bagi perkembangan psikis buah hati supaya kelak menjadi generasi bangsa yang bermoral, bermartabat, tercapai cita-citanya serta terhindar dari kenakalan remaja seperti yang sering terjadi dalam beberapa waktu ini..
#SaveGenerasiBangsa

Kamis, 23 November 2017

Resep Brownies Kukus Sederhana Yang Bisa Dibikin Dadakan

resep-brownies-kukus-sederhana-yang-bisa-dibikin-dadakan
Brownies Kukus dadakan

Asal muasal cerita ini bermula dari kerempongan saya sebagai emak-emak pengasuh keponakan perempuan yang duduk di kelas 4 SD dan demennya dia diajakin masak-masak serta blusukan.
Nah, pas akhir pekan kemarin itu tanggal 19 Nopember 2017 saya ada agenda sinau bareng blogger Trenggalek dan Blogger Tulungagung yang diadakan  di Trenggalek Kota (pokoknya sana deh). Si kecil itu ceritanya agak rewel, soalnya dia harus di rumah sendirian karena bapak ibuk saya pun waktu itu lagi nggak di rumah. Dengan berbagai jurus andalan, saya rayu aja si kecil buat bikin brownies kukus sederhana plus dadakan yang kebetulan bahannya sudah tersedia di kulkas. Untuk mewujudkan niat yang misinya adalah sebuah rayuan itu kemudian saya selancar di internet mencari resep brownies kukus sederhana yang simple, bisa di bikin dadakan dan gak terlalu bikin rempong pokoknya. Settttttttt, Alhasil ketemu dengan sebuah link yang menyuguhkan resep brownies kukus sederhana dengan bahan yang kurang lebih hanya merogoh koceng 15ribu. Mata emak-emak mana yang nggak ijo lihat bahan resep brownies kukus yang bisa dibikin sendiri dengan modal yang luar biasa bersahabat dengan kantong lah yaa, hahahaa. 
Resep brownies kukus sederhana itu adalah sebagai berikut,,
Cekidotttt:
resep-brownies-kukus-sederhana-yang-bisa-dibikin-dadakan

Bahan yang dibutuhkan:
  • 2 butir telur ayam
  • 5 sendok makan tepung terigu (saya pakai segitiga biru)
  • 2 sashet susu kental manis coklat 
  • 2 bungkus coklat bubuk, lebih disarankan pakai coklat bubuk chocolatos karena merk ini memiliki rasa manis yang pas
  • 5 sendok makan gula
  • 5 sendok makan minyak goreng
  • ¼ sendok backing powder
Selain bahan diatas, saya juga menambahkan beberapa topping supaya brownies kukus buatan saya dan si kecil ini lebih menarik, maksudnya biar rayuan maut saya itu lebih meyakinkan si kecil supaya berani di rumah sendiri, hehehee. Topping yang saya pakai itu terdiri dari:
  • Keju Cheddar (keju ini kudapan yang tidak pernah absen dari kulkas saya karena si kecil sangat menyukainya)
  • Selai Blueberry (Selai yang sudah bertahan sekitar 2 bulan di kulkas dan tidak habis-habis)
  • Selai Strowbery (Kebetulan, beberapa hari lalu si kecil minta dibelikan roti tawar sekaligus selai ini)
  • Mieses (Ini dibeli bareng beli selai strowberry dan roti tawar beberapa hari yang lalu)
  • Coklat batang (Nah, coklat batang ini sisa bikin kue kering waktu lebaran kemarin, jadi tinggal sangat sedikit dan rasanya agak tengik-tengik gitu, tapi masih layak konsumsi dan belum expired)
Topping brownisnya saya pakai itu, lalu cara bikinnya adalah:
  1. Pertama-tama, kocok telur bersama gula hingga mengembang. Tak perlu sampai telur berubah warna menjadi putih, cukup sampai gula pasir halus saja. (Dalam tahap ini saya menggunakan mixer dengan kecepatan sedang, sekalian untuk menyenangkan si kecil biar bisa belajar sambil bermain dengan mixer itu. Dan saya manfaatkan kesempatan dengan sesekali menanyai si kecil, mixer itu memanfaatkan energi apa menjadi apa nak? Spontan dia menjawab" energi listrik menjadi energi gerak". Sepertinya mendidik dengan cara hal ini bisa dilakukan oleh ibu-ibu muda yang lainnya, tidak ada yang salah dengan mengajari anak untuk terjun secara langsung melakukan sesuatu yang mengedukasi, selain membuat mereka senang, dengan melihat secara langsung akan membuat daya ingatnya lebih bisa bertahan lama) heheheee.
  2. Lalu tahap kedua tambahkan baking powder dan tepung sedikit demi sedikit sambil diaduk. 
  3. Di wadah lain campurkan coklat bubuk dan susu kental manis yang telah dicairkan dengan sedikit air air hangat, lalu aduk rata. Setelah tercampur, masukkan ke dalam adonan. 
  4. Masukkan minyak goreng ke dalam adonan dan aduk rata. Sambil panaskan panci diatas kompor (hal ini sangat perlu dilakukan, karena  ketika kita mengukus brownies jangan sampai air yang di panci itu belum mendidih, bisa tidak mengembang itu brownies luu)
  5. Setelah adonan tercampur rata, masukkan ke dalam loyang yang sudah di olessi mentega dan tepung (Cara ini dilakukan agar brownies tak lengket di cetakan) lalu kukus sampai matang (kalau saya sekitar kurleb 25 menit) jangan lupa pakai alarm biar tidak lupa, hahaha.
Yaaaa itu dia resep brownies kukus sederhana dari saya, yang juga saya lansir dari suatu web resep masakan dan saya kombinasi sendiri dengan berbagai topping kesukaan si kecil. Sangat mudah, murah dan praktiss kan? Monggo di praktekkan, resep ini recomended apalagi buat yang masih baru belajar bikin brownies, saya jamin anti gagal deh !

Selasa, 21 November 2017

Belajar NgeBlog Berjamaah With Blogger Trenggalek Tulungagung

Belajar Ngeblog Berjamaah
Ada yang berbeda dengan akhir pekan saya minggu ketiga Nopember Rain tahun ini. Waktu santai yang biasanya saya habiskan bareng teman untuk blusukan kemana-mana, kali ini saya habiskan untuk sinau bareng para blogger Trenggalek Tulungagung. Duniaku tentang blog semakin lebih terbuka  ketika berkumpul bersama dengan para penggiat penggila Blog yang hobby berbagi di dunia maya ini. Namun yang perlu digaris bawahi disini, ketika kita memasuki dunia blogger, jangan atur mindset untuk menjadikan blog sebagai ajang mencari uang, karena bisa bikin sakit hati (kyk liat mantan jalan bareng pacar barunya, ihihih). Kita sangat perlu merubah mindset itu, dan kemudian menekankan pada diri kita sendiri bahwa tujuan membuat blog adalah “menulis”. Yaaa, anggap aja dapet uang dri blog itu adalah bonus lah yaaa. Yang terpenting kita ikhlas nulis gitu aja. Apalagi buat jomblowan-jomblowati seperti saya gini misalnya, kayaknya cocok deh punya blog pribadi buat berbagi cerita ocehan keseharian. Itung-ituung biar ada yang menampung aspirasi dan keluhan-keluhan yang kita temukan, teman curhat lah istilahnya. Hahahaha.
Dari pertemuan dengan para blogger kemarin, banyak ilmu nih yang saya dapatkan, apalagi  buat saya yang bisa dikatakan masih newbie bie bie buangetttttttt soal blog. Mayoritas acara kemarin dihadiri oleh mastah mastah yang sudah punya blog keren dan jam terbangnya tinggi (tulisan berkualitas pun traffic yang amazing). Mereka semua baik-baik banget meskipun gelarnya sudah mastah, nggak ada yang pelit untuk membagi ilmunya. Dan diantara 21 peserta yang hadir, hanya terdapat tiga blogger cewek yang saya sendiri salah satunya. Berarti bisa dibilang masih sedikit langka ya kaum hawa yang mau terjun dalam dunia pebloggeran, atau mungkin banyak juga wanita yang menjadi blogger tetapi tidak tau dengan acara sinau bareng ini sehingga kaum hawa yang hadir hanya tiga ekor aje.
Judulnya cantik-cantik Blogger :-D
Apa sih yang terpenting ketika kita sudah memutuskan untuk mempunyai blog. Yang terpenting adalah keistiqomahan kita buat menulis. Nah, hal ini yang terkadang menjadi musuh terbesar buat para pemula seperti saya ini, ditambah dengan kesibukan hari-hari yang super nggelibet jadi emak-emak rempong. Ternyata bukan hanya buat pemula saja penyakit malas menulis ini menyerang, namun buat yang sudah bergelar mastah pun bisa jadi terserang penyakit naluriah ini :-D. Jadi penting banget mengistiqomahkan menulis menjadi kegiatan tambahan di sela-sela kesibukan kita. Cara ampuh yang bisa mengatasi penyakit malas menulis itu kata para mastah kemarin adalah mentargetkan satu hasil yang harus dijalani secara konsisten, misalnya dalam waktu seminggu harus menghasilkankan 3 artikel, atau menulis sedikitnya 500 kata, dan setiap pukul 10.00 kita memposting tulisan kita. Dari ketiga tips yang disebutkan oleh pak mastah tersebut yang paling berat versi saya pribadi adalah harus menulis minimal 500 kata, boro-boro dapat 500 kata, dapat 300 kata aja terkadang yang dibahas sudah ngelantur ngalor-ngidul nggak jelas. Hahahaa. Namun saya penasaran, hal itu justru menjadi tantangan tersendiri buat saya, maklumlah saya termasuk satu dari banyak orang di dunia ini yang menyukai tantangan, meskipun tantangan itu sangat dipaksakan dan bertentangan dengan kebiasaan kita, hihi termasuk tantangan untuk mendapatkanmu eeeaakkk.
Rupanya, menulis itu suatu hal yang sangat menyenangkan looo.! Sedikitnya kita bisa menuangkan pemikiran-pemikiran kita lewat coretan yang nantinya bisa kita wariskan kepada anak-cucu kita. Itu yaa salah satu harapan saya yang paling sederhana dari kegiatan menulis ini. Dengan coretan-coretan yang kita tuliskanpun akan membantu mempertajam daya ingat kita tentang suatu sejarah (sejarah bersama mantan misalnya) mantan mulu, mope on nak :-D.
Sudah-sudah, ini bahasan kenapa jadi ngelantur nggak jelas gini (efek mentargetkan 500 kata). Tapi intinya sinau bareng blogger Trenggalek Tulungagung ini sangat mengesankan, selain bisa mendapat ilmu gratis, kitapun bisa bersilaturahim dengan orang-orang baru (mayan dapat banyak kenalan) dan harapan saya selanjutnya semoga pertemuan yang pertama ini menjadi awal untuk memulai pertemuan-pertemuan yang kedua ketiga dan seterusnya, biar semakin luas pengetahuan kita di dunia blog bersama para mastah dan newbie yang keren-keren.
Ini dia List link para Mastah dan Newbie yang super kece itu:
www.mastrigus.com
www.sanggurubloger.blogspot.com
www.nawacerita.com
www.jejaknoe.net
www.ngglenyinger.blogspot. com
www.kangajar.blogspot.com
www.Njatmikoputra.blogspot.com
www.salwangeblog.blogspot.com
www.zamzamplm.blogspot.com
www.ibnuwajak.id
www.iptekbahari.blogspot.com
www.mykopper.blogspot.com
www.rofikgo.blogspot.com
www.kembarvirgo.blogspot.com
www.kangizza.blogspot.com
www.diaryofaufa.blogspot.com
www.jejakexploretrenggalek.blogspot.co.id

Senin, 13 November 2017

Salahkah Kami (wanita) yang Hobby Bertualang?

Emansipasi wanita bukan hanya menjadi sebatas wacana yang menghiasi kehidupan. Terbukti di mana pada masa kini para wanita memberanikan diri keluar dari zona nyamannya untuk mengeksplor hobi dan mengembangkan bakat yang ada di dalam dirinya. Pada jaman serba canggih seperti sekarang ini, bisa ditemukan banyak wanita yang memutuskan untuk mengenyam pendidikan tinggi dan bahkan berani terjun pada dunia kerja.
Hal ini jelas berbeda, jika kita menyibak tirai dan menengok kondisi posisi wanita di masa lalu. Pada konsep wanita masalalu atau wanita tradisional, ditekankan untuk berdiam diri dirumah, menunggu suami pulang kerja, melayani suami sepenuhnya, mengasuh anak, membersihkan rumah, dan lain-lain yang mereka tau disitu hanyalah dunia dalam rumah saja.

Berbicara tentang dunia dalam rumah, pada masa kini sebagian dari beberapa wanita memilih untuk menggeluti hobby yang mengharuskan wanita tersebut berkecimpung di dunia luar rumah (outdoor), salah satunya yaitu menjadi wanita petualang.
Namun memutuskan untuk menjadi wanita petualang perlu mempunyai mental yang kuat. Mengapa begitu? Kita berpaling sebentar kepada karakteristik masyarakat di daerah kita, tidak sedikit diantaranya yang memandang wanita petualang sebagai “seorang wanita yang kurang baik” bahasa kasarnya, karena kebiasaan yang dilakukan oleh para wanita ini dianggap bertentangan dengan kultur budaya wanita tradisional.
Namun, kenyataannya wanita petualang tampak begitu unik dengan segala aktivitasnya ditambah dengan kepribadian yang supel, ramah, ceria, mudah berbaur, terlihat tangguh, mandiri dan mempunyai banyak teman yang lebih condong berteman dengan banyak laki-laki. Wanita petualang lebih suka menghabiskan waktu luangnya berpergian menjelajah alam. Bercengkerama dan bercanda ria dengan teman-teman seperjalanannya dan betapapun menjengkelkan seorang teman, kebersamaan di alam bebas sulit untuk digantikan dengan pengalaman lain.
Dari situlah wanita petualang merasa menemukan energi baru setelah jengah dengan aktivitas sehari-hari. Lalu masih ada saja seseorang diluar sana yang menganggap negatif kegiatan yang dilakukan oleh wanita petualang ini!

Pada artikel ini saya bahas apa saja yang dilakukan oleh wanita petualang, dan kebetulan saya termasuk wanita yang memutuskan untuk mencintai dunia petualang. Dari perjalanan atau petualang yang kami lakukan, kami ingin bertemu orang dimana saja, dari semua susunan masyarakat, memahami karakter satu dengan yang lainnya, tanpa mengenal usia, ras dan aspek-aspek lain untuk menambah inspirasi serta wawasan kami.
Kami sangat senang bertemu dengan para wanita yang bersemangat untuk berbagi kegembiraan di alam bebas bersama-sama. Kami bisa lebih kuat dari yang terbayangkan dan kami dapat berbagi cerita ngalor-ngidul dalam perbedaan-perbedaan yang ada, untuk belajar satu sama lain.
lni adalah tentang saling mendukung satu sama lain dan berbagi beberapa moment-moment yang kami temui, karena kami semua sangat beruntung bisa melangkah sejauh ini. Petualang merupakan cara, atau bisa di jadikan sebuah praktek nyata dari keinginan diri sendiri.

Petualangan tidak akan hilang begitu saja setelah dijalani. Karena petualangan membawa pulang sesuatu yang tersimpan lekat di memori dan sejarah yang melengkapi hidup kami yang tidak seorang pun bisa menghapusnya. Jika banyak yang mencemooh kami, dan bertanya-tanya mengapa kami memilih terjun menelanjangi dunia laki-laki (petualang), kami tidak akan mampu menjawabnya. Karena bagaimana mungkin kami menjelaskan keindahan alam kepada orang yang tidak pernah mau tahu apa itu alam?

Salam dari Kami,

Para wanita petualang :)

Kamis, 09 November 2017

Pendakian Gunung Kelud Via Desa Tulungrejo yang Menantang

Pendakian Gunung Kelud Via Desa Tulungrejo
Puncak Gunung kelud Dokument by narasumber
Kali ini ada yang berbeda dari artikel yang saya buat. Semua informasi tentang Judul yang saya tulis dalam artikel ini adalah hasil Tanya jawab saya dengan seorang anggota #PendakiIndonesia Blitar dan bukan hasil pengalaman saya sendiri. Tetapi jangan khawatir, dipastikan informasi yang tertulis relevan dengan kenyataan yang ada. hehee.
Gunung Kelud, siapa yang tidak mengenal surga kecil yang sering dirindukan oleh sebagian  besar orang. Dengan letak geografis yang berada di perbatasan 2 kota , yaitu Kediri dan Blitar membuat Gunung Kelud dapat dikunjungi melalui dua cara, baik dengan melakukan pendakian (Via Blitar) ataupun mengendarai montor hingga bagian bawah tubuh gunung (Via Kediri). Kelud memang sudah lama terkenal dan menjadi tujuan wisata yang di idolakan oleh orang-orang untuk melepas penat serta menikmati keindahan alam. Tidak heran, jika banyak sekali pengunjung yang berlomba-lomba untuk datang kesana. 
Namun kali ini artikel yang akan saya bahas adalah tentang Gunung kelud yang ditempuh melalui pendakian. Untuk melakukan pendakian ke Gunung Kelud pertama-tama kita harus menuju Kota Blitar, karena jalur trackingnya itu melalui Desa Tulungrejo, Kecamatan Gandusari. Sesampai di Tulungrejo kita harus  melakukan registrasi terlebih dahulu dengan melengkapi administrasi (mengisi nama dan alamat), membayar simaksi sebesar 7000 rupiah (cukup bersahabat dengan kantong dibanding keindahan yang akan didapatkan), dan parkir yang per-hari sebesar 5000 rupiah.
Pendakian Gunung Kelud Via Desa Tulungrejo
Pos Registrasi di Desa Tulungrejo
Bagi kalian para pengunjung dengan stamina yang kuat, Puncak Gunung Kelud ini bisa dinikmati dengan cukup sekali jalan (Pulang-Pergi), atau juga jika ingin bermalam dengan mendirikan tendapun bisa dilakukan karena tersedia area  camp ground. Bila kondisi gunung sepi, kita bisa leluasa mendirikan tenda disana, namun jika kondisi gunung sedang ramai maka kita bisa mendirikan tenda di dekat puncak gunung kelud. 
Pendakian Gunung Kelud Via Desa Tulungrejo
Area camp ground
Pendakian Gunung Kelud Via Desa Tulungrejo
Area camp Ground
Untuk menuju area camp ground estimasi waktu tracking selama kurang lebih 3-4 jam, tergantung kondisi fisik kita dan cuaca pada saat itu. Disarankan juga untuk membawa logistik yang cukup terutama air minum, karena di Kawasan Gunung Kelud hampir tidak terdapat sumber mata air, yaaa daripada dalam perjalanan itu kita kekurangan air lalu kehausan (mending kehausan karena kurang kasih sayang daripda kurang air minum, haha).  Menurut versi Narasumber, di kawasan Gunung Kelud ini terdapat 4 pos peristirahatan (soalnya minim petunjuk), jadi jika sekiranya tenaga kita sudah mulai low, adabaiknya kita berhenti dan beristirahat sebentar, bisa di pos tersebut atau ditempat lain yang diprediksikan aman.
Pendakian Gunung Kelud Via Desa Tulungrejo
Akses Jalan Setelah Area CampGround
Dalam sepanjang perjalanan menuju kenangan, kita akan disambut dengan vegetasi yang dapat menyegarkan mata, yaitu ilalang yang  menghijau dan beberapa tumbuhan edelwaise. Namun bukan hanya itu, disanapun merupakan habitat tumbuhnya pacet yang dapat menyerang siapa saja apalagi musim hujan. Yaaa mungkin pacet ini merupakan hewan musiman seperti cintamu :D setiap musim berganti, jika musim hujan maka intensitas bertemu dengan hewan ini akan semakin besar. Jadi persiapkan dirimu untuk menjadi korban hisapannya, itung-itung donor darah lah, hahahaa. Tetapi ada cara yang dapat digunakan untuk mengantisipasi supaya hewan ini tidak menyerang tubuh kita, yaitu dengan mengoleskan tembakau yang setengah basah pada bagian tubuh yang memungkinkan menjadi sasaran hewan penyerap darah ini (kaki, betis, tangan). Bukan hanya panen pacet yang akan kita temui jika di musim hujan seperti ini, terkadang kabut tebal juga akan menghalangi jarak pandang pendakian. Jadi kurang disarankan oleh narasumber untuk melakukan pendakian pada saat musim hujan. Karena bagi pemula, bisa dikatakan bikin sengsara (hidup loe sudah sengsara, jangan tambah-tambah cari kesengsaraan lagi :D). Mending cari aman saja, utamakan keselamatanmu.!
Pendakian Gunung Kelud Via Desa Tulungrejo
Akses Jalan Menuju Puncak
Nah, kembali ke Camp Ground tadi. Untuk sampai ke puncak kelud, dari area Camp Ground kita masih memerlukan waktu trakking sekitar 2 jam. Tetapi seperti yang dibahas di awal,  lama waktu tempuh tetap tergantung pada stamina/kondisi fisik kita. Medan yang ditempuhpun terbilang tidak mudah, karena yang kita hadapi adalah tanjakan yang tidak pernah putus, sehingga membuat kita harus bersiap untuk Nanjak terus. Selain itu, untuk menggapai puncak kelud pun harus melewati medan yang juga di kenal dengan istilah Punggung Naga (jalan Setapak dengan lebar kurleb 1 meter dan kanan kiri adalah jurang dengan kedalaman kurleb 50meter). Punggung Naga ini dirasakan menjadi medan terbahaya, sehingga memerlukan kehati-hatian yang lebih maksimal untuk menempuhnya. Bukan hanya Punggung Naga, Keludpun menawarkan satu trek yang ekstrim dan penuh tantangan yaitu berupa tebing miring dan bebatuan terjal.
Usai melewati ekstrimnya trek dan perjalanan panjang, kelelahan kita akan terbayarkan sesampainya di Puncak Kelud. Disana kita disuguhi ciptaan Alloh yang Maha Dasyat berupa kawah berwarna hijau yang membius dan membuat siapa saja pasti akan rindu ketika sudah menikmatinya. Namun, bagaimanapun juga, yang perlu di ingat dari tujuan kita mendaki adalah kembali pulang ke rumah dengan sehat dan selamat. Bukan menggapai puncak gunung saja! Perhitungkan masak-masak segala apapun yang menjadi kendala, dan jangan dipaksakan.
Pendakian Gunung Kelud Via Desa Tulungrejo
Puncak Gunung Kelud
Pendakian Gunung Kelud Via Desa Tulungrejo
Kenampakan Kawah
Ada tambahan Quotes dari Narasumber yang mungkin semakin bisa meyakinkan kita untuk mengunjungi surga sederhana ini:
“Kelud—Buat MERINDU. Tempat tinggi tak berpenghuni, tempat indah yang jarang terjamah, tempat dimana akau bisa berinteraksi secara dialogis dengan alam.”

Dan ada juga saran dari Narasumber: Jangan pernah coba-coba jika belum ada persiapan matang. Karena untuk bercengkerama dengan alam membutuhkan tenaga yang terforsir lebih dari biasanya.!

Sabtu, 04 November 2017

Remaja Putih Abu-Abu

Remaja Putih Abu - Abu
Remaja Putih Abu - Abu
Beberapa hari yang lalu pagi-pagi sekali saya datang ke suatu sekolah menengah kejuruan negeri (SMKN), dan  saat saya melangkah menginjakkan kaki dari gerbang depan hingga halaman sekolah membuat saya mendadak  flashback ke beberapa tahun silam dimana saya pernah berada di posisi mereka. Terlihat mereka penuh dengan semangat membara berangkat menuju sekolah untuk menambah pengalamannya. Wajah yang berseri-seri dengan senyum khas anak remaja bercengkerama dengan teman sebayanya. Seragam rapi, bersih dan wangi dengan sepatu yang sederhana menambah sempurna statusnya sebagai seorang siswa.
Tiba-tiba hatiku bergetar, SAYA TURUT BANGGA kepada remaja yang sadar akan pendidikannya bagaimanapun kondisi yang dialami, entah dia adalah korban brocken home, atau dia terlahir dari keluarga tak punya, ataupun dia dengan seribu kekurangannya tetapi tidak menyurutkan minatnya untuk menikmati masa yang tidak semua remaja bisa merasakannya karena terbentur oleh ekonomi yang sangat tidak bisa ditanggulangi.
Tergambar jelas harapan tertanam di dalam hati mereka, meski sedikit tidak bisa dipungkiri bahwa sukses tidak hanya ditentukan oleh pendidikan tinggi, namun pengalaman dan karakter yang terbentuk dari pendidikan formal akan sangat berbeda jika dibandingkan dari pendidikan non formal yang didapat (berlaku untuk remaja yang mempunyai minat besar/kecil untuk memperkaya wawasan di dalam pendidikan formal/sekolah).
Duh... betapa bahagia suatu saat nanti mereka yang bisa merasakan masa putih abu-abu. Variasi cerita akan kalian kantongi, dari hal yang manis, asam, asin, dan pahit sekalipun (nano-nano). Hal itu akan bisa menjadi bahan cerita untuk anak cucu nanti. Bagaimana mungkin suatu saat nanti kalian akan bercerita dan memberi motivasi anak cucu kalian untuk mengenyam pendidikan jika saja kalian mengabaikan pendidikan kalian.?
Percayalah, masa putih abu abu adalah masa yang sangat mengesankan. Masa yang akan sangat kalian rindu-rindukan suatu saat nanti. Buktinya, tidak sedikit yang ingin merasakan kembali masa-masa itu, termasuk saya sendiri ketika melihat kalian yang mempunyai kesadaran besar untuk pendidikan kalian.
Sekali lagi, Saya Turut bangga Kepada Remaja yang begitu peduli dengan pendidikannya bagaimanapun keadaan yang dia alami.
Selamat, Kalian luar biasa. Kalian berhasil memulai menghimpun bahan cerita dan modal sukses untuk masadepan, Maka Nikmati dan Laksanakan dengan baik..