Sabtu, 25 Maret 2017

Seremoni (ULTAH) sebagai Muhasabah Diri

Seremoni ULTAH Sebagai Muhasabah diri
Alhamdullillah :)
Tidak menolak dan tidak juga membenarkan atas adanya fatwa yang melarang perayaan ulang tahun, dan satu sisi ada pula yang memperbolehkannya karena dianggap sebagai moment berkumpul, reuni, silaturahim, moment renungan, dan intropeksi diri (Muhasabah Diri). Ini adalah tahun yang penuh kejutan dari orang-orang disekelilingku dari banyak tahun selama aku menghirup udara di bumi ini, kejutan sebagai peringatan Hari Menetasku yang jatuh tepat pada tanggal 22 Maret kemarin. Kalau boleh jujur, bahagia ini begitu luar biasa karena kejutan itu menegaskan bahwa ternyata ada banyak orang yang memperdulikanku. Tetapi di sisi lain, sedih yang luar biasa juga menyelimuti hatiku, bagaimana tidak? Bertambahnya satu tahun usiaku, justru berkurang pula kontrakku 1 periode di bumi ini. Sedangkan aku belum banyak berbuat apa-apa yang bermanfaat bagi orang-orang sekitarku, malah semakin banyak dosa yang aku pupuk selama ini. Terlepas dari semua hal itu, tidaklah penting jika kita terlalu menimbang-nimbang seberapa banyak kebaikan yang sudah kita tebarkan. Yang terpenting adalah berbuat baik dulu. Dan urusan penilaiannya kita serahkan kepada yang Di Atas (Alloh SWT).
Lalu, ceritaku berawal dari kejutan pertama yang dilakukan oleh Adikku DKK (Minggu, 19-Maret-2017), kejutan ini sebenarnya sudah bisa aku prediksi sebelumnya (mantan detektif) hihihi. Tetapi biar surprise-nya mengena aku pura-pura ngikut alur mereka. Sore hari sekitar jam 16.30  Aku di bawa oleh mereka ke Pantai Gemah (Pantai di Kecamatan Besuki yang akhir-akhir ini lagi booming), mereka bawa kue segala, dan yang paling konyol yaitu kuenya aku sendiri yang bawa. Duh mamak, kejutan macam apa ini (pura-pura kaget) ini mah namanya bukan lagi kejutan bangettttt, masa yang bawa kue nya yang mau di kasih kejutan hahahaa.. Tetapi bagaimanapun itu, aku salut sama kalian kalian yang sudah sepeduli ini sama aku. Terutama untuk kamu adik-ku (Putri) yang sangat aku sayangi, calon adik iparku (Ilham), dan sahabatku (Mas David) yang super baik. Moment ultah kali ini, sekalian digunakan sebagai moment maaf-maafan antara aku dan adikku (sempat terjadi konflik sebelumnya yang begitu memanas), sambil menangis terharu seperti di film-film (efek korban sinetron), lalu kami berpelukan.
anggap saja ini adalah moment tiup lilin :D
kue untuk kesayangan kakak
berpelukan, saling memaafkan, moment yang paling mengharukan..
dapat sesuatu dari adik dan *calon adik ipar* hihihi
Kemudian kejutan kedua (Selasa, 21-Maret-2017) disusul oleh kedua sahabatku (Nova, Andrik) yang begitu super duper “Nganyelne”, mereka berhasil bikin aku kecewa dan menangis (walaupun personilnya kurang satu si Fuad, tapi mereka berdua sudah keren aktingnya) hehehe. Tidak bisa di diskripsikan sudah bagaimana jalan ceritanya pada moment ini, intinya kalian berdua keren banget, terimakasih banyak sudah sepeduli ini sama aku. Kalian-kalian sahabat terbaik ku.
sahabat yang begitu luar biasa..
Tepat pada hari H (22-Maret-2017), hari yang aku tunggu-tunggu, hari yang membahagiakan tetapi juga mengkhawatirkan. di hari itu banyak Do’a yang aku semogakan dan yang paling penting adalah semoga aku selalu bisa memberi yang terbaik untuk orang-orang di sekelilingku. Aamiin.
Wajah wajah jeleg, pulang ngampus dapat surprize dari "Bocahku"
Bocahku yang tiap hari bikin gemes (tapi sayang ada yang tidak datang) :(
Dan sesuatu yang paling mengejutkan diantara semuanya adalah ketika aku mendapatkan ucapan ulang tahun dari kedua adik-ku. Ucapan itu berisi pernyataan yang sangat membuatku terharu, sekaligus bangga terhadap diriku sendiri (yang tidak pernah aku sadari selama ini). Mereka mengatakan bahwa aku adalah 'Kakak yang Baik', tanpa mereka sadari bahwa merekalah yang menjadikan aku 'Kakak yang Baik'. Kecenderungan karakterku yang begitu tempramental, penuh kekasaran dan kekerasan selalu mendominasi ketika aku tidak menyukai hal yang dilakukan oleh adik-adikku, tetapi dibalik semua yang aku lakukan itu semata-mata karena aku menyayangi mereka. Terimakasih sudah memberiku Label 'Kakak yang Baik'.

Keponakan yang Menjadi Adik lelaki Satu-satunya
Adik Perempuan satu2nya..
Pada hari itu aku panjatkan rasa syukur kepada Alloh atas hadiah yg luar biasanya tidak terkira, yaitu :
  1. Orang tua yg selalu ada, selalu mengerti, dan yg begitu hebat dalam mensuport aku..
  2. Kakak-kakak ku yg selama ini membawa inspirasi tersendiri dalam sisi lainku..
  3. Adik-adik ku yg membuatku selalu bahagia, merasa disayangi dan membuatku menjalankan peran sbagai kakak sebaik mungkin..
  4. Sodara Sodaraku yg sudah banyak mengisi hidupku..
  5. Sahabat-sahabat yg tdk lelah memberi motivasi utk saling berbagi..
  6. Teman-teman yg baik (Teman kerja, Teman Kuliah, Teman Bermain) yang tiada henti menebar dan mengajak dlm hal2 baik..
  7. Anak-anak didik ku yg bikin aku gemes dan membuat hidupku penuh warna dan rasa..
  8. Para Mantan yang sudah menemukan kebahagiaannya masing2 (aku turut bahagia)..
  9. Calon jodohku yg sudah tertulis di lauh mahfudz (sebut namaku disujud raka'at terakhir dlm sholatmu)..
Alhamdullillah, kalian ada dan membuat hidupku lebih sempurna..

Kamis, 23 Maret 2017

Pesona Cinta Pantai Sine

Pesona Cinta Pantai Sine
Cantiknya Sunrise yang tertutup awan
Ketawa dulu sebelum nulis ini ya gaes :D Soalnya perjalanan yang akan aku kupas dalam cerita kali ini benar-benar perjalanan yang berada diluar dugaan atau scenario ku. Hahaha. Kenapa bisa begitu.? Ya coba bayangin aja, disitu aku memberanikan diri terjun ke dalam acaranya “Populasi Para Pemuda Galau” (sudah jangan mikir gimana galaunya, saking galaunya sampai dikasih label) :D. Penuh perjuangan nih sampai pada akhirnya aku bisa ACC gabung sama mereka. Awalnya, ada beberapa diantara mereka yang dengan tegas menentang tidak boleh acaranya di ikuti cewek (istilahnya harus steril dari cewek gitu) hihihii. Tapi dengan perjuangan yang begitu luar biasa akhirnya aku bisa meyakinkan dan dengan syarat yang aku buat sendiri bahwa aku tidak akan nimbrung/ikutan ngobrol mereka, berjuang meyakinkan mereka sama susahnya dengan berjuang melupakan mantan #ehhhh.

Sudah, sudah.. cerita di mulai dari aku packing yang sembunyi sembunyi dari ibuk-ku karena takut tidak mendapat izin kalau ibuk tahu duluan. Tetapi pada akhirnya tetap dapat izin meskipun ibuk dengan berat hati. Ya selain itu karena ibuk tau, di sana ada *calon adik ipar* yang bakal jagain kakaknya. Hehehe. Nih, aku berangkat dari rumah pukul setengah 5 sore, padahal janjian awalnya yaitu berangkat pukul 16.00. Berangkat dari rumah belum dapat seperempat perjalanan aja cuaca tidak bisa diajak kompromi, karena memang keadaan cuaca akhir-akhir ini susah diprediksi sih (kayak perasaan kamu ke aku), lagi lagi hujan dan lagi lagi terjebak kenangan genangan. Tepat suara adzan maghrib berkumandang, aku ketemu sama pemuda2 galau itu. Kita ketemu di Pasar Boyolangu. Sebelum memulai perjalanan menuju Pantai Sine, mereka (para pemuda galau) berhenti di Masjid buat sholat maghrib berjamaah. Selesai sholat, kita nggak langsung berangkat, kita nungguin hujan reda yang ternyata tidak reda-reda dan akhirnya kita nekat berangkat pada pukul 18.30. Pantai Sine berada di Kecamatan Kalidawir yang hampir berbatasan dengan Kecamatan Pucanglaban. Jadi jika ditanya jauh apa tidak jarak tempuh perjalanannya, kalau menurutku lumayan jauh. Untuk sampai disana kita harus melewati jalan yang menanjak, dan perkebunan penduduk, tetapi untung keadaan aspalnya bagus, meskipun ada beberapa jalan yang berlubang. Sekitar pukul 20.35 kita sampai disana. Perjalanan kita memakan waktu yang lumayan lama, sekitar 2 jam. Mungkin itu disebabkan oleh kondisi cuaca yang sedang hujan, dan kami yang belum tau jelas rute menuju Pantai Sine. Sebelum menuju tempat utama untuk mendirikan tenda/camping, kita berhenti di mushola perumahan warga untuk melaksanakan sholat isya’ berjama’ah. Selain itu kita juga butuh istirahat sebentar, sambil ngopi tivis-tivis gitu lah.

Pesona Cinta Pantai Sine
Sholat berjamaah, dan ngopi berjamaah pula..
Setelah selesai sholat, dan capeknya berkurang. Kita lanjut perjalanan menuju tempat utama. Tujuan kita adalah Cemoro Sewu nya Pantai Sine. Cemoro Sewu ini merupakan lokasi yang strategis jika mau di pakai camping, karena dekat dengan pesisir pantai, dan langsung berhadapan dengan hamparan luas lautan. Nah, sebelum mendirikan tenda kita sibuk memilih pesisir yang datar dan yang sekiranya nyaman buat bermalam sekaligus cocok untuk membuka sesi curhat. Hahahaha. Tenda selesai di dirikan, makan malam sudah, mulai deh di buka cerita-cerita dari mereka yang lagi galau kebangetan, aku mah dengerin aja, aku kan nggak galau kayak mereka :D
Pesona Cinta Pantai Sine
Masak Buat makan malam..
Pesona Cinta Pantai Sine

Pesona Cinta Pantai Sine
Oh ya, yang begitu istimewa dari Pantai Sine ini adalah Sunrise nya. Tidak heran jika ada yang menyebut Pantai Sine ini dengan sebutan “Pantai Matahari Terbit”, karena jelas matahari pertama di pagi hari seolah muncul dari atas lautan. Nih, recomended banget buat kalian para pemburu Sunrise yang mau romantisan sama Pacarnya, sambil modus modus gitu. Tapi sayang, waktu itu cuaca tidak bersahabat, jadi kita tidak bisa melihat cantiknya Sunrise, dia-nya lagi malu dan bersembunyi dibalik awan. Pantai Sine ini menurut aku pantai yang panjang ya gaes, soalnya kemarin aku jalan dari tempatku camping menuju sebelah utara (ngikutin mas-nya yang mau mancing) ngos-ngossan juga. Habis jalan kesana kemari, kita kembali ke tenda, lalu bikin sarapan dan kopi. Walaupun menunya cuma mie dan tidak seberapa mewahnya, tetapi kebersamaan dan rasa kekeluargaan disinilah yang membuat kita merasakan kebahagiaan yang begitu luar biasa. Aku rasa piknik itu emang perlu ya gaes, karena disini kita akan menemukan ketenangan setelah berhari-hari bergelut dengan aktivitas pun masalah-masalah yang harus kita hadapi. Lalu akhir cerita, sekitar pukul 08.30 kita berangkat pulang. Semoga perjalanan dadakanku sama mereka tidak Cuma berhenti disini. Terimakasih teman-teman dan sesuatu yang baru :D
Pesona Cinta Pantai Sine
Cekrek with Mokky kesayangan..
Pesona Cinta Pantai Sine
Sisi sebelah utara Pantai Sine..
Pesona Cinta Pantai Sine
Lomba Nungguin Mas-nya yang lagi Mancing :D
Pesona Cinta Pantai Sine
Adik Ketemu Gedhe dan *Calon Adik Ipar* , hoho
Pesona Cinta Pantai Sine

Pesona Cinta Pantai Sine
Kita Bersama, Kita Bisa, Menatap Masadepan *lol* hahah