Rabu, 18 Juli 2018

Pesona Gunung Bromo Via Pasuruan Jawa Timur

Pesona Gunung Bromo Via Pasuruan Jawa Timur
Yeay, akhirnya saya bisa menginjakkan kaki di Kota Malang lagi setelah hampir 2 tahun lamanya menutup mata dari Kota Malang. Iseng-iseng kemarin ada temen yang nawarin buat ikut gabung sama karang taruna desa dia tour traveling ke Gunung Bromo. Dengan jawaban yang sebentar-sebentar berubah, akhirnya saya memantapkan hati untuk ikut saja. Tentunya semua itu atas izin bapak emak saya. Tanpa diizinkan oleh mereka, sayapun pasti akan tetap berangkat. Hehehe. Tapi Alhamdullillah, sejauh ini ketika saya izin mau jalan-jalan selalu di ACC oleh mereka. Pastinya dengan dibekali wejangan itu-itu aja yang diucapkannya. Emak: "Ojo aneh-aneh lo lek wis tekan panggon.", dan Bapak: "Ati-ati". Terlihat jelas kan perbedaan wejangan antara seorang laki-laki dan perempuan? Laki-laki yang hemat bicara tapi memiliki banyak makna. Dan emak saya yang memang dasarnya cerewet (persis anaknya), terlihat begitu menonjol kecerewatannya. Itu aja belum seberapa sih, biasanya beliau selalu mengingatkan perihal barang yang harus saya bawa ketika berpergian. Maksud beliau agar tidak ada yang ketinggalan. Emang benar, emak saya itu super mom banget, wanita hebatku dah.! (Love U Mom:-*).
Baca Juga: Perjalanan Saya Di Desa Wisata Dompyong Trenggalek
Kembali ke topik bahasan. Hmm, Gunung Bromo merupakan gunung berapi aktif yang letak geografisnya di kelilingi oleh empat kawasan pemerintahan kabupaten. Dan hal itu di iyakan oleh salah satu teman kita yang ikut dalam rombongan tour traveling ke Gunung Bromo ini. Katanya sih Gunung Bromo berada di perbatasan 4 Kabupaten, yaitu Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Lumajang. Untuk itu secara umum, Gunung Bromo bisa diakses melalui 4 kabupaten tersebut. Tergantung kita berdomisili dimana untuk menentukan akses jalan tercepat dan tepat. Dari masing-masing kabupaten tersebut sudah menyediakan pengelolaan dan fasilitas sendiri-sendiri untuk memudahkan wisatawan berkunjung ke Gunung Bromo, jadi jangan khawatir dalam hal memilih akses jalan. Sesuaikan aja dengan domisili kalian, atau kalian berangkat darimana.

Berhubung ini adalah kisah perjalanan mince Blog Tri Wahyuni, jadi mince akan menceritakan kunjungan mince ke Gunung Bromo yang diakses melalui Kabupaten Pasuruan. Kira-kira waktu itu rombongan kita berangkat jam setengah 12 siang. Taulah anak jaman sekarang, gimana ketepatan waktunya kalau janjian. Pastinya tepat banget dong. Saking tepatnya aja janjian berangkat jam 11, malah jadinya jam 11.30. Menyebalkan.? Sedikit. Tapi tetap menikmati. Hahaa.. Harap maklum lah. Namanya juga anak muda Indonesia.

Sekitar 2,5 jam perjalanan sampailah kita di Bendungan Karangkates Malang. Niatnya sih kita mau istirahat sambil sholat dhuhur gitu ya. Karna sebelum berangkat itu, kita belum sempat sholat dhuhur, sebab waktunyapun belum masuk dhuhur. Yaaa beginilah kita, biarpun kita berpergian jauh, menginap di luar rumah, kita tidak lalai sama ibadah kita kok, Insyaalloh Aamiin. Seperti slogan andalan saya yang selalu terpatri di dalam hati saya (eeeeaaaakkk), "Menjadi traveler yang bersamanya semakin mencintai Sang Pencipta".
Pesona Gunung Bromo Via Pasuruan Jawa Timur
Teman baru yang nggak sengaja
pake kostum warna senada.
Seperti kewajiban sebelum-sebelumnya, sampai di Bendungan Karangkates kita akan melewati pos masuk kendaraan. Setiap kali lewat, kendaraan roda dua ditarik karcis seharga seribu rupiah, sedangkan kendaraan roda 4 seharga 3ribu rupiah. Penarikan karcis ini merupakan retribusi masuk kawasan wisata Bendungan Karangkates. Entah hanya sekedar lewat atau kita berhenti di sekitar Bendungan, kita akan tetap dikenakan biaya retribusi itu. Setelah melewati pos penarikan jalan, kita memutuskan untuk berhenti di Pom Bensin yang tidak jauh dari Bendungan Karangkates itu. Karna setelah kita amati dengan seksama, di sekitar Bendungan Karangkates tidak tersedia fasilitas Mushola umum, atau mungkin rombongan kita saja yang tidak melihatnya. Sampai di Pom Bensin, kita bergiliran untuk menunaikan sholat dhuhur, sedangkan teman yang lain menjaga barang bawaan. Demi keamanan bersama, hal kecil seperti bergiliran ketika sholat ataupun ke kamar kecil tidak boleh dianggap remeh ketika berpergian. Setelah semua selesai sholat, kitapun masih meneruskan istirahat sambil sekalian menunggu masuk waktu ashar.

Perjalanan di mulai lagi sekitar pukul 16.00. Yang paling bikin saya sama rombongan sebel itu ketika harus terjebak macet di Malang Kota sekitar yang hampir memakan waktu selama satu jam. Pengen nangis bosen tapii yaa mau gimana lagi selain terpaksa menikmatinya. Demi teresalisasinya perjalanan ke Gunung Bromo Hayati rela macet-macettan kayak gitu. Menjelang Maghrib akhirnya kita sampai di perbatasan Malang-Pasuruan. Alhamdulillah banget. Gerbang menuju Gunung Bromo telah terbuka didepan mata. Eeaaakk. Sambil tolah-toleh kanan kiri mencari tempat pemberhentian yang cocok untuk menunaikan sholat meghrib, kitapun tetap berjalan. Salah satu diantara rombongan kita yang dasarnya sudah mengerti rute perjalanan, mengajak kita berhenti di Masjid An-Nur, Desa Wonosari, Kecamatan Tutur, Pasuruan. Hawa-hawa dingin sudah terasa menyerang tulang-tulang kita, apalagi suhu air yang persis dengan air kulkasan ketika menyentuh kulit. Alamakkk, sepertinya orang-orang daerah sini nggak perlulah masukin air minum ke kulkas. Airnya udah asli dingin banget.

Karna waktu yang sudah menuntut kita untuk meneruskan perjalanan, kitapun tidak berhenti lama-lama. Sekitar pukul 19.30 kita berangkat lagi meneruskan langkah menuju Gunung Bromo. Teman kita yang sudah tau rute, bilang katanya estimasi perjalanan sampai pemukiman terakhir sebelum Gunung Bromo memakan waktu 2 jam. Dan luar biasa, perkiraannya tepat sekali. Sekitar kurang lebih pukul 21.30 sampailah kita di Desa terakhir yang paling dekat dengan pos registrasi/pos pembelian tiket masuk menuju Gunung Bromo. Huh, jangan tanya bagaimana keadaan akses jalannya. Saya sarankan bagi kalian yang ingin mengunjungi Gunung Bromo dan memutuskan untuk lewat Kabupaten Pasuruan, Tolong di cek lagi kendaraan yang di pakai. Baik roda empat ataupun roda dua, alangkah baiknya kendaraan kalian dalam keadaan SEHAT WALAFIAT / LAYAK PAKAI. Kenapa saya mewanti-wanti seperti ini, jangan tanya lagi gimana akses jalannya. Yang pasti naik turun, nanjak curam, tikungan tajam, dan melewati Alas-Alas. Dan saran saya lagi, lebih baik berangkatnya agak pagi aja bagi yang perjalanannya memakan waktu tempuh lama, daripada kemalaman di perjalanan menuju Desa Terakhir.

Di Desa terakhir menuju Gunung Bromo dengan berteman waktu yang sudah malam, membuat kita kebingungan untuk mencari penginapan. Akhirnya, kita disarankan untuk menginap di salah satu Homestay rekomendasi bapak-bapak yang kita temui di pos penjagaan bawah yang tadinya mengantarkan kita  sampai di Desa Terakhir menuju Gunung Bromo itu. Tau nggak, berapa harga Homestay yang ditawarkan kepada kita oleh pemiliknya? Seharga 800ribu sehari semalam booooooo. Bisa gila deh saya, uang sebanyak itu cuma buat menginap di Homestay yang menurut saya fasilitasnya pas-passan yaa. Apalagi saya yang notabenenya Gembel Pejalan, lebih suka ngirit ongkos kalau lagi jalan-jalan untuk menekan biaya pengeluaran, ditawari Homestay dengan harga segitu rasanya kek mau pingsan. Hahaha. Akhirnya saya nekat negoisasi sama pemiliknya. Saya tawar 300ribu, nggak boleh sama ibunya. Kebangeten nggak saya nawarnya? Bayangin aja, Homestay dengan fasilitas 2 kamar tidur + 2 kamar mandi berair hangat, ada ruang TV dan ada ruang santainya, kemahalan nggak saya nawar segitu? Wkwkkwkk. Asli, ini pertama kali pengalaman saya tawar menawar sama orang. jadi misal kebangetan yaa maaf dah. Iseng-iseng siapa tau berhadiah. Akhirnya, setelah terjadi tawar-menawar yang panjang lebar, kesepakatan kita jatuh di harga 500ribu rupiah. Hmmm, meskipun saya juga masih berberat hati agak nggak terima sih. Tapi mau gimana lagi. Sedangkan penginapan yang buka malam itu yaa cuma punya ibunya. Salah rombongan kita juga sih, yang nggak selancar di gugel cari informasi dulu sebelum berangkat (Jadi pelajaran berharga nih, untuk mengenal tempat tujuan traveling kita terlebih dahulu sebelum keberangkatan).
Pesona Gunung Bromo Via Pasuruan Jawa Timur
Cukup mewah untuk Gembel
Pejalan sekelas saya.
Pesona Gunung Bromo Via Pasuruan Jawa Timur
Pemandangan dari dalam kamar
Ahhhhh, sudahlah. Lupakan soal uang 500ribu yang melayang untuk Homestay itu, yang terpenting dapat tempat menginap (Andai saja saya bawa tenda, wkwkk). Kitapun menuju kamar kita masing-masing untuk mengistirahatkan tubuh yang sudah meronta-ronta kelelahan. Tapi percuma juga, dengan fasilitas mewah yang sebagus itu, justru malah bikin saya nggak bisa tidur. Aneh nggak? Wong Ndesooo yaaa begini nih, diragati dikit malah sulit beradaptasi. Hahaa. Homestay tempat kita menginap sebenarnya membawa keuntungan juga buat kita, selain hanya berjarak 200meter dari pos penarikan tiket, juga hanya memiliki jarak tempuh selama 30menit menuju penanjakan 1 (Tempat terbaik untuk menyaksikan sunrise di Gunung Bromo). Tapi, kita bisa menjangkau tempat itu hanya dengan menggunakan kendaraan bermotor. Karena apabila kita naik mobil, kita akan diberhentikan oleh orang-orang disana untuk beralih menggunakan jasa sewa hartop/jip. Langsung saja, pukul 04.00 kita semua bangun, sholat dan persiapan menuju Penanjakan untuk berburu sunrise dengan membeli tiket masuk wisata gunung bromo sebesar 35ribu @orang. Perjalanan yang dikatakan ibu-ibu pemilik homestay selama 30menit itu memang benar. Yaaa kalau bisa agak diawali aja berangkatnya, soalnya arus kendaraan di perjalanan menuju penanjakan nggak bisa normal, kita harus jalan bergantian sesama motor, dan banyak hartop berjubel di sepanjang jalan.
Pesona Gunung Bromo Via Pasuruan Jawa Timur
Sepanjang perjalanan menuju Penanjakan 1
Akhirnya, sampailah kita di Bukit Cinta. Kita nggak meneruskan perjalanan sampai Penanjakan 1, karena teman-teman sudah malas berjalan, dan salah satu anggota rombongan ada yang kurang sehat. Jadi nggak apa-apalah nggak bisa menikmati sunrise secara jelas, kesehatan anggota itu yang terpenting. Dan yang agak bikin saya kecewa, waktu itu kabutnya lagi nggak banyak, jadi nggak bisa menikmati lautan kabut didepan mata. Sekali lagi nggak apa-apa kok. Keindahan keindahan itu adalah bonus, kita bisa sampai sana dan kembali ke rumah dengan selamat aja sudah Alhamdullilah. Di bukit cintapun sebenarnya juga sudah ditampilkan panorama yang amazing, tempat ini menjadi spot alternative untuk menyaksikan sunrise apabila memutuskan tidak naik ke Penanjakan 1. Dengan backgorund gunung-gunung yang eksotis menambah lengkap view yang bisa kita nikmati. Apalagi dari kejauhan tampak Gunung Semeru yang seperti memanggil-manggil berdiri dengan gagahnya sambil mengeluarkan letupan asap.
Pesona Gunung Bromo Via Pasuruan Jawa Timur
Sunrise Bukit Cinta
Pesona Gunung Bromo Via Pasuruan Jawa Timur
Menatapmu Wahai Semeru.
Pesona Gunung Bromo Via Pasuruan Jawa Timur
Teman baru rasa teman lama.
Pesona Gunung Bromo Via Pasuruan Jawa Timur
Melompat lebih tinggi.
Pesona Gunung Bromo via Pasuruan tidak kalah menarik dengan pesona gunung bromo yang diakses dari kabupaten lain. Tapi perbedaan yang menonjol, jika berangkat ke Gunung Bromo Via Pasuruan, kita langsung bisa menuju Penanjakan 1, Bukit Cinta dan pemandangan sepanjang perjalanan yang menyegarkan mata. Sekitar pukul 11.30 rombongan kita memutuskan untuk pulang, kita nggak sempat melakukan perjalanan panjang menuju kawah Gunung Bromo. Melihat wisatawan dari kejauhan yang berjubel-jubel menaiki tangga menuju Kawah Bromo membuat mood saya memburuk. Saya benar-benar nggak suka keramaian yang keterlaluan seperti itu, huwaaaa (nangis kejer). Saya juga paling nggak nyaman kalau harus berada di tengah keramaian apalagi saat menikmati keindahan alam. Dan yang paling parah adalah terjadinya kemacetan di jalur utama menuju kawah gunung bromo. Apalagi kondisi medan jalan yang sangat nanjak dan curam, bikin saya terpaksa turun dari motor untuk jalan kaki demi keselamatan.
Pesona Gunung Bromo Via Pasuruan Jawa Timur
Mince pake helm merah. Trekking
 di jalur utama karna macet
Pesona Gunung Bromo Via Pasuruan Jawa Timur
Kemacetan yang bikin berjubel.
Pastikan kendaraannya sehat.
Pesona Gunung Bromo Via Pasuruan Jawa Timur
Motor aja sampai di ojek. Mince
ajakin ngobrol bapak tukang ojeknya
Kendala-kendala kecil bisa saja terjadi dalam setiap perjalanan. Entah kenyataan yang ternyata jauh dari ekspektasi kita, ataupun mendadak terjadi suatu hal diluar rencana yang mengharuskan kita berpikir keras untuk merubah rencana dan mencari jalan keluar. Saya tetap menikmatinya, apalagi ketika pulang dari Gunung Bromo Via Pasuruan ini, di sepanjang perjalanan disuguhi panorama yang bikin melek mata karena pesonanya, sangat disayangkan jika Gunung Bromo tidak menjadi destinasi tujuan wisata kalian. Pastikan bisa berkunjung ke Gunung Bromo untuk menikmati Mahakarya Tuhan yang sangat luar biasa.
Pesona Gunung Bromo Via Pasuruan Jawa Timur
Panorama menyenangkan
Pesona Gunung Bromo Via Pasuruan Jawa Timur
Jam 12.30 suasana kayak gini lo.
Tapi, kendala apapun yang saya temukan ketika melakukan perjalanan tidak membuat minat saya jalan-jalan berkurang. Saya justru senang dengan segala tantangan yang harus kita hadapi, karena selain membuat rombongan semakin kompak juga menguji seberapa peduli/peka antar anggota.

Ohyaa, ada satu lagi keindahan yang saya temukan di jalan. Meskipun rombongan kita nggak sempat mengunjunginya karena dikejar waktu yang sudah sore, jadi saya ngambil potonya sekilas sambil jalan. Nama wisatanya Kampung Warna Warni, dari kejauhan aja dipandang sangat menyenangkan, apalagi kalau dari dekat yaa. Semoga entah kapan hari bisa mampir kesana, meskipun hanya sekedar foto foto untuk menambah koleksi timeline instagram. Hahahaa
Pesona Gunung Bromo Via Pasuruan Jawa Timur
Kampung Warna Warni Jodipan
Pesona Gunung Bromo Via Pasuruan Jawa Timur
Kampung Warna Warni Jodipan
Salam hangat dari saya, satu quotes lucu yang sekilas saya baca dari baleho yang terpampang di Jalan Raya Malang Kota:
Hidup Tanpa Traveling, Bagaikan Makan Soto Tanpa Kuah :D 
Karena selalu ada cerita baru yang akan kamu temukan disetiap perjalananmu, sebagai penambah pengalamanmu. Segera berkemas, tentukan tujuanmu, awali dengan jalan-jalan di tempat terdekat dari rumahmu.!
.
.
Sejauh apapun langkah kakimu pergi, jangan lupa bawa sampahmu kembali.!
Bagaimanapun juga lingkungan dan alam ingin disayangi..
Supaya anak cucu kita bisa ikut menikmati..
Keep Traveling dan Mari Sayangi Lingkungan!

Senin, 16 Juli 2018

Review Film RASUK (Kecemburuan dan Kebencian berlebihan yang menyesatkan)

Review Film RASUK (Kecemburuan dan Kebencian berlebihan yang menyesatkan)
Holla.. Beberapa hari yang lalu saya dapat traktiran nonton gratis dari kakak baik hati yang haram untuk dikatakan "terlalu baik", hahahaa. Dia udah saya anggap seperti kakak saya sendiri. Kalau saya ceritakan panjang lebar, laman ini tidak akan muat untuk menampung tulisan tentang kebaikan yang diberikan ke saya. Yaaa memang dia baik sih orangnya, ke semua orang pun dia juga baik kok. 
Jadi ceritanya, kali ini saya mau review film untuk yang kedua kali. Udah baca kan review pertama saya mengenai drama korea Discovery Of Love? Kalau belom silahkan klik link dibawah ini. Saya jamin kalian nggak bakal nyesel baca ini review. Apalagi yang lagi galau kedatangan babang mantan. Heuheuheuu.
Review Drama Korea Discovery Of Love (Balikan sama mantan.? Boleh.)
Review film kedua dari saya kali ini adalah tentang film layar lebar bergenre horor yang masih anget-angetnya rilis. Dan yang itu tuhhh, saya bilang diatas, saya tonton pas dapat traktiran nonton gratis dari kakak baik hati + tidak sombong (Udah baiknya kek gitu, disia-siain pula sama pacarnya). Haha. Oke, jadi ceritanya Film yang saya review ini berjudul RASUK. Duh, sekilas dari judulnya aja udah terasa banget kesan mistisnya ya. Singkat, padat tapi horor (Bak kisah cinta sama gebetan, wkwkk). Film ini diangkat dari kisah fiktif novel yang ditulis oleh penulis BestSeller Risa Saraswati, jadi masih saudaraan sama ceritanya DANUR. Uniknya, Teteh Risa ini selalu berkarya mengenai tulisan yang ada kesan mistisnya. Ada cerita tersendiri dibalik karya-karya perempuan tangguh ini, semoga saja saya bisa meniru jejaknya (aamiin). Maksudnya jejak sebagai penulis yang profesional, bukan jejak berteman dengan makhluk dari dimensi lain. Masyaalloh, Hayati lihat mantan aja udah serem yang sama-sama manusianya, apalagi harus lihat makhluk dari dimensi lain. Naujubillah.

Langsung aja pada intinya. Tokoh utama dari cerita Film RASUK ini adalah Langgir Janaka yang dibintangi oleh Sandi Aulia. Awalnya Langgir terlahir dari keluarga yang bahagia, bersama ayah dan ibunya. Namun suatu ketika, saat Langgir masih kecil insiden naas awal dari semua permasalahan terjadi. Ayah Langgir meninggal kecelakaan tepat di depan Mata Langgir kecil. Langgir merasa ketidakadilan menimpa dirinya. Ayahnya yang meninggal, dan dia yang disalahkan oleh ibunya atas meninggalnya ayahnya. Bahkan sampai Langgir menginjak dewasa, ibunya menikah lagi, perselisihan diantara ibu dan anak itu tidak pernah surut. Keduanya selalu bersitegang. Hal itulah yang membuat Langgir membenci ibu, ayah tirinya, bahkan Bakula Borneo kecil, adik tiri Langgir yang tidak tau apa-apa.
Review Film RASUK (Kecemburuan dan Kebencian berlebihan yang menyesatkan)
Bagian Prolog Film di Gunung Papandayan
Kebencian Langgir tidak hanya berhenti pada ibu dan keluarganya saja. Langgir memiliki tiga sahabat bernama Sekar Tanjung, Fransisca Inggrid, dan Lintang Kasih. Keempat sahabat itu mengklaim nama persahabatan mereka Putri Sejagad. Kebencian yang bersemi dari dalam keluarga Langgir itupun semakin bertumbuh besar didalam persahabatan Langgir. Langgir merasa hidup ketiga sahabatnya sangatlah sempurna, berbanding terbalik dengan hidup dia. Hal itulah yang memicu keirian Langgir dan memperbesar kebenciannya. Namun diluar hal itu, Langgir memiliki satu teman dekat pria yang bernama Abimanyu. Abimanyu, sosok pria yang berparas tampan, manly dan terkesan badboy itu satu-satunya orang yang menjadi tumpahan keluh kesah langgir selama ini. Kedekatan yang intens diantara Langgir dan Abimanyu memicu tumbuhnya perasaan ingin memiliki lebih dari kata teman dekat pada diri Langgir (Fix terbukti, nggak kenyataan, nggak per-film-an atau per-novelan, yang namanya persahabatan antara cewek dan cowok itu nggak ada yang namanya murni sahabat. Pastinya salah satu akan terjebak dalam Friendzone). Tetapi apalah daya perasaan langgir yang hanya bisa dipendam di dalam hati, karena sikap cuek dan dingin Abimanyu.
Review Film RASUK (Kecemburuan dan Kebencian berlebihan yang menyesatkan)
Putri Sejagad
Pada suatu ketika, Putri Sejagad memiliki rencana berlibur di sebuah Villa bernama Karma Rinjani. Villa Karma Rinjani adalah Villa project bisnis Paman Lintang yang baru saja selesai proses pembangunannya (sebuah Villa di tengah belantara, terpencil dan terkenal angker). Awalnya Langgir tidak setuju untuk ikut dalam rombongan berlibur itu. Rupanya ketika sampai di rumah, terjadi konflik yang menegang diantara Langgir dan ibunya. Akhirnya Langgir memutuskan ikut berlibur ke Villa Karma Rinjani bersama rombongan Putri Sejagad.(Hikmah kentara yang dapat dipetik dari bagian ini adalah: ada baiknya ketika hati sedang gundah, risau dan bermasalah, terlebih permasalahan ada pada keluarga, kita tahan dulu keinginan untuk meninggalkan rumah hanya sekedar untuk mencari pelampiasan. Karena kepergian dengan kekecewaan dan kebencian justru tidak akan menyelesaikan masalah itu. Alih-alih bisa saja menambah masalah)

Perjalanan liburan yang seharusnya menyenangkan ini justru berubah menjadi ujian bagi keempat sahabat ini. Bermula dari awal perjalanan dimana mereka tersesat yang hanya berjalan memutar-mutar mengelilingi belantara. Lalu setelah lelah berjalan, mereka bertemu dengan seorang perempuan yang cantiknya warbiasah banget. Perempuan yang mengenalkan dirinya bernama Kumala Sari dengan pakaian kebaya putih, bertapih jarit dan berjilbab putih pula. Kemunculan Kumala Sari yang tiba-tiba sukses bikin berdebar keempat sahabat itu, pun saya sendiri sebagai penonton. Bagaimana tidak? Bebarengan dengan munculnya Kumala sari, diputarkan sound pengiring ala-ala, khas film horor yang bisa saja membuat orang punya riwayat jantung langsung kambuh. Hehehee. Ditambah Mbak Kumala Sari yang suaranya mendayu-ndayu lembut, mengatakan bahwa dia tidak punya teman dan tinggal di hutan itu sendirian (Hati-hati yang suka trutusan di gunung, semoga tidak bertemu sama Mbak Kumala Sari. Aamiin. Hehehe). Mbak Kumala Sari ini awalnya baik hati, karena mau menjadi penunjuk jalan untuk Putri Sejagad yang tersesat di Hutan dan mengantarkannya ke Villa Karma Rinjani. Iya, masih awalnya loo ya. Orang yang baik di awal belum tentu baik seterusnya dibelakang. Siapa tau itu hanya pencitraan belaka. Wkwkwkk. Tapi lebih baik kita khusnudzon dulu, entah dibelakang baik terus atau berubah jahat, itu urusannya dengan Sang Pencipta. Fix, abaikan ocehan nggak jelas saya.
Review Film RASUK (Kecemburuan dan Kebencian berlebihan yang menyesatkan)
Si Hantu Cantik Kumalasari
Singkat cerita, Kumala Sari adalah Gadis Ayu anak seorang pertapa di suatu desa dekat Villa Karma Rinjani. Kumala Sari meninggal akibat bunuh diri setelah diperkosa oleh salah satu pekerja bangunan Villa Kumala Sari. Saking keinginan Bapak Petapa itu untuk menghidupkan Kumalasari, Bapak Pertapa itu membangkitkan arwah Kumala Sari untuk memilih jasad seseorang yang cocok untuk ditinggali. Baru bisa ngeh dan bisa menangkap isi cerita kenpa berjudul Rasuk ketika sudah memasuki tahap tengah-tengah cerita. Menurut saya, untuk ukuran seorang hantu perempuan, Kumala Sari ini tidak terlalu menakutkan yaa. Hmmm kurang bikin greget kesan menegangkannya. Yang lebih lucu lagi, ketika hantunya muncul itu seluruh permukaan wajahnya di block dengan make-up berwarna putih tebal, jadi tampak sekilas seperti badut. Meskipun sebenarnya saya juga merem-melek ketika menontonnya.

Kembali ke Putri Sejagad. Setibanya di Villa Karma Rinjani, tiba-tiba Abimanyu sudah berada di dalam Villa tersebut. Dan puncak permasalahannya ketika Inggrid mengutarakan bahwa kedatangan Abimanyu atas undangannya, karena Abimanyu dan Inggrid telah resmi berpacaran. Langgir marah, Langgir kecewa, dan Langgir memutuskan untuk keluar dari Villa. (Hikmah kedua yang sangat kentara juga, kalau saya berada di posisi Langgir saat itu, ya sudahlah yaa mau diapain lagi jika memang abimanyu memutuskan berpacaran dengan Inggrid yang Notabene nya adalah sahabat Langgir. Salah Langgir juga kalau cinta nggak mau mengungkapkan. Gengsi? Bukankah sekarang sudah tercetus emansipasi wanita, kita berhak juga dong mengutarakan apa yang terpendam dalam perasaan kita, tanpa harus menunggu pria yang memulai. Kalaupun ditolak, yang penting sudah mengungkapkan, dan kita bisa berteman lebih baik lagi. Bodoo Amat mah kalau gua, haha, Ketawa Setannya Kumala Sari).
Review Film RASUK (Kecemburuan dan Kebencian berlebihan yang menyesatkan)
Inggrid, Abimanyu, Langgir
di Villa Karma Rinjani
Oke, setelah kepergian langgir dari Villa Karma Rinjani. Satu per-satu Peristiwa Terjadi. Arwah Kumala Sari mulai ugal-ugallan, merasuk ke dalam raga Inggrid yang pertama kalinya, dan kemudian merasuki raga Lintang. Hanya Sekar saja yang tidak dirasuki oleh arwah Kumala sari. Kalian harus tau! Sekar ini adalah pemeran andalan aing, wanita tangguh, pesilat, dan pengertian sama temannya. Bahkan Sekar ini juga yang berhasil membebaskan Ibu Kumala Sari yang ditawan oleh Bapak Pertapa jahat (Bapaknya Kumala Sari) dengan bertarung melawan Bapak Pertapa Edan itu. Adegan Favorit saya banget saat melihat petarungan Sekar ini. Sekar dengan tangguhnya melawan bapak pertapa yang katanya sakti lalu berhasil membunuhnya (Bagian terhoror dari jiwa Sekar menurut saya, karena membunuhnya dengan menusukkan pisau tepat ke salah satu mata Bapak Pertapa itu. Keren sih keren, bisa melindungi dirinya. Tapi kok tega yaa. Udah namanya juga film).
Review Film RASUK (Kecemburuan dan Kebencian berlebihan yang menyesatkan)
Sekar Tanjung, Tokoh Pemeran
Andalan Aing.
Mendekati akhir cerita, Raga Langgir memanglah diincar oleh Bapak Kumalasari untuk dirasuki arwah Kumalasari. Kenapa dipilih jasad Langgir? Disebutkan dalam dialog antara Bapak Kumalasari dan Kumalasari bahwa Raga yang jiwanya penuh kebencian dan dendam itulah yang bagus untuk ditinggali arwah gentayangan seperti arwah Kumalasari (Asli, saya ngeri banget bagian ini. Sambil berdoa, semoga saya terhindar dari perasaan benci yang berlebihan, apalagi dendam sama mantan). Benar-benar tersirat banget pesannya pas bagian ini. Inilah kenapa kita sebagai manusia diwajibkan untuk saling maaf-memaafkan dan tidak boleh menimbun kebencian dalam hati? Karena Kebencian yang berlebihan bisa menyesatkan, bukan malah menyelesaikan segala permasalahan.
Review Film RASUK (Kecemburuan dan Kebencian berlebihan yang menyesatkan)
Ketika Langgir Kerasukan
Lanjutt ke cerita Langgir yang menurut saya terkesan terburu-buru. Langgir mayak banget nih jadi orang ketika dia dirasuki Arwahnya Kumala Sari. Mendadak Sakti saja. Hehhe. Lha wong tiba-tiba saja si Langgir mengergaji dengan mesin kepala orang yang mau membeli rumahnya sampai darahnya muncrat, tumpah ruah. Sumpah, ini merupakan bagian terngawur menurut saya, harap maklum, namanya juga film, nggak bisa disangkut pautkan dengan kerealistisan hidup. Kalau dipikir salah apa coba orang yang mau membeli rumah dia? Yang salah kan ibunya kalaupun rumah itu jadi dijual. Tidak berhenti disitu, saking saktinya, Suddenly tiba-tiba Langgir sudah berada di rumahnya sendiri untuk membunuh ibu, ayah dan Bakula. Untung saja penulis filmnya dengan gesit mengatur jalan cerita segera menghadirkan Pak Ustad dan Teman-teman Langgir untuk datang ke Rumah Langgir. Dan penyelesaian cerita, Si Arwah Kumalasari dibacakan ayat-ayat Alqur'an oleh pak Ustad, disusul ucapan Ibu Kumalasari yang mengikhlaskan Kumalasari untuk pergi ke alamnya dengan tenang. Selepas kepergian Kumalasari, Langgir masih saja pingsan. Semua teman-temannya memanggil Langgir supaya Langgir segera siuman, karena orang yang pingsan apalagi baru kerasukan, jiwanya bertamasya kemana-mana, takutnya kalau tersesat dan tak tau arah jalan pulang. Hehehee.

Akhir cerita................... Setelah siuman, Langgir memanggil ibunya dan meminta maaf kepada ibunya, lalu kesadaran Langgir bersemi, ia mulai menerima keberadaan ayah tirinya, diawali dengan memanggil ayah tirinya "abah" , kemudian mencari Bakula Borneo menggendongnya dengan penuh kasih sayang. Bukan hanya bermaaf-maafan dengan keluarganya, Langgir juga bermaaf-maafan dengan sahabat-sahabatnya, berpelukan sambil tangis-tangisan khas perfilm-an (Masih dalam suasana Lebaran wooi). Putri Sejagad harus sama-sama sampai tua, itulah motto persahabatan mereka.

Artikel ini saya tulis berdasarkan sudut pandang saya pribadi setelah nonton film-nya. Untuk kejelasannya, alangkah lebih baik kalian nonton sendiri aja. Jangan lupa ajak temen, biar nggak kayak uji nyali. Hidupmu udah horor karna sendiri terus mbloo, mau tambah horor akibat lihat film horor sendirian? Plissss jangan.
Salam sayang dari Mince Blog Tri Wahyuni.

Ada satu lagi pesan tersurat dari Film RASUK dimana menurut saya dan kakak baik hati yang suka berkegiatan outdoor ini membuat kita saling mengiyakan, yaitu Tentang pesan Abah Langgir yang menyarankan Langgir untuk naik gunung jika tidak menemukan seseorang untuk diajak bicara. Karena dengan naik gunung alam dan pepohonan akan menyuarakan isi hati serta keinginan kita. Mungkin maksudnya Abah Langgir adalah Taddabur Alam, mendekatkan diri kepada alam untuk lebih dekat dengan Sang Pencipta. Sukaaa banget pas bagian kalimat ini.

Hmmmm (Keselek Hape). Bonusnya, mince kasih poto mince sama kakak baik hati dan tidak sombong ini. Heuheuheuu. Kakaknya Jomblo berkelas loo, yang berminat mau pendekatan atau mau jadi istrinya bolehlah hubungi mince di kontak mince yang tertera di sini >>>> Contact. Wkwkk (Iklan woooiii, barangkali ada yang minat sama kakaknya. Minat sama mince juga boleh. Ehh ngarep. Hahaha. Single-Fighter mah bebas).
Review Film RASUK (Kecemburuan dan Kebencian berlebihan yang menyesatkan)


Rabu, 11 Juli 2018

Desa Wisata Dompyong Trenggalek

Desa Wisata Dompyong Trenggalek
Dokumen pribadi dan Instagram @ilovetrenggalek
Holla... Dalam rangka mince Blog Tri Wahyuni menikmati Long Holiday, saya masih sibuk dengan segala aktivitas dolan saya yang sudah terkonsep dalam bucket list. Heuheuheu. Jarang-jarang bisa begini, liburan main kesana-kemari, dari satu tempat lalu berhenti beberapa hari di rumah dan main lagi ke tempat lain. Sampai emak saya geleng-geleng kepala lihat tingkah saya. Ya kali anak perempuannya nggak pulang-pulang, siapa emak yang nggak khawatir. Tapi tenanglah mak, anak perempuanmu ini Insyaalloh pasti bisa menjaga diri dengan baik.

Oke. Menjelang H-6 liburan panjang yang sudah mau usai, sepertinya saya memutuskan untuk kembali menjadi anak rumahan. Dan ketika saya bilang hal ini ke Partner Pejuang Masa Depan saya, dianya malah ngledek bilang gini: "Emang Betah? Kakimu nggak gatal kalo sampe berhari-hari diem di rumah?".  Dia Ini ngakunya temen saya lo yaaa, tapi ada temennya yang mau tobat malah dikatain kek gini. Nggak ngeselin gimana coba? Mau berkata dosa, takut kasar. Auu Ahh. Dianya emang suka bener kalo ngomong. Untung temen. Dan untung juga dia sempat ngajakin saya maen keliling Trenggalek, jadilah saya tau diri dan nggak maki-maki dia ganti. Wkwkkwkk. (Kalau kamu baca ini tulisanku, salam sayang dari aku bebih, kamu teman terbaikku).
Lanjutan dari cerita diatas, tulisan saya kali ini menceritakan kisah perjalanan saya berdua dengan yang saya bilang "untung temen" tadi. Haha. Jadi gini, awal mulanya kita itu udah ngrencanain jauh-jauh hari buat nglakuin trip nggak jelas ini. Dan Alhamdullillahnya sebelum fix bisa jalan, sempat tercancel 2 kali. Kirain nggak jodoh. Eeee ternyata masih berjodoh juga dan bisa jalan sama dia. Hehehe (emang bener yaa, kalau mau berjodoh wajib 'ain diusahain). Plisss jomblo dilarang baper, daripada nyari tali gantung diri bawah suket teki. 

Rencana awal yang udah dirundingkan lewat chat, tujuan pertama kita mau berkunjung ke Pabrik Kopi Van Dilem, yang mana ilat jowo saya sering mlese nyebutnya Van Hautten (kayak merk coklat bubuk aja). Dan rencana kedua mau berkunjung ke Putri Maroon, dan Rencana ketiga Berkunjung ke Bukit Paralayang Durenan. Kebetulan waktu itu ada festival paralayang se Jawa Timur yang diselenggarakan di Durenan Trenggalek  dan di ikuti oleh atlit paralayang profesional gitu. Rencana tinggallah rencana, jika Tuhan tidak berkehendak kita mah bisa apa atuh? Issshh. Dimana rencana yang sudah dipikir matang-matang dan dirundingkan di chat dengan pembahasan panjang lebar itu harus beralih ke Wisata Coban Rambat dan Pabrik Kopi Van Dilem aja. Begitulah ketika realita tak sesuai rencana. Harus Legowo dan tetap menikmatinya. 
Coban Rambat Bendungan Trenggalek
Singkat cerita, saya berangkat dari rumah sekitar pukul 17.00 (sabtu sore), dan saya harus menginap di rumah "untung temen" saya itu tadi. Oke, paginya kita jogging ikut car free day di Alun-Alun Trenggalek, satu hal ini sangat nggak boleh ditinggalin, mengingat rumah doi deket banget sama Alun-Alun  Trenggalek dan Stadion Menak Sopal. Pulang jogging dari Alun-Alun Trenggalek kita bersiap-siap  melaksanakan misi menuju tujuan wisata pertama. Langsung saja, Tujuan pertama kita Pabrik Kopi Van Dilem yang berada di Desa Wisata Dompyong Trenggalek. Desa Wisata Dompyong Trenggalek sepertinya memang dikonsep menjadi Desa Wisata oleh pemerintah setempat. Terbukti, dari adanya akun instagram resmi yang saya stalking setelah pulang dari perjalanan saya. Adanya akun instagram memberika informasi perkembangan pengelolaan Desa Wisata Dompyong, yang mana terakhir update informasi pada tahun 2016 lalu dan belum lagi update perkembangan terbaru.
Coban Rambat Bendungan
Sebelum menjangkau Pabrik Kopi Van Dilem, kita bisa mengunjungi satu tempat wisata buatan yang pernah ngehits beberapa bulan lalu. Namanya Wisata Coban Rambat. Wisata Coban Rambat ini berupa air terjun mini yang mana merupakan aliran anak sungai langsung dari pegunungan. Jadi jangan ditanya lagi gimana keadaan airnya. Dingin dan bening banget. Ohyaa, Desa Wisata Dompyong ini bisa dijangkau dari Pusat Kota Trenggalek dengan waktu tempuh sekitar satu jam. Jalannya berkelok-kelok naik turun meskipun kalau menurut saya tidak terlalu ekstream naik turunnya, tapi kelokannya bisa bikin mabok alias pusing kepala. Dan yang paling nggak boleh ditinggalkan ketika berkunjung ke Wisata Dompyong Trenggalek, jangan sampai nggak menyempatkan diri mampir ke warung-warung berjejer rapi yang menjual "Sego Gegog", yaitu makanan yang diakui sebagai makanan khas Trenggalek berisi nasi putih dibungkus menggunakan daun pisang kemudian dikukus, dimana di dalam nasi putih bungkus tersebut dikasiht lauk (ada ikan teri kecil-kecil  dan ikan tuna) yang sudah dimasak campur bumbu khas dengan beberapa level kepedasan. Harganya sangat bersahabat sama kantong boooo, untuk Sego Gegog berlauk ikan teri harganya 2.500 aja, sedangkan yang berlauk ikan tuna yaa cuma 3000. Murcee sekalii bukann?
Coban Rambat Bendungan
Air Terjun mini Coban Rambat
Coban Rambat Bendungan
Fasilitas mainan anak-anak
 Desa Wisata Dompyong Trenggalek
Wisata Coban rambat yang pernah ngehits di masanya dan menjadi spot foto buruan orang-orang kekinian, kini sungguh sangat malang nasibnya menurut saya. Habis manis sepah dibuang, huahuahua (nangis guling-guling). Dulu diagung-agungkan, dan kenapa sekarang justru terlihat tidak terawat lagi. Itulah sekilas persepsi saya mengenai Wisata Coban Rambat ini ketika sampai disana. Apalagi pengunjungnya pun tidak se-membludak dulu dijaman kejayaannya. Sudahlah, lupakan soal kesepiannya wisata coban rambat ini. Bukan hal yang mengherankan lagi kalau tempat wisata yang baru-baru begini ngehits-nya hanya sesaat.

Diluar itu semua, ada beberapa hal yang patut dipertimbangkan, kenapa kalian harus mengunjungi tempat ini. Saya akan menceritakan nikmatnya berada di Coban Rambat ini, jadi simak dengan baik yes. Dengan angin yang semilir, jauh dari hiruk pikuk kendaraan bermotor, pepohonan yang rimbun menambah kesejukan hawa Coban Rambat, Gemericik suara air yang debitnya tidak terlalu deras, kicau burung, dan udara segar yang cocok untuk bermeditasi melepas kepenatan akan lelahnya aktivitas duniawi, unchhh saya rekomendasikan tempat ini untuk menikmati keindahan alam supaya lebih dekat dengan alam lagi yakk, bukan hanya sekedar tempat bersua foto, terus kalau udah bosan ditinggalkan. Iyuhhhh.
Desa Wisata Dompyong Trenggalek
Gerbang Masuk Pabrik Kopi Van Dilem
Desa Wisata Dompyong Trenggalek
Kandang Sapi Perah
Dari Wisata Coban Rambat ini kita bisa langsung menuju ke Pabrik Kopi Van Dilem dengan waktu tempuh sekitar 15menit aja. Pabrik Kopi Van Dilem merupakan suatu pabrik kopi bekas peninggalan bangsa Belanda dulu. Pabrik Kopi Van Dilem ini berada di Area Hutan atau Pegunungan yang hampir berbatasan dengan Kecamatan Pagerwojo Tulungagung. Bukan Hanya Pabrik Kopi Van Dilem ditawarkan, di Desa Wisata Dompyong ini ternyata juga terdapat peternakan sapi perah. Saya kurang tau pasti, apakah ada juga pengolahan susu yang dekat dengan peternakan itu. Tapi dari hasil stalking saya di IG Desa Wisata Dompyong terdapat paket-paket wisata yang menawarkan beberapa aktivitas dengan berbeda-beda budget dalam setiap paket itu, nah salah satu dari beberapa paket itu ada yang dapat menikmati susu segar, persepsi saya sih langsung ke hasil olahan susu perah koloni ini yaa.
Desa Wisata Dompyong Trenggalek

 Pabrik Kopi Van Dilem
Pabrik Kopi Van Dilem

 Pabrik Kopi Van Dilem
Kembali ke Pabrik Kopi Van Dilem. Pabrik kopi Van Dilem ini terlihat sudah usang karna sudah lama tidak terpakai. Dan kemudian saya berbincang-bincang dengan teman saya, apakah pabrik kopi ini akan difungsikan lagi? Melihat keadaan pabrik ini yang sudah tidak layak sebagai fungsinya karena banyak sekali lumut yang tumbuh diberbagai bagian dari bekas pabrik kopi itu. Hmmmm, sepertinya Pabrik Kopi Van Dilem ini lebih cocok menjadi salah satu tempat wisata yang mengandung unsur sejarah, hehe. Daripada difungsikan lagi bisa menghilangkan unsur kesejarahannya. Fix, Abaikan nyinyiran-nyinyiran nggak penting saya.
Pabrik Kopi Van Dilem
Hasil Olahan Kopi Van Dilem
Nah, rupanya dibalik keusangan peninggalan bekas pabrik kopi van dilem itu, terdapat hasil real olahan produk kopi yang diberi label Van Dilem juga. Pada bungkus hasil produk kopi van dilem yang berwarna coklat muda itu, tertera tulisan bahwa produknya diberdayakan oleh Petani Lokal Desa Dompyong. Jadi kemungkinan di desa Dompyong terdapat tempat pengolahan kopi yang dijadikan kopi bubuk kemasan. Inilah awal mula ketertarikan saya kenapa saya semangat sekali mengunjugi Pabrik Kopi Van Dilem. Gegara waktu itu disuguhkan secangkir kopi hitam oleh teman saya, dan diminta untuk memberikan komentar tentang rasa kopinya.
Pabrik Kopi Van Dilem
Spot Foto Instagramable
Pabrik Kopi Van Dilem
Spot Foto Instagramable
Pabrik Kopi Van Dilem
Spot Foto Instagramable
Pabrik Kopi Van Dilem
Ketika kalian berkunjung ke tempat bersejarah ini, bukan hanya untung dengan pengetahuan kalian aja yang bertambah mengenai sejarah. Tapi bagi kalian para pecinta foto yang eksis binti narsis, Wisata Pabrik Kopi Van Dilem menawarkan spot bersua foto yang instagramable banget buat tambahan koleksi foto di instagram. Berbagai spot foto dikelola sedemikian rupa, dan sepertinya mendapat perhatian khusus dari pemerintah setempat. Namun saran dari mincee, kalau berkunjung kesini jangan lupa ajak teman, itung-itung biar ada yang motoin dan ada temannya ceriwis disepanjang perjalanan. Hehehee. Karena jalan sendiri itu berat, kalian nggak akan kuat.
Desa Wisata Dompyong Trenggalek
Hidangan sepanjang perjalanan
Perjalanan saya pun berakhir di salah satu warung nasi gegog langganan teman saya. Kemudian kita memutuskan untuk pulang karna waktu yang sudah sangat siang dan panas sekali. Meskipun ketika kita berada di perjalanan kita nggak ngrasain udara panas, karna masih rimbunnya pepohonan di sepanjang jalan. Oke, tunggu cerita perjalanan saya berikutnya.
.
.
.
Sejauh apapun langkah kakimu pergi, jangan lupa bawa sampahmu kembali.!
Bagaimanapun juga alam pun ingin disayangi..
Supaya anak cucu kita bisa ikut menikmati..
Keep Traveling dan Mari Sayangi Lingkungan!

Desa Wisata Dompyong Trenggalek
Mince dan yang ngakunya temen mince. 

Selasa, 03 Juli 2018

Tempat Wisata Di Mojokerto yang Wajib Dikunjungi Saat Liburan

Tempat Wisata di Mojokerto
Tempat Wisata Mojokerto - Liburan Hari Raya menjadi kesempatan untuk berlibur kemanapun yang saya mau. Berbagai tempat wisata sudah saya masukkan ke dalam Bucket List Tujuan Liburan saya, dan terperinci bersama tanggal keberangkatannya. Yaaa meskipun terkadang ketika menjelang beberapa hari sebelum berangkat, terdapat kendala yang mengharuskan rencana itu dimundurkan secara dadakan lalu menggantinya dengan acara lain. Jadi harus pintar-pintar atur waktu dan mengotak-atik jadwallah. Hehehee.

Kali ini Kota Mojokerto menjadi tujuan pertama saya untuk memulai perjalanan lagi yang hampir 6 Bulan Vakum berkelana. Selama hampir 6 Bulan itu saya benar benar menjadi anak rumahan. Yang saya tahu hanya makan, tidur, kerja, kuliah dan ngerjain tugas (efeknya jadi gemukan, haha). Dan hiburannya cuma baca novel, wattpad, kadang juga liat drama korea. Gitu-gitu aja sampai satu target benar-benar sudah saya bereskan. Alhamdullillah. Jadi, ke-vakum-an perjalanan saya kemarin itu disebabkan oleh fokus saya terhadap Tesis yang tidak  boleh terganggu dengan kegiatan apapun, supaya bisa selesai sesuai waktu yang saya targetkan. Begitulah hidup saya, teroganisir dengan target-target yang harus saya capai, meskipun terkadang realita yang diberikan Tuhan tidak sesuai dengan harapan saya, tapi saya tidak pernah menyerah, eeeaaaakkk.

Jadi begini, Beberapa Tempat Wisata Mojokerto ini sebenarnya sudah saya incar jauh-jauh bulan. Dan baru saja bisa saya jangkau akhir-akhir ini. Daripada tidak sama sekali. Hehehe. Perjalanan saya ke Tempat Wisata Mojokerto saya mulai dari harus menginap di rumah kakak saya yang dekat terminal. Karena saya memilih berangkat pagi-pagi buta (05.00), jadi nggak mungkin saya berangkat dari rumah saya sendiri yang memakan waktu perjalanan satu jam menuju terminal, yaaa kali berangkat dari rumah harus pukul 04:00, berarti saya harus bangun pukul 03:00 dong, sedangkan tidur malam saya saja pukul 00:30. Bisa kelelahan di perjalanan. Jadi demi keefisien dan kenyamanan saya dalam perjalanan, saya memutuskan untuk tidur di rumah kakak saya. Untung punya kakak berdomisili kota. Hehe.

Oke. Kenapa saya memilih Mojokerto untuk memulai perjalanan saya lagi? Jawabannya ya karena saya ingin mencari tempat baru yang membawa keuntungan dua sekaligus, yaitu berwisata sambil belajar. Taulah kalau Tempat Wisata Mojokerto itu mengandung banyak unsur sejarah. Secara, Kota Mojokerto bisa dikatakan menjadi salah satu kota pusat petilasan Kerajaan Majapahit. Jadi kota ini saya rekomendasikan buat kalian yang suka berlibur tetapi nggak suka tempat-tempat ekstrim seperti Gunung, Pantai, Air Terjun, ataupun tempat lainnya. Apalagi ngajakin anak-anak yang notabene-nya anak sekarang miskin pengetahuan mengenai sejarah akibat terjajah oleh gawai canggih yang sudah menjamur. Nggak mau kan anak-anak kita lupa akan asal usulnya? Nahh, ini pentingnya belajar sejarah. (Abaikan, celoteh kurang penting).
Tempat Wisata di Mojokerto
Masjid Darul Muttaqin
Tiga jam perjalanan akhirnya saya sampai diperbatasan Jombang - Mojokerto. Saya kira bakal terjebak macet, tetapi ternyata tidak. Perjalanan aman sentosa sampai tujuan, dan kembali dari tujuan. Alhamdullillah. Meskipun kemarin itu juga sempat keblabasan hampir 2KM dari pertigaan belokan menuju destinasi utama saya, tapii yaa sudahlah nggak apa-apa. Nggak seru kalau jalan-jalan arahnya selalu benar (menghibur hati). Ada untungnya juga sedikit keblabasan waktu itu. Saya jadi tahu ada masjid di Kota Mojokerto dengan artistik yang sangat mengagumkan, dirancang dengan bangunan bernuansa kerajaan dimana menambah nilai estetika dari masjid itu. Namanya Masjid Darul Muttaqin. Keren banget kalau menurut saya pribadi. Nah, berikut beberapa Tempat Wisata di Mojokerto yang menjadi sasaran perjalanan saya:
  • Patung Budha Tidur di Maha Vihara Majapahit. Tempat wisata ini menjadi tujuan pertama saya ketika sampai di Kota Mojokerto. Sesuai dengan namanya Tempat Wisata Patung Budha Tiudr, maka di tempat wisata ini akan kita jumpai sebuah Patung Budha Tidur besar yang berukuran 22 x 6 x 4,5 meter, dibangun di atas kolam ikan dengan berbagai jenis ikan yang besar-besar. Patung Budha Tidur ini dibuat pada tahun 1993 oleh YM Viryanadi Maha Tera. Seluruh tubuh patung di cat berwarna kuning keemasan yang menimbulkan kesan sangat menarik. Usut punya usut menurut para pengamat, Patung Budha Tidur di Mojokerto adalah Patung Budha Tidur terbesar di Indonesia. Di sebelah kirinya patung budha tidur  terdapat kolam air yang banyak ditumbuhi teratai, hal itu seolah-olah mengilustrasikan laut dimana abu sang Budha Gautama dilarungkan. Harga tiket untuk masuk ke dalam salah satu Tempat Wisata Mojokerto ini sebesar 3000 rupiah @orang, dan parkirnya sebesar 5ribu rupiah untuk kendaraan roda dua, mungkin untuk kendaraan roda empat bisa mencapai 10ribu. Tempat Wisata Patung Budha Tidur ini dibuka setiap hari, dari pukul 07.00 - 17.00. Bukan hanya Patung Budha tidur, di dalamnya juga terdapat berbagai macam patung-patung kecil yang saya sendiri tidak tau nama-namanya, serta terdapat miniatur Candi Borobudur juga. Tidak akan rugi jika kalian mengunjungi Tempat Wisata Patung Budha Tidur ini untuk mengisi liburan panjang ataupun sekedar mengisi weekend. Biar gampang nyarinya ketika berkunjung ke Patung Budha Tidur, kalian bisa klik Titik Koordinat Alamat Tempat Wisata Patung Budha Tidur.
Tempat Wisata di Mojokerto
Patung Budha Tidur Mojokerto
Tempat Wisata di Mojokerto
Patung Budha Tidur Mojokerto
  • Destinasi kedua saya dari Tempat Wisata Mojokerto ini adalah Candi Brahu. Candi Brahu terletak tidak jauh dari Wisata Patung Budha Tidur. Kira-kira berjarak sekitar 5KM-an. Jadi misalnya kalian berkunjung ke Candi Brahu terlebih dahulu, kalian tinggal meneruskan perjalanan menuju Patung Budha Tidur, begitupun sebaliknya. Candi Brahu ini menurut saya sangat unik. Disusun dari Batu Bata Merah memanjang keatas yang hampir mirip-mirip seperti Candi Prambanan, tetapi bedanya Candi Brahu ini hanya berdiri sendiri, tidak banyak seperti Candi Prambanan. Untuk memasuki Tempat Wisata Candi Brahu, kita harus membeli tiket masuk seharga 3ribu @orang, dan biaya parkir sebesar 5ribu @motor. Candi Brahu memiliki tinggi 25,7 meter dimana merupakan candi tertinggi di Jawa Timur. Candi Brahu ini dibangun menghadap ke barat dan berdiri diatas batur yang tinggi. Posisi ruang candi berada dibagian tubuh candi, dengan posisi demikian tangga naik ke ruang candi sangat curam. Candi Brahu tidak diperkenankan untuk dinaiki oleh wisatawan ya gaess, jadi misal kita ingin berfoto kita bisa berfoto di depan Candi, atau cukup di sampingnya saja.
Tempat Wisata di Mojokerto
Candi Brahu Mojokerto
  • Destinasi terwahid yang tidak akan saya tinggalkan dari Tempat Wisata Di Mojokerto adalah Museum Majapahit. Untuk Museum Majapahit ini letaknya lumayan Jauh dari wisata patung  Budha Tidur dan Candi Brahu. Namanya juga museum, tentunya berisi tentang peninggalan-peninggalan sejarah. Jadi di museum majapahit ini banyak kita temukan situs - situs peninggalan Masa Majapahit dan arkeologi yang terawat. Saya sampai dibuatnya kagum. Di  jaman Dulu Kala ternyata sudah menggunakan beberapa piring-piring keramik yang unik - unik dan berasal dari Luar Negeri. Selain itu, banyak juga tersimpat peralatan rumah tangga, perabitan rumah, jenis-jenis artefak logam, dan masih banyak lagi. Jadi kalau kalian penasaran dengan bagaimana kehidupan masa kerajaan, saya rekomendasikan Museum Majapahit ini untuk menghilangkan rasa penasaran kalian. Tempat Wisata Museum Majapahit ini sudah dilengkapi dengan toilet, Mushola serta yang paling menarik perhatian saya adalah pojok bermain permainan tradisional untuk anak-anak. Selain itu, kita bisa memlihat secara langsung situs pemukiman masa kerajaan majapahit. Nggak tau ya, kalau saya sih bisa senang dan puas ketika bisa berwisata sejarah begini. Bisa belajar apa yang belum saya ketahui dan menambah pengetahuan yang sedikit saya miliki. Hehehe. Oh ya, untuk masuk ke dalam Museum ini kita harus membeli tiket sebesar 5ribu untuk @orang dan dikenakan biaya parkir 2ribu rupiah @motor. Jadi kangen nih sama keponakan kecil saya yang sedang mudik di Jawa Tengah, pasti dia bakal seneng banget kalau diajakin Ke Museum Majapahit ini. Oke, bisalah diagendakan balik kesini lagi. Mau Joint.? Call Me Kuy. Haha.
Tempat Wisata di Mojokerto
Museum Majapahit
Tempat Wisata di Mojokerto
Museum Majapahit Bagian Luar
Tempat Wisata di Mojokerto
Pojok Permainan Tradisional
  • Perjalanan di beberapa Tempat Wisata Mojokerto saya akhiri dengan mengunjungi Alun-Alun Kota. Sebenarnya Alun-Alun Kota Mojokerto ini tidak masuk dalam Bucket List Destinasi Wisata saya, tetapi berhubung pulang saya ke Tulungagung naik kereta api, dan jam keberangkatannya masih lama akhirnya saya memutuskan untuk menunggu di Alun-Alun Mojokerto. Oke, menurut saya Alun-Alun Mojokerto ini unik, menarik, dan rame lah. Apalagi ada beberapa bangunan yang identik dengan ciri khas Mojokerto, yaitu bangunan-bangun seperti gapura kecil pun gapura besar. Selain itu, di Alun-Alun Mojokerto ini disediakan toilet bersih yang sangat terawat, saya kirain kantin, eee ternyata toilet. Salut banget deh. Bukan hanya toilet, kita juga bisa menemukan perpustakaan terbuka yang berada hampir bersebelahan dengan toilet itu tadi. Hmmmmm. Pembangunan yang menurut saya sangat memadai untuk fasilitas umum yak.
Tempat Wisata di Mojokerto
Gapura Selamat datang :-D
Tempat Wisata di Mojokerto
Perpustakaan Ruang Terbuka
Tempat Wisata di Mojokerto
Kamar Kecil Di Alun-Alun 
Tempat Wisata di Mojokerto
Alun-Alun Mojokerto
Penutup dari perjalanan sehari saya dalam mengunjungi beberapa Tempat Wisata di Mojokerto ini adalah, saya menunggu keberangkatan kereta hampir satu jam di dalam Stasiun Mojokerto, lalu masih harus menempuh perjalanan lagi selama 3 jam di dalam kereta, yang mana mengharuskan saya sampai rumah pukul 11malam. Pelengkap kebahagiaan hari itu buat single fighter seperti saya ketika adik lelaki saya mengirimkan pesan menanyai saya ingin dijemput atau tidak, meskipun saya bilang tidak, tetapi saya menghargai usahanya untuk menjaga kakaknya yang harus pulang malam. Dan Hmmmmm, Terimakasih banyak untuk orang-orang yang selalu mencintaiku, mempercayaiku, dan menjagaku sejauh ini, Ibu, Bapak dan Adik Lelakiku. Tanpa Kalian Aku Bukan Siapa-Siapa.
.
.
.
Sejauh apapun langkah kakimu pergi, jangan lupa bawa sampahmu kembali.!
Bagaimanapun juga lingkunganpun ingin disayangi..
Supaya anak cucu kita bisa ikut menikmati..
Keep Traveling dan Mari Sayangi Lingkungan!