Jumat, 10 Agustus 2018

Argopuro Sayang, Argopuro Malang.!

Argopuro Sayang, Argopuro Malang
Dokumentasi Video Akun Instagram @jaligoeshiking
Argopuro Sayang, Argopuro Malang- Akhir akhir ini, jagad maya digemparkan oleh pemberitaan tentang pembangunan akses jalan di lereng gunung Argopuro. Hal itu menjadi perhatian besar para netizen terutama para pecinta alam. Dan begitupun dengan saya sendiri, banyaknya postingan yang berseliweran di akun media sosial instagram dimana terjadi kontra menyayangkan sikap pemerintah daerah setempat yang berani mengambil kebijakan untuk tetap melanjutkan pembangunan jalan lereng Gunung Argopura  (sampai pada saat informasi itu saya dapat) hingga membuat saya gemas untuk menuliskan unek - unek saya.

Bukankah dengan melakukan pembangunan di lereng gunung seperti hal itu, sangat mengganggu keseimbangan ekosistem? Saya pribadi mungkin belum pernah menginjakkan kaki untuk traking menyusuri akses jalan menuju puncak Argopuro. Namun melihat potensi Gunung Argopuro yang menjadi salah satu gunung yang banyak diminati oleh para penggiat alam, saya ikut kecewa apabila pembangunan Argopuro ini tetap dilanjutkan. Argopuro biarlah menjadi Argopuro dengan segala keistimewaannya. Argopuro memang bukan diperuntukkan untuk disinggahi kendaraan bermesin, karena Argopuro menjadi tempat menepi dikala kita sudah jengah dengan suara hiruk pikuk kendaraan bermesin di dataran rendah. Kemana lagi tempat kita bermain jika di Gunung yang menjadi tempat untuk mencari ketenangan, justru ternodai dengan keramaian pula?

Salah satunya informasi yang saya lansir dari postingan di Instagram oleh akun @jaligoeshiking menerangkan kebengisan jaman canggih teknologi dalam mengekploitasi alam habis habisan dengan rentetan kalimat seperti berikut ini:
Quo Vadis pembangunan Argopuro: Bye-bye jalur trekking terpanjang di Pulau Jawa
Argopuro punya posisi unik di dunia pendakian nusantara: Jalur trekking terpanjang di pulau Jawa (42km+).
Untuk ukuran pulau Jawa yang padat penduduk dan didominasi perkotaan, ini sebuah "prestasi" luar biasa. Sayangnya hal tersebut bakal hilang dengan proyek ambisius yang menebang ratusan pohon dan melebarkan jalan untuk kemudahan akses kendaraan bermotor hingga mata air 1.
.
Berdasarkan konfirmasi dari BBKSDA Jatim, jalan tersebut ditujukan untuk pengangkutan hasil hutan warga, cuma saya skeptis proyek milyaran tersebut "hanya" untuk mengangkut hasil hutan warga, berdasarkan berita di AntaraNews, Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, akan segera membangun sarana dan prasarana, termasuk jalan menuju Gunung Argopuro sebagai penunjang wisata alam dan Situs Rengganis.
.
Master plan pembangunan tersebut tidak dibuka untuk publik sehingga para penggiat kegiatan alam bebas hanya menerka-nerka saja dan berasumsi bagaimana sebenarnya proyek tersebut dilaksanakan: akankah dibangun resort dan penginapan seperti desas-desus di kalangan warga? apakah jalan dilebarkan sampai Cikasur atau sampai situs Dewi Rengganis? dan berbagai pertanyaan lain. Ketidakjelasan ini wajar menimbulkan kontroversi karena berdasarkan berita di atas, komunitas pecinta alam tidak dilibatkan dalam sosialisasi melainkan komunitas penggiat sepeda gunung. Mungkin kami-kami yang berjalan kaki ini gak dianggap. Gak di kota gak di pegunungan, kaum pejalan kaki pasti jadi prioritas paling akhir.
.
Kemudahan akses menuju Cikasur pasca pelebaran jalan pun mengundang makin banyak komunitas motor trail atau perorangan dari berbagai daerah yang berminat menjelajahi Cikasur seperti yang saya alami minggu kemarin. Jalur yang cuma satu memaksa saya yang pejalan kaki ini harus minggir mengalah sama deru mesin dan debu dari ban-ban kendaraan bermotor (jumlahnya sekitar 20 motor lebih), di beberapa spot yang sempit, saya dan teman-teman bahkan harus ekstra hati-hati biar gak kesenggol motor.
.
Apakah dibenarkan motor dalam jumlah yang besar masuk ke kawasan inti konservasi Cikasur dalam waktu yang bersamaan? mengingat Cikasur adalah habitat merak, babi hutan, dan ayam hutan yang masih bisa kita jumpai ketika pagi dan sore hari ketika camp di sana. Sempat beredar kabar juga kalau 17 Agustus nanti pendakian bakal ditutup karena ada event motor trail, jadi bisa dibayangkan betapa "meriahnya" Cikasur nanti. Menurut saya ojek warga sekitar tidak masalah karena jumlah dan frekuensinya tidaklah banyak, saya termasuk pengguna ojek juga walau sampai batas makadam saja, pendaki harusnya dilarang menggunakan ojek melebihi pos Mata Air 1 (batas proyek pelebaran jalan)
.
Kalau mau dikembangkan sebagai potensi wisata, sebaiknya mengambil dari positioning Argopuro sebagai jalur trekking terpanjang se-Jawa. Jalur dibenahi dan diperbaiki, kalaupun mau ada jalur motor atau sepeda gunung, sebaiknya dipisah dengan jalur pejalan kaki (kabarnya dari Jember ada jalur motor, kenapa gak dioptimalkan saja tanpa mengkanibal jalur Baderan), marka-marka ditambah karena banyak percabangan yang menyesatkan, fasilitas seperti shelter atau toilet basah dibangun (toilet Cikasur dan Taman hidup yang baru dibangun tidak berfungsi), manajemen pengangkutan sampah dibenahi dengan memanfaatkan warga sekitar sebagai penjaga kawasan
.
Ingat, di Indonesia gak ada yang punya posisi yang unik seperti dataran tinggi Hyang dengan savananya yang sangat luas dan banyak. Kalau hanya meniru pembangunan wisata di tempat-tempat lain, apa istimewanya Argopuro kelak? hanya menambah daftar panjang wilayah konservasi dimanfaatkan sebagai tempat wisata alam yang hanya berfokus pada profit semata dan dieksploitasi habis-habisan
.
Ah tapi sudahlah... ini hanya curhatan hati dan saran saya sebagai orang luar yang sudah empat kali berkunjung ke Argopuro dan begitu mencintai kawasan dataran tinggi Hyang dengan Cikasurnya. Hal-hal kecil yang saya lakukan cuma membereskan sampah di sekitar shelter rubuh dan pohon Cikasur, mematikan api unggun yang masih menyala ditinggal orang, atau memperbaharui dan sharing tracklog GPS jalur pendakian buat bekal teman-teman pendaki yang akan berkunjung kelak biar tidak tersesat. Ketika lintas Baderan-Bermi juga saya selalu menginstruksikan teman-teman agar sampah tidak dibuang di Bermi melainkan di POM bensin terdekat biar tidak memberatkan petugas basecamp mikirin sampah yang menumpuk.Tidak banyak memang, hanya tindakan kecil yang bisa saya lakukan pribadi demi kecintaan saya kepada Argopuro.
Argopuro Sayang, Argopuro Malang mengapa hal semacam ini harus terjadi kepadamu? Sedangkan saya saja belum sempat menjamahmu, bercanda mesra denganmu, dan berbicara menuangkan keluh kesah setelah merasakan nikmatnya trakking menyusuri indah pemandangan yang kau tawarkan. Argopuro Sayang, Argopuro Malang, riwayatmu kini dipertaruhkan. Nasibmu kini dipertanyakan.! Akankah pembangunan yang tidak seharusnya terjadi kepadamu seperti ini tetap dilanjutkan? Kemana lagi tempat para pencari ketenangan bermain, jika di tempat yang tenang saja tetap dekat dengan keramaian? Bagaimana dengan nasib flora fauna endemik melihat habitatnya rusak dan seolah memaksa mereka harus berbaur dengan manusia lalu suara kendaraan bermesin?

Semoga, pembangunan semacam ini bisa lebih dipikirkan lagi sebab dan akibatnya, karena menurut saya hanya menjadi keuntungan beberapa pihak semata, seperti berbicara soal memudahkan wisatawan untuk menikmati keindahan alam Argopuro, sebab memang pada dasarnya Gunung tetaplah Gunung. Menjangkaunya dengan berjalan kaki sudah menjadi Harga Mati. Mempromosikan boleh dan sangat bagus untuk mendompleng perkembangan ekonomi daerah setempat, tetapi tidak dengan cara merusak alam.! Setuju???

Selasa, 07 Agustus 2018

Kenapa Harus Ada KAPAN Diantara Kita?

Kenapa Harus Ada KAPAN Diantara Kita?
Hmmm.. Sadar nggak sih sama perkembangan jaman yang udah melesat jauh dengan berbagai kecanggihan teknologinya.? Tak ayal juga, hal itu bikin mayoritas manusia jaman sekarang berpikir kritis. Saking kritisnya aja sampe ada beberapa orang yang melemparkan pertanyaan sok kritisnya tanpa mempedulikan nasib yang di tanyai. Haha.

Apalagi kalau udah ketemu sama moment dimana berkumpul dengan khalayak banyak, terus si para khalayak itu pola berpikirnya berbeda 180 derajat sama kita, soooo siap siap aja menerima kenyataan dengan bombardiran pertanyaan "Kapan Kapan dan Kapan.?" Wazehhh, ini bukan semata mata artikel curhatan author yes. Tapi karna gemesnya author sama kenyataan hidup yang harus di hadapi akibat pertanyaan kritis itu.

Bayangin aja deh, saat kita lagi kuliah, pas jadi mahasiswa semester tua, skripsi ataupun tesis belom kelar, lalu udah ditanyain: "Kapan Lulus.?". Stop stop saya jelasin dulu, dipikir jadi mahasiswa semester tua itu enak apa ya.? Montang manting ngejar deadline biar segera ACC dan bisa sidang. Itu juga kalau dapat dosen pembimbing yang bisa diajak kompromi dan baiknya seperti malaikat tak bersayap, coba kalau kebetulan dapet rejeki dosen pembimbing sehoror malaikat izrail. Di PHP-in mau bimbingan itu rasanya lebih sakit daripada di PHP-in Gebetan, belom lagi kalau lembar hasil kerjaan kita begadang semalaman di corat coret. Ngenesnya Masyaalloh coy. Tolong jangan sampai tambahin beban dengan pertanyaan kritis yang nggak bermutu kalian. Punya hati kan.?

Giliran skripsi kelar, sidang beres, 6 bulan diem di rumah karna nunggu prosesi wisuda dan ijazah keluar,  udah dapat pertanyaan super kritis lagi: "Kapan kerja.? Bukannya udah lulus ya.?"

Udah, sampai segini paham.? Saya yakin banyak diantara riders yang juga mengalami hal seperti ini. Namanya juga hidup, Tuhan yang nentuin, kita yang jalanin dan orang lain yang nyinyirin. Good.! Cemerlang banget ini otak saya buat mikir beginian. Haha. Pasti pengalaman ya.? Iya pengalaman jadi korban kekritisan para manusia jaman now.

Gasss teruss thor, mumpung isi otak cemerlang. Cocok kayaknya makanan yang dibuat emak saya hari ini. Lanjut sama pertanyaan kritis yang bersenjata KAPAN lagi. Ehmmm. Udah lulus yaa, udah dapat kerja juga, eeeeee masih aja yang usilnya nggak ketulungan nekat tanya: "Kapan Nikah.? Udah kerja lo. Nungguin apa lagi.? Dsb". It's oke, saya single fighter, saya kuat saya tangguh. Haha. BTW emang pertanyaan begituan penting ya buat ditanyain.? Sekalian aja dah tanyain "Kapan Indonesia hujan salju.?" Sama sama absurd kan pertanyaannya.?

Semua orang juga pengen nikah kaliiii pak buk, mbak mas, tapi nggak perlu lah ngejar ngejar dengan pertanyaan sehoror Kapan Nikah, yang kesannya pertanyaan itu keluar dari kerak neraka. Tidak semua pertanyaan yang kalian tanyakan itu "Nggak Menyakiti" orang lain lo. Saya tau kalian semua kritis, jadi tolong kekritisannya dikondisikan. Ohhhh, maksudnya becanda.? Becanda yaaa.? Hmmmm. Lalu hukumnya halal gitu becanda tapi melukai perasaan orang lain. Yaa kali orangnya slengek'an kayak saya begini, adem adem aja meski digempur dengan seribu pertanyaan bertajuk Kapan.! Coba kalau orang yang kalian tanya pribadinya pemikir keras, bentar bentar galau, cuma gegara dengerin kekritisan kalian yang sekali lagi Nggak bermutu banget. Ehh emang saya adem adem aja.? Nyatanya saya juga gemes sendiri, sampai akhirnya menelurkan gagasan absurd begini. Hahaa.

Oke. Lanjut lagi. Setelah melewati fase penantian jodoh, akhirnya pernikahanpun terjadi. Udah nikah dapat 6 bulan, belum ada tanda tanda hamil. Mulai lagi nih nyinyiran bertajuk Kapan dari orang orang yang kritisnya luar biasa. "Kapan punya anak.? Jangan ditunda tunda lo. Dsb!". Mungkin sebagai single fighter saya belum bisa memahami bagaimana rasanya mendapat pertanyaan ini ya. Yang pasti rasa pedih akibat pertanyaan bertajuk KAPAN ini hampir hampir mirip lah. Sumpah demi apapun, menurut saya pertanyaan bertajuk KAPAN dalam situasi yang seperti ini sangat sensitif sekali untuk dikeluarkan. Karna hal itu sangat berhubungan dengan privasi orang yang ditanyai. Jadi plisss sekali lagi, kalau masih punya hati, lebih baik nggak perlu tanya Kapan Punya Anak kalau udah tau itu pasangan belum punya anak. Nanti juga kalau mereka punya anak, pasti di posting di medsos mereka, dan berita itupun akan sampai ke mata para nyinyirers.
Kenapa Harus Ada KAPAN Diantara Kita?
Kenapa sih harus ada "KAPAN" diantara kita? Sering kan denger pertanyaan keramat itu? Adaa aja topik topik yang di kenakan sama pertanyaan Kapan. Dan pastinya kalau pertanyaan bertajuk kapan seperti diatas saya tuliskan semua, tentunya masih banyak lagi model pertanyaan pertanyaan yang sama. Kadang saya juga heran, hobby banget mereka ngurusin kehidupan orang lain. Mungkin niatnya mau mengingatkan, tapi cara mengingatkannya itu yang menurut saya keliru besar. Kita memang wajib mengingatkan antar sesama manusia, namun yang perlu diketahui bahwa tidak semua kalimat yang diutarakan dengan tujuan mengingatkan itu baik dampaknya bagi yang diingatkan. Jadi sebelum mau mengingatkan seseorang, lebih baik di saring lagi kalimat mana yang pas dan tidak pas untuk di utarakan.

Punya niat untuk mengingatkan orang itu baik kok, asal jangan sampai niat baik itu ternodai karena orang yang kalian ingatkan justru terluka hatinya. Tidak semua hal baik menurut kita, baik juga menurut orang lain. Setiap orangpun memiliki prinsip yang berbeda, tanpa harus diingatkan dengan penekanan penekanan pertanyaan bertajuk KAPAN, tentunya seseorang itupun tahu mana goal yang harus dicapai dalam hidupnya. Punya Tuhan kan.? Percaya sama Tuhan kan.? Kalau punya dan percaya, maka tidak perlu kita usil dengan hidup seseorang dan melemparkan pertanyaan kurang bermutu. Alih alih mendoakan dengan kalimat memotivasi sekaligus, itu justru lebih berkelas daripada hanya sekedar pertanyaan KAPAN.!

Segala sesuatu yang terjadi di muka bumi sudah diatur sedemikian rupa oleh sebaik-baik pengatur. Tinggal kita menikmati proses untuk berikhtiar (berdoa dan berusaha) tanpa harus terlalu berpaku pada hasil. Kita pasrahkan hasilnya kepada sebaik-baik pengatur. Karna sebetulnya, PROSES itu yang menjadi parameter dalam hidup.! Dan kalem aja, kalian tidak perlu repot-repot menanyakan tentang hasil dari proses yang dilakukan seseorang melalui pertanyaan KAPAN KAPAN dan KAPAN.!
Kenapa Harus Ada KAPAN Diantara Kita?
Kalau saya pribadi, ketika mendapat lemparan pertanyaan bertajuk Kapan, saya hanya tersenyum sambil menjawab: "DOAIN SEGERA YAA.!" Baik banget kan saya jadi orang? Iyalah saya baik, Kalau saya jahat pasti sudah gantian tak lempar pertanyaan bertajuk Kapan juga, misalnya: "Kapan Sampean Mati?". Sama sama absurd nya bukan? Hahaha.

Plisss, Jangan Ada Kapan Diantara Kita!

Jumat, 03 Agustus 2018

Catatan Singkat Kisah Hidup Penulis (Blog Tri Wahyuni)

Secercah Sinar harapan Untuk Kesayangan (Dia Si Korban Brocken Home)
Masa kecil dan pra-remajanya
Keluarga ini merupakan salah satu potret keluarga sederhana dari sekian banyak keluarga yang ada di Indonesia. Keluarga kecil yang terdiri dari sepasang suami istri yang mempunyai 3 orang anak, 2 menantu, dan tiga cucu (1 laki-laki, 2 perempuan). Dan saya adalah anak ketiga perempuan satu-satunya dari 3 orang anak yang dilahirkan oleh sepasang suami istri tersebut.

Cerita ini saya awali dari kisah kedua sodara laki-laki saya. Kedua sodara laki-laki saya menikah bisa dibilang di usia yang begitu belia dan tanpa pemahaman atau bekal yang kuat untuk mengarungi bahtera rumah tangga. Kakak saya yang pertama, pendidikannya sekolah menengah pertama yang tidak sampai tamat, sedangkan kakak kedua saya pendidikannya mencapai sekolah menengah atas. Mungkin pendidikan juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi tata cara mereka dalam membangun keharmonisan rumah tangga.

Fokus yang akan saya ceritakan disini adalah kakak pertama saya dan kehidupannya. Kakak pertama saya menikah di usia sekitar 20 tahun, bisa dibilang usia yang sangat belum ideal bagi seorang pria untuk mengambil langkah menikah pada masa itu ataupun pada masa sekarang.  Jika dibandingkan dengan saya, di usia itu saya masih sibuk-sibuknya mengejar gelar Sarjana Pendidikan. Dan ternyata benar, tidak berlangsung lama, setelah kelahiran anak pertamanya, dia dan istrinya mulai merasakan ketidakcocokan. Istrinya pun memutuskan mengambil langkah untuk mengais rezeki di Negara orang, atau yang kita kenal dengan TKW. Tepat pada saat itu anaknya masih berusia 2 tahun. Selepas kepergian istrinya, kakak saya mengalami cobaan yang bertubi-tubi (kecelakaan lalulintas dan kecelakaan dalam bekerja), dari hal itu membuat saya serta kedua orangtua saya bertanggung jawab penuh mengasuh anaknya.
 Baca Juga : Menikah itu Didasari Rencana, Bukan Mendasari Bencana.
Selang beberapa tahun, hari demi hari, bulan demi bulan, istrinya tidak pernah memberi kabar sampai anaknya masuk ke Sekolah Dasar. Akhirnya, keputusan yang paling berat terjadi, kakak saya memutuskan bercerai dengan istrinya, dan meninggalkan anak yang masih usia dasar. Diusia sekecil itu yang dia tau hanyalah kebencian terhadap ibunya, kebencian yang tertanam hingga remaja, sekalipun saya dan kedua orang tua meyakinkan dia untuk tidak membenci ibunya. Yang anak sekecil itu tau hanyalah kenyataan yang terjadi, bahwa ibunya pergi, ibunya tidak menyayangi dia, pemikiran semacam itu dipegang dia dan melekat dalam dirinya.

Lalu ketika si anak menginjak kelas 4 SD, giliran kakak saya yang mengambil langkah untuk merantau di pulau seberang. Kira-kira pada saat itu saya baru saja lulus SMA, sejak saat itulah hak asuh keponakan beralih ke saya sepenuhnya. Mulai dari situ tekad yang ada di hati saya adalah bagaimana cara mendidik keponakan saya supaya menjadi laki-laki sukses! Hal itu juga yang membuat saya semangat untuk bekerja, semangat belajar, semangat mendidik, karena saya sadar keponakan saya menjadi tanggung jawab besar saya, Dunia Akhirat.

Disaat remaja seusia saya saat itu bergantung meminta uang dan menjadi penikmat harta dari keluarga mereka, bekerja untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri, disaat itulah saya dengan bangganya bisa membantu menanggung kebutuhan hidup keponakan saya 8 tahun terakhir ini. Bukan hanya penghasilan yang harus saya bagi dengan dia, sayapun harus membagi sebagian waktu saya, mencurahkan kasih sayang setulusnya, dan melakukan apapun untuk membuat dia bahagia. Begitu saya rasakan kerasnya hidup, menjadi seseorang yang bisa dibilang single fighter (pejuang tunggal yang berperan dengan berbagai profesi) demi kehidupan keponakan saya supaya tidak kekurangan satu apapun.
Secercah Sinar harapan Untuk Kesayangan (Dia Si Korban Brocken Home)
Bisa saja dibayangkan, bagaimana saya menjadi temannya dan terjun pada setiap dunia yang dia geluti supaya nakalnya tetap terkendali?
Bisa dibayangkan bagaimana saya menjadi ibu, menasehatinya saat saya harus berurusan dengan guru konseling dan walikelasnya?
Bisa dibayangkan bagaimana saya sebagai kakak dengan cekatan memilihkan baju, celana, gel rambut, minyak wangi, dan facial wash yang cocok untuk dia?
Bisa dibayangkan bagaimana saya menjadi ayah yang siap berdamai dan mendukung dari belakang saat dia memutuskan untuk mengikuti Pencak Silat pada organisasi tertentu?
Bisa dibayangkan bagaimana saya menjadi perawat, merawat luka saat dia jatuh dan dagunya harus dijahit, menyiapkan obat yang harus diminum ketika dia menderita demam/flu, menguatkan dia di dalam mobile ambulance saat dia mengalami kecelakaan, dan menungguinya sendirian semalam suntuk di Rumah Sakit?
Bisa dibayangkan bagaimana saya menjadi seorang tante dengan bakat koki saat harus menyiapkan makanan kesukaannya?
Saya merasa tidak ada yang tidak bisa saya lakukan untuk membahagiakannya?
Bahkan saya bekerja keras untuk saya sendiri dan untuk dia, demi terpenuhi semua kebutuhannya.

Mungkin seperti itulah yang orang tua saya dan orang tua kita semua rasakan untuk memberi yang terbaik kepada kita selaku buah hatinya.
Saya selalu bersikeras meminta dia untuk belajar mengaji, sholat, harus mendapat nilai yang bagus, berbicara sopan, berbuat baik kepada siapapun, tidak membenci orang (bahkan ibunya). Saya selalu cerewet membebani dia dengan banyak aturan. Menyuruh dia membantu apapun yang saya kerjakan, karena apa? Pada saatnya nanti dia akan tahu, mengapa saya sekeras ini dalam mendidik dan mengasuhnya.

Ketika dia juga membaca tulisan ini, saya ingin mengingatkan kepadanya bahwa:
Ada seorang wanita yang berjuang keras dibelakangmu dan selalu mendukungmu untuk menjadi laki-laki sukses, supaya tidak lagi tercipta bayangan masalalumu di masadepanmu.!
Saya tidak tahu sampai kapan saya akan selalu ada buat dia, tetapi satu hal yang pasti dia adalah keberuntungan saya selama ini, dia adalah salah satu motivasi saya untuk berkarya, untuk berkarir, terus dan terus, saya ingin menjadi saksi perjalanan dia menuju kesuksesannya. Sayapun berharap, dengan hidup yang penuh warna-warni seperti ini, menjadikan dia laki-laki yang mandiri, bertanggung jawab atas hidup yang dia emban, tangguh menghadapi kerasnya hidup, dan tetap menjadi baik seperti do’a yang selalu saya panjatkan kepada Sang Maha Penciptanya.

Kakak Selalu Menyayangi dan Mendoakanmu..

Buat anak-anak korban Brocken Home di luar sana: Jangan berkecil hati, sedih, dan putus asa, lalu menjerumuskan diri terjun bebas pada dunia kenakalan remaja. Hidupmu terlalu indah dan sempurna untuk kalian nodai dengan berbagai kegiatan negatif. Buka mata kalian, di luar sana ada banyak bahkan ribuan anak yang mempunyai nasib tragis lebih dari kalian. Ayo bangkit, tunjukkan kepada siapa saja yang membuat kalian sakit, bahwa balas dendam terbaik adalah menjadi sukses dengan mengasah bakat dan mengembangkan potensi diri terbaik yang kalian miliki.! Hal itu lebih elegan, daripada bangga dengan kenakalan yang merusak hidup kalian.!


Catatan Tambahan: 
Artikel ini saya tulis bukan bermaksud untuk mengumbar aib keluarga atau bahkan memamerkan perbuatan yang saya lakukan. Saya hanya menjalankan kewajiban saya untuk menyayangi keponakan saya dengan melakukan apa yang perlu saya lakukan.
Berkaitan dengan kisah yang seharusnya menjadi konsumsi pribadi tetapi justru saya tulis di blog saya, hal ini saya lakukan sebagai bahan pembelajaran kita semua. Mengingat perceraian di jaman sekarang bukanlah menjadi hal yang tabu lagi. 
Semoga dengan adanya kisah-kisah seperti ini, membuat kita benar-benar memilih pasangan yang tepat untuk menggenapkan separuh agama, satu untuk seumur hidup. Karena apabila kita salah memilih, bukan hanya kita saja yang rugi, tetapi anak kita yang dasarnya adalah para generasi penerus bangsa.
Terimakasih, mari berpikir bijak.!

Rabu, 01 Agustus 2018

Mengaji Bersama Menteri Agama, Sujiwo Tejo dan Gus Reza Di IAIN Tulungagung

Mengaji Bersama Menteri Agama, Sujiwo Tejo dan Gus Reza Di  IAIN Tulungagung
Sebelumnya saya ucapkan Selamat Memasuki Usia Kampus yang Ke-50 Tahun untuk Kampus Tercintaku IAIN Tulungagung. Setelah menyelesaikan studi selama 2 tahun dan memperoleh apa yang belum saya peroleh sebelumnya, menambah sebagian hal yang saya butuhkan dalam hidup ini, haru begitu menyeruak menemani kebahagiaan saya. Doa saya, semoga IAIN Tulungagung semakin berkembang dari masa ke masa, segera operasi kelamin menjadi UIN Tulungagung (menirukan bahasa salah satu dosen waktu saya kuliah) dan melahirkan mahasiswa yang berkualitas, berwawasan luas, berkarakter serta siap bersaing dalam arus globalisasi. Aamiin. Rasanya masih belum puas mengenyam pendidikan hanya 2 tahun di Kampus Peradaban tersebut, ada harapan terkecil dalam hati untuk bisa melanjutkan menimba ilmu lagi, supaya menjadi pembelajar, pengajar dan manusia yang lebih produktif. Aamiin.
Mengaji Bersama Menteri Agama, Sujiwo Tejo dan Gus Reza Di  IAIN Tulungagung
Sebagai perayaan Diesnatalis IAIN Tulungagung yang ke 50 Tahun, IAIN Tulungagung menyelenggarakan berbagai acara yang dikhususkan untuk mahasiswa mahasiswa kampus peradaban itu sendiri, hingga diperuntukkan bagi masyarakat umum seperti Bazar dan Pensi, serta Ngaji bareng Bapak Menteri agama, Sujiwo Tejo dan Gus Reza. Nah berhubung status saya di IAIN adalah mahasiswa abu - abu karna sedang otewe menjadi Alumni, saya juga berkontribusi menghadiri pengajian yang mana salah satu narasumbernya merupakan Tokoh Idola saya. Heuheuheu. Demi bisa mengaji bersama tokoh idola, dan tokoh-tokoh penting lainnya, saya rela pulang lebih dari tengah malam yang pada akhirnya disatroni emak saya. Semoga saya memang benar-benar ikhlas untuk mengaji bersama, sehingga kebarokahan tokoh-tokoh penting itu sampai kepada saya. Aamiin.

Urusan saya yang disatroni emak saya, hmmmm, sebenarnya itu bukan masalah yang besar. Hal itu wajar saja terjadi, mengingat saya adalah anak perempuan dengan beraninya nekat motoran pulang sendirian dari IAIN sampai rumah, yang padahal jarak tempuhnya memakan waktu sekitar 1jam. Yang terpenting saya selalu ingat pesan emak untuk selalu membaca ayat qursy ataupun surat pendek lainnya di sepanjang perjalanan, Yakin Alloh selalu melindungi saya. Jawaban itu langsung membuat emak saya nggak bisa marah lama-lama ke saya. Tenang mak, Insyalloh anakmu selalu bisa jaga diri, yang penting doain aja biar anakmu cepat dapat jodoh. Ehhh, maksudnya selamat dan dilindungi Alloh dimanapun anakmu berada. Aamiin.
Mengaji Bersama Menteri Agama, Sujiwo Tejo dan Gus Reza Di  IAIN Tulungagung
Oke. Kita langsung saja pada intinya. Kemarin itu saya sampai tempat acara di selenggarakan (di Lapangan Tengan Kampus IAIN) sekitar pukul 20.00. Ternyata Tokoh Idola dan Narasumber lainnya sudah standby ada di panggung meskipun acara belum di mulai. Ontime banget kan. Nihh bisa kita teladani, betapa ketepatan waktu itu sangat penting untuk diperhatikan demi menunjang kesuksesan. Eeeaakkk.

Saya rasa pengajian kali ini menjadi pengajian dengan jumlah audience terbanyak melihat keadaan lapangan tengah kampus peradaban itu penuh dengan manusia - manusia masa kini yang haus akan pengetahuan, dan banyak juga audience yang berdiri di depan-depan kelas, demi bisa mengikuti pengajian ini. Pemikiran saya akhirnya terbenarkan oleh kalimat sambutan dari Bapak Rektor yang mengatakan bahwa snack sejumlah 5000 buah telah habis dibagikan kepada para audience, yang padahal kala itu audience masih banyak yang berdatangan. Jadiii jangan tanya lagi bagaimana ramenya, tentu rame sekali.

Tema yang dibahas dalam pengajian malam itu adalah "Kita Ber-Indonesia, Kita Beragama". Sorry, kali inii saya nggak mau nambah-nambahin komentar gimana-gimana, selain ini bukan tulisan yang berbentuk review dari saya, ilmu sayapun juga belum sampai untuk memberikan komentar apa-apa. Alih-alih dari komentar saya bisa ngasih pencerahan, bisa jadi ocehan saya malah bikin banyak orang gagal paham. Jadi saya akan menulis apa yang saya dengar malam itu. Kalaupun tidak persis seperti apa yang dikatakan oleh narasumber, setidaknya masih masuk dalam intinya. Hal seperti ini sengaja saya tulis, supaya nanti bisa saya jadikan bahan bacaan di lain waktu. Keingat dhawuhnya dosen saya juga, "Sesuatu yang hanya didengarkan bisa saja terlupa, alangkah lebih baik ditulis menjadi catatan"

Salah satu kalimat yang saya garis bawahi dan sangat melekat di memori saya adalah ketika Mbah Tejo bilang bahwa ada hal yang menjadi keprihatinan besar di Indonesia, yaitu mayoritas masyarakat lebih menonjolkan aspek formal daripada akhlaknya. Hmmmm, seperti dicontohkan beliau ketika memasuki hari lebaran kemarin, banyak orangtua yang mengagung-agungkan anaknya dengan prestasi anak yang berjibun. Dan rupanya tidak terdengar pula orangtua menceritakan kegiatan anak yang berkaitan dengan akhlak anak tersebut. Pantas saja hal ini menjadi salah satu hal yang perlu di prihatinkan. Bagaimana seorang anak bisa berakhlak, jika akhlaknya saja sama sekali tidak disinggung oleh orangtuanya. Padahal akhlak merupakan kunci utama dalam menjalani kehidupan, baik Ber-Indonesia, maupun Beragama. Dengan menjadi manusia yang berakhlak, maka bangsa kita mampu menyikapi segala perbedaan yang ada dengan bijak.

Kemudian Bapak Menteri Agama menimpali ucapan Mbah Tejo mengenai perbedaan, menurut beliau jangankan dalam satu agama, antara agama yang satu dengan agama yang lain itu tidak ada perbedaan jika agama dilihat dari substansinya atau esensinya, yang lalu kemudian mewujud pada akhlak ataupun ihsan. Jadi sisi dalam dari semua agama hakekatnya itu sama, yaitu memanusiakan manusia. Tapi jika agama dilihat dari perspektif sisi luarnya, dilihat dari institusional, secara kelembagaan, secara formal, maka kita akan melihat keragaman yang luar biasa. Dan hal itulah yang disebut dengan area syariat. Jadi agama tidak hanya aspek substantif yang hakekatnya mewujud pada akhlak, tapi juga agama itu ada syariatnya. Oleh karenanya memang yang diperlukan adalah bagaimana kita bisa melihat dua perspektif tersebut secara proporsional, jangan dibalik-balik. Jadi kalau esensinya ya esensi, tapi kalau syariatnya ya memang harus saling menghormati, harus saling menghargai antara keberagaman yang tidak sama.

Dan terakhir adalah pendapat yang melekat di memori saya yang diutarakan oleh Gus Reza menjawab pertanyaan dari salah satu audience yaitu "Bagaimana Kita Mencintai Orang Lain dengan Cinta sesungguhnya?".  Kemudian Gus Reza memberikan jawaban kurang lebih seperti ini: "Cinta itu adalah sumber daripada iman. Semakin tinggi cinta kita, maka semakin tinggi iman yang kita dapatkan. Dengan ciri ciri Ketika kita melihat keindahan di orang lain, maka di dalam hati kita terdapat keindahan. Tetapi jika kita memandang semua orang jelek, maka sebenarnya di dalam hati kitapun terdapat kejelekan. Yang lebih konkret lagi seperti yang dihaturkan oleh Nabi Muhammad SAW yaitu "Kalian belum bisa dinamakan orang yang beriman, ketika engkau belum bisa mencintai orang lain, seperti halnya engkau mencintai dirimu sendiri. Engkau adalah orang yang beriman, ketika engkau mencintai orang lain seperti engkau mencintai dirimu sendiri".

Kira-kira seperti itulah sepintas garis besar yang saya tangkap dan melekat di memori saya dari acara Mengaji Bersama Menteri Agama, Sujiwo Tejo dan Gus Reza Di  IAIN Tulungagung. Heuheuheu. Maklum faktor U juga agak mempengaruhi daya ingat serta kelemotan system berpikir di otak saya. Jadi tidak semua hal bisa saya tampung secara langsung saat itu juga. Ada beberapa hal belum terserap yang tentunya harus belajar lebih banyak lagi, dan semoga di lain waktu bisa dipertemukan dengan orang - orang hebat seperti narasumber tersebut, sehingga bisa meniru jejak beliau - beliau dalam Ber-Indonesia dan Ber-Agama, lalu menjadi manusia yang bermanfaat untuk Nusa Bangsa. Aamiin.

Jumat, 27 Juli 2018

19 Aneka Resep Kudapan Dari Ubi Ungu

19 Aneka Resep Kudapan Dari Ubi Ungu
Holla bunda-bunda ketje diluar sana. Ada kabar gembira nih buat para bunda yang hobby cooking ataupun baking. Saya datang membawa pencerahan (ahayy) dengan menghadirkan aneka resep berbahan ubi ungu. Tau kan ubi ungu? Yaaa tau lahhh, secara makanan yang banyak menjadi kegemaran dan menemani waktu kita bersantai dengan disandingkan secangkir teh. Nahhhhhh, biar nggak bosen cuma makan ubi ungu kukus atau goreng ajee, saya punya inisiatif mengumpulkan beberapa resep yang saya dapat dari hasil stalking ketika nggak bisa tidur semalam. Hahahaaa. Ada gunanya juga nih nggak bisa tidur, bisa membawa inspirasi.

Hmmmm, namun jangan tanya "mimin sudah praktek apa belom?" .Yang pasti belomm dong, heheee. Ya kalii mau praktek, orang ini aja dapetnya baru semalam. Boro-boro mau praktek, selesai aku tulis lalu aku posting aja Alhamdullillahhh. Jadi, ini sengaja saya rangkum dan saya tulis di blog (tanpa menghilangkan akun sumber resep yang telah saya ambil ini), dengan tujuan agar saya sendiri juga mudah jika suatu waktu ingin membuat kudapan dari ubi ungu. Dengan aneka olahan yang bervariasi, tentunya nggak bakal bikin kita bosan dong, apalagi kalau kita punya anak kecil yang juga suka sama ubi ungu. Pasti senang dehh dibuatkan kudapan dari ubi ungu ini.

Yuk langsung simak, apa saja sih aneka resep kudapan dari ubi ungu yang sudah saya rangkum:

1). PUDING UNGU PELANGI
19 Aneka Resep Kudapan Dari Ubi Ungu
Bahan:
400 gram ubi ungu, kupas, potong-potong.
3 bks agar- agar merah
1 bks agar- agar putih
Gula secukupnya
Susu secukupnya

Cara :
*Rebus ubi dengan air secukupnya sampai empuk. Haluskan ubinya selagi panas, sisihkan airnya.
*Bagi ubi yg dihaluskan menjadi 6 bagian.
*Lapisan A: 3 bagian ubi dicampur dengan 100 ml susu dan air rebusan ubi, ukur sampai 600ml, tambahkan air bila kurang, tambahkan 1 bks agar-agar merah. Masak sambil diaduk- aduk (diatas api kecil), tambahkan gula secukupnya (sesuai selera), masak sampai mendidih. Tuang ke loyang.
*Lapisan B: 2 bagian ubi dicampur dengan susu sampai 650ml. Tambahkan 1 bks agar- agar merah dan gula secukupnya, masak mendidih sambil diaduk-aduk, segera tuang ke atas lapisan A
*Lapisan C: 1 bagian ubi dicampur dengan susu sampai 700ml, tambahkan 1 bks agar- agar merah dan gula secukupnya. Masak sambil diaduk sampai mendidih, tuang ke atas lapisan B.
*Lapisan D: Susu 700ml campur 1 bks agar-agar putih dan gula secukupnya, didihkan, tuang keatas lapisan C.

2). KLEPON UBI UNGU
19 Aneka Resep Kudapan Dari Ubi Ungu
Bahan:
200 gram tepung ketan
200 gram ubi unggu
1 sdt garam
100 ml air rebusan ubi unggu
Bahan Taburan
150 gram kelapa parut
1 lembar daun pandan
1/2 sdt garam
Bahan isi
150 gram gula merah
.
Cara:
*Siapkan semua bahan, rebus ubi unggu sampai empuk angkat lalu pisahkan ubi dengan air rebusan (jangan dibuang),gula merah sisir dan sisihkan.
*Hancur kan ubi unggu dengan garpu Lalu tambahkan tepung, garam dan air sisa rebusan tadi secara bertahap aduk sampai semua tercampur rata dan adonan sudah bisa di bentuk atau tidak lengket di tangan.
*Ambil adonan ketan lalu pipihkan di tangan + gula lalu bulatkan.
*Rebus air sampai mendidih,setelah mendidih masukkan klepon sampai mengapung siap di angkat.
*Sementara merebus klepon, di tempat lain kukus kelapa+ garam dan daun pandan kurleb 10 menit.
*Tiriskan,kemudian langsung di balurkan ke kelapa tadi.

3). DADAR GULUNG UBI UNGU
19 Aneka Resep Kudapan Dari Ubi Ungu
Bahan
200 gr tepung terigu
100 gr Ubi ungu (dikukus)
1 btr telur utuh ( kocok lepas )
1 sdm margarin/butter (cairkan)
500 ml/secukup nya susu cair
1/2 sdt vanila powder
1/2 sdt garam

Bahan Inti :
250 gr kelapa parut
150 gr Gula merah (iris iris)
Gula pasir (sesuai selera)
200 ml air
1 lembar daun pandan (simpulkan)

Cara membuat Isian Inti :
*Didihkan gula merah iris dgn air hingga larut, saring .
*Campur larutan gula merah, gula pasir, daun pandan, garam, kelapa parut, masak sambil di aduk sampai meresap dan sedikit kering, sisihkan .

Cara membuat kulit :
*Blender Ubi ungu dan susu cair hingga halus, campur dengan bahan yang lainnya lalu saring biar adonan nya halus , gak bergerindil.
*Panaskan teflon oleskan dengan sedikit margarin, ambil sesendok sayur adonan, tuangkan ke teflon, buat dadar tipis, masak hingga matang, angkat.
*Lakukan hingga adonan habis.
*Ambil kulit dan isi dengan sesendok isi inti, lipat kanan kiri, gulung
* Sajikan.

4). KUE TALAM UBI UNGU
19 Aneka Resep Kudapan Dari Ubi Ungu
Bahan A :
- 200 gr ubi ungu kukus, dihaluskan
- 70 gr tepung sagu
- 30 gr tepung beras
- 100 gr gula pasir
- 170 ml santan
- 1/2 sdt garam

Bahan B :
- 175 ml santan kental
- 30 gr tepung beras
- 15 gr tepung kanji / tapioka
- 3/4 sdt garam

Cara membuat : 
*Panaskan kukusan dengan api sedang.
Bahan A : Aduk semua bahan A hingga lembut, Saring.  Tuang ke cetakan kue mangkuk yang sudah dioles minyak sayur hingga 3/4 tinggi cetakan.  Kukus 10 menit.
Bahan B : Campur semua bahan, tuangkan ke atas lapisan bahan A hingga penuh. Kukus lagi 10 menit atau hingga matang.

5). CANDIL UBI UNGU
19 Aneka Resep Kudapan Dari Ubi Ungu
Bahan:
Ubi ungu 500 gr
Tepung sagu 200 gr
Sedikit air

Saus :
Larutan air sagu 150 gr
Air 2 liter
Gula pasir 250 gr
Pandan dan garam

Kuah santan:
Santan 500 ml
Pandan dan garam

Cara : Ubi dikukus sampe matang dan diancurkan campur dengan tepung sagu dan sedikit air..ulen sampe bisa dibulatkan..rebus dgn air yg mendidih.saring sisihkan

Cara buat santan: Campur semua bahan sampe mendidih dan mengental. Masukkan candil ubi tadi ke dalamnya. Siram saus santan diatasnya.

6). KUE CUCUR UBI UNGU
19 Aneka Resep Kudapan Dari Ubi Ungu
Bahan:
200 ml air
100 gr gula pasir
125 gr tepung beras
30 gr terigu
1/4 sdt garam
1 lembar pandan, simpulkan
1/2 sendok teh bubuk taro
.
Cara membuat:
1. Masak gula pasir, air dan pandan hingga mendidih. Buang daun pandan biarkan hingga hangat.
2. Campurkan tepung terigu, tepung beras, dan garam dalam wadah, tuang air gula. Beri bubuk taro. Aduk menggunakan whisk hingga tercampur rata.
3. Mikser dengan kecepatan rendah selama 5 menit, lalu istirahatkan adonan selama 1,5 jam.
4. Aduk sekali lagi menggunakan whisk sebentar.
5. Tuang satu sendok adonan kedalam minyak panas, goreng hingga keluar sarang/serat balik sebentar lalu angkat. Tiriskan.

7). JALA MANIS UBI UNGU
Bahan:
150 gr tepung terigu
2 butir telur, kocok lepas
260 ml santan (1 kara kecil + air )
1 sdm gula pasir
2 sdm minyak goreng
20 gr margarin, cairkan1/4 sdt garam
Pewarna ungu secukupnya
1/2 vanila bubuk

Bahan isi:
350 gr ubi ungu yang sudah di kukus dan di haluskan
125 gr gula pasir
20 gr margarin
Garam sedikit

Cara membuat isi:
Campur semua bahan, di masak hingga kalis

Cara Membuat Adonan Kulit:
*Campur tepung, gula, garam, aduk rata. Masukkan santan, bergantian dengan telur, minyak, aduk rata, terakhir masukkan margarin cair, beri pewarna ungu secukup nya, aduk hingga halus, lalu saring.
*Masukkan adonan ke dalam botol plastik yang tutup nya di buat lubang
*Panaskan teflon, olesi minyak sedikit. Tuangkan adonan membentuk jala, lakukan sampai habis. Ambil 1 lembar roti jala, beri isi, lipat dan gulung.
*Hias dengan keju parut dan potongan manisan cerry.

8). KUE KHOO UBI UNGU
19 Aneka Resep Kudapan Dari Ubi Ungu
Dough:
60gr ubi ungu
300gr tepung ketan putih
1 sdm gula pasir
100ml santan
50ml air
Pewarna ungu optional (saya skip).

Bahan isi:
Kacang merah
Santan
Daun pandan
Gula pasir
Minyak
(Saya kira kira aja ini ga pake takaran).

Cara:
1. Haluskan ubi, tambahkan tepung aduk rata lalu masukkan gula, santan dan air untuk cairan, tuang pelan pelan hingga adonan kalis dan bisa dipulung.
2. Beri isian lalu cetak.
3. Panaskan kukusan, kukus kue kurang lebih 10 menit. Oles minyak.
4. Sajikan.

9). BAKMI RASA-RASA (LABU KUNING, UBI UNGU, BAYAM, BUAH BIT)
19 Aneka Resep Kudapan Dari Ubi Ungu
Bahan Adonan Bakmi by @shirleyliem:
250 tepung protein garam
¼ sdt garam
95 ml ( 1 btr tlr + air )

Pewarna Alami:
Tambahkan bayam yang diblender, labu kuning yang sudah dikukus, buah bit yg diblender dan ubi ungu kukus yang dihaluskan. Jadi air yg digunakan diresep saya ganti dengan jus bayam dan jus buah bit. Sedangkan untukk labu dan ubi ungu, saya mencampurkan ke dalam tepung dan tetap menambahkan air hingga mencapai tekstur yang pas.

Bahan bumbu bakmi :
1 sdm myk wijen
3 sdm kecap asin
⅛ sdt garam

Cara:
Campur semua bahan adonan hingga rata.
Bagi menjadi 4 dan beri pewarna alami (pemberian air kondisional).
Gilas dengan rolling pin hingga adonan menjadi mulus dan licin sepanjang 25 cm dgn ketebelan +/- 0,2 cm.
Potong dengan pisau dengan lebar +/- 0,2 cm. (Bisa menggunakan alat pembuat mie ).
Sisihkan sebagian adonan utk krupuk.

10). CENIL UBI UNGU
19 Aneka Resep Kudapan Dari Ubi Ungu
Bahan : 
125 gr ubi ungu kukus yg sudah d haluskan
120 gr tepung tapioka/ kanji
130 ml air panas (bisa d tambah atau kurangi,sesuaikan dg kebutuhan adonan)
garam
Vanilli

Bahan Baluran : 
Kelapa setengah muda (bersihkan kulit arinya, parut, tambahkan garam sedikit kukus 15 menit, dinginkan)

Bahan kinca : 
Gula merah
Air
Daun pandan
Rebus bahan kinca jadi 1, saring.

Cara membuat : 
1. Campur semua bahan, tuang air panas sedikit sedikit sambil di uleni sampai adonan rata dan bisa dipulung - pulung.
2. Pilin adonan memanjang, masukkan di air yg sudah mendidih
3. Rebus sampai cenil mengapung
4. Tiriskan (saya pake serok)
5. Langsung balur dengan kelapa parut sampai rata
6. Tata dalam wadah siram dengan kinca gula merah
7. Siap dinikmati

11). KUE LUMPANG UBI UNGU
19 Aneka Resep Kudapan Dari Ubi Ungu
Bahan A:
70 gr Tepung beras
30 gr Tepung sagu/ kanji
85 gr ubi ungu kukus ( dihaluskan)
100 ml air matang

Bahan B:
250 ml air
80 gr gula pasir , klo mau manis lg bs tambahi.
3 helai daun pandan , simpulkan
( masak sampai gula larut dalam air dan dinginkan)

Taburan :
250 gr kelapa parut , pake putih nya aja ( Kukus dengann 1 helai daun pandan dan sedikit garam )

Cara Membuat Kue Lumpang Ubi Ungu :
- Campurkan bahan A dan B aduk rata, sampai licin kemudian saring. ( Adonan nya encer )
- Oles cetakan tipis saja dengann minyak sayur, *aku pake cetakan kue talam*
- Panaskan mangkok cetakan sebentar saja, kurleb 5 menitt, lalu tuang adonan 1/2 cetakan aja, jangan sampai penuh ya.
- Kukus kurleb 25 menit, dan tutup panci kukusan harus di bungkus dengan kain lap bersih.
- Tunggu dingin dan Keluarkan dengan menggunakam tusuk gigi.
- Tabur kelapa parut yg sudah di kukus dan Siap disantap.

12). BOLU KUKUS UBI UNGU
19 Aneka Resep Kudapan Dari Ubi Ungu
Bahan : 
100 gram ubi ungu kukus blender dengan 200 ml air
2 butir telur
1/2 sdm emulsifier
250 gram gula pasir
230 gram tepung terigu
25 gram susu bubuk
1/2 sdt vanilli
1/4 sdt pewarna ungu
1/4 sdt baking powder (tambahan saya)

Cara Membuat :
1. Kocok telur, gula pasir, emulsifier sampai kental berjejak, tambahkan vanili.
2. Tambahkan tepung terigu yang telah dicampur dengan susu bubuk dan baking powder, aduk hingga rata.
3. Tambahkan ubi ungu yang telah diblender, aduk rata.
4. Tuang dalam cetakan hingga penuh.
5. Kukus dalam kukusan yang sebelumnya telah dipanaskan dengan api besar, kukus selama 10 menit, angkat.

13). KUE APEM UBI UNGU
19 Aneka Resep Kudapan Dari Ubi Ungu
Bahan A/ biang :
1 sdm gulapasir larutkan dg 3 sdm air hangat
3 sdm terigu
2 sdt ragi

Bahan B:
180 gr terigu
1 sdt baking powder doubleaction

Bahan C:
240 gr ubi ungu kukus /rebus haluskan
150 gr gulapasir
1 btr telur
160 cc santan kental
*boleh menambahkan food colouring warna taro beberapa tetes

Langkah Membuat:
1. Campur semua bahan A aduk rata diamkan 10 menit
2. Campur Bahan C aduk rata dg whisker /baloon whisk
3. Campur Bahan B ayak
4. Campurkan bahan B dan C aduk rata dengan baloonwisk hingga rata
5. Tambahkan bahan A aduk hingga rata dan tidak menggerindil diamkan selama 1 jam.
6. aduk kembali hingga rata, tuang kedalam cetakan yg sdh dilapisi minyak, kukus kedalam kukusan yang sudah dipanaskan lebih dulu.
7. Kukus hingga 15 - 20menit, angkat keluarkan dari cetakan sajikan beserta kelapa parut kukus.

14). PROL UBI UNGU
19 Aneka Resep Kudapan Dari Ubi Ungu
Bahan-Bahan :
- 500 gr ubi ungu
- 10 sdm gula pasir
- 10 sdm tepung terigu sedang
- 2 butir telur
- 80 ml margarin (lelehkan)
- 200 ml santan
- 160 ml minyak goreng
- 1 sdt vanili

Toping : 
Boleh keju parut, kismis (inside outside boleh lho) dll, sesuai selera aja.

Caranya : 
1. Kukus ubi dan haluskan, beri air hangat secukupnya agar tidak menggumpal.
2. Mixer/blender ubi dan gula pasir sampai tercampur rata.
3. Kocok telur dengan santan, margarin yang sudah di cairkan, minyak goreng & vanili.
4. Setelah tercampur rata masukkan ubi dan aduk.
5. Selanjutnya masukkan terigu ke dalam adonan, dan aduk rata.
6. Siapkan loyang, oles margarin & taburi terigu.
7. Masukkan adonan ke dalam loyang, oven pada suhu 180° selama 40 - 45 menit, jangann lupa harus lulus tes tusuk yaa.

15). ES KRIM UBI UNGU
19 Aneka Resep Kudapan Dari Ubi Ungu
Bahan :
100 gram whip cream bubuk
200 ml air es
200 gr ubi ungu, kukus, haluskan
80 ml susu kental manis (2 sachet)

Cara membuat :
-Kocok whip cream dan air es sampai kaku.
-Tambahkan ubi ungu dan susu kental manis, kocok lagi hingga rata.
-Tuang ke wadah, simpan di dalam lemari es kurang lebih 2 jam.
-Es krim ubi ungu siap disajikan.

16). KUE KU UBI UNGU
Bahan :
100 gr ubi ungu kukus, haluskan
175 gr tepung ketan
2 sdm gula pasir
150 ml santan ( me 65 ml santan instan + air)
1/2 sdt garam
1/2 sdt vanili
2 tetes pewarna ungu ( me EverStyle

Filling :
100 gr kacang hijau tanpa kulit rendam selama 2 jam
50 gr gula pasir
100 ml santan kara
1/2 sdt garam
1/2 sdt vanili
Kukus kacang hijau sampai matang kemudian blender bersama santan dan gula pasir.
Tuang kedalam teflon, tambahkan garam dan vanili, masak sampai air santan mengering dan dapet dibentuk.
Biarkan hangat, timbang seberat 15 gr lalu bulatkan, siap digunakan.

Cara membuat :
-Dalam wadah masukkan tepung ketan, ubi ungu, gula pasir, garam dan vanili uleni sambil tuang santan sedikit demi sedikit tambahkan pewarna uleni sampai adonan bisa dipulung
-Timbang seberat 30 gram lalu bulatkan dan sisihkan
-Ambil 1 adonan kulit pipihkan lalu beri isian, bulatkan kembali
-Masukk kedalam cetakan mooncake, press 2x, keluarkan dari cetakan, alasi daun atau kertas roti.
-Kukus selama 10 - 15 menit ( buka tutupnya setelah 5 menit supaya bentuknya tetep cantik ).
-Angkat, dinginkan.
-Siap disajikan.

17). TARO MILK MANTOU
19 Aneka Resep Kudapan Dari Ubi Ungu
Bahan:
315 gram terigu protein rendah (saya Kunci Biru)
50 gram maizena
2 sdt ragi instan (saya pakai Fermipan)
1/2 sdt baking powder
85 gram gula pasir
25 gram susu bubuk
175 ml air es
30 gram mentega putih
1 sdt garam
1/2 sdt pasta taro (saya pakai Toffieco)

Cara Membuat :
-Campur tepung terigu, maizena, ragi instan, baking powder, gula pasir, dan susu bubuk. Masukkan air es. Uleni sampai kalis.
-Tambahkan mentega putih dan garam. Uleni sampai elastis.
- Bagi 2 adonan, tambahkan pasta taro pada salah satu adonan, uleni kembali sampai pasta taro tercampur rata. Masing-masing adonan diamkan 30 menit.
-Giling adonan tipis memanjang setebal 0,5 cm (saya 1cm), tumpuk kedua adonan dengan posisi adonan ungu berada di bagian luar. Gulung, lalu potong 15 bagian
-Tata berdiri di atas kertas minyak. Diamkan 45 menit sampai mengembang.
-Panaskan kukusan, kukus mantau dengan api sedang selama 10 menit sampai matang.

18). KUE MOHO UBI UNGU
19 Aneka Resep Kudapan Dari Ubi Ungu
Bahan :
125 gr ubi ungu
250 gr terigu segi3
200 gr gula pasir
Sedikit garam
250 ml santan kental
100 ml air putih
2 bh kuning telur (kocok lepas)
1 sdm ragi instant

Cara Membuat :
1. Kukus ubi sampai matang, haluskan (aku blender dicampur santan + air)
2. Campur semua bahan jadi 1, mixer hingga halus (kurleb 10 menit)
3. Tutup dengan plastic wrap. Setelah 1 jam aduk sebentar, kemudian fermentasi lagi 2 jam
4. Tuang ke cetakan tapi adonan jangan diaduk lagi. Ambil dari bagian teratas
5. Kukus dengan api besar selama 15-20 menit.

19). CHIFFON CAKE UBI UNGU
19 Aneka Resep Kudapan Dari Ubi Ungu
Bahan A :
6 kuning telur ukuran sedang
50 ml susu cair
50 gr santan kental
55 gr minyak sayur
120 gr tepung terigu
20 gr susu bubuk
1/2 sdt baking powder
1-2 sdt pasta/bubuk taro

Bahan B :
6 putih telur
1/4 sdt garam
165 gr gula pasir butiran halus

Cara Membuat :
-Campur semua bahan A jadi satu aduk menggunakan whisk sampai benar2 tercampur rata, sisihkan
-Mixer bahan B, masukan gula pasir perlahan lahan dalam 3 sesi, mixer dari kecepatan kecil ke sedang, jangan langsung speed besar, kocok sampai konsisten soft peak, jangan over mix ya nanti susah nyampur dengan bahan A nya dan bikin adonan rentan cair
-Campur adonan B ke A perlahan-lahan dalam 3 sesi, aduk balik menggunakan spatula, jangan terlalu lama mengaduknya nanti adonan mencair
-Masukan ke loyang chiffon uk 22 cm tanpa di oles apapun, hentakan 3x di atas meja untuk menghilangkan bubbles nya dan panggang
-Gunakan suhu oven 175°C api atas bawah langsung 10 -15 menit atau sampai permukaan berkulit, keluarkan loyang dan belah untuk membuat motif terbelah, panggang lagi suhu 150°C selama 55-60 menit
-Kalau tanpa goresan atau polos cukup panggang dengan suhu stabil oven 150°C-155°C api atas bawah sampai matang, sesuaikan dengan suhu oven masing2, lakukan test tusuk.
-Setelah matang langsung balik di atas botol dan dinginkan sampai benar2 dingin
-Saya menggunakan loyang chiffon diameter atas 22, diameter bawah 17 dan tinggi 10cm
-Oven saya menggunakan Galaxy Signora
-Selamat mencoba.
.
.
.
Sementara sampai 19 point aja cukup kali yaa ngumpulinnya aneka resep kudapan dari ubi ungu ini. Lain waktu kalau ada kesempatan dan ada resep- resep baru dari ibu ibu ketje pastinya akan saya tambahin lagi. Bukan hanya cocok dilidah dan bermanfaat menjadi teman santai aja, sudah tidak menjadi rahasia umum kalau ubi ungu memiliki khasiat yang sangat berguna untuk kesehatan. Jadi tunggu apalagi bisa makan kudapan sekaligus ngasih asupan zat penting yang diperlukan oleh tubuh.!

Selasa, 24 Juli 2018

Cerita Cinta Sederhana Di Bulan Juni

Tulisan ini memang sengaja aku samarkan. Jika kau memiliki kadar kepekaan yang tinggi, tanpa aku sisipkan namapun tentunya kau tau ini perjalanan cerita cinta siapa. Maaf juga cerita cinta ini aku titipkan untuk ditulis lalu dipublikasikan oleh adminnya. Karna aku tau bahwa cinta yang pernah ada antara kita juga berupa titipan, untuk itulah hanya bersifat sementara.

Karna terlalu sederhana caraku mencintaimu, sampai aku tidak tau bagaimana lagi cara mengejarmu yang tidak memperjuangkanku. Memintamu meyakinkan aku yang tiba-tiba mati rasa karena ceritamu, ahhhh aku tidak seberani itu. Cukup melihatmu dari kejauhan untuk memastikan seberapa besar sebenarnya keseriusan yang kau utarakan. Aku memang sengaja membiarkan cerita cinta sederhana kita nangkring di deretan Blog Tri Wahyuni ini sebab aku geram, betapa menyebalkan antara "kantuk dan ingatan" yang hidup berlawanan selama 576 jam di setiap malamku, sekalipun sudah kumatikan lampu kamar, nyala rinduku malah semakin terang. Menyebalkan sekali bukan.?

Suatu hari kita bertemu di persimpangan jalan perumahan elit di kota kelahiranku, kota kelahiranmu. Pertemuan yang sudah berulang kali kita rencanakan setelah 2 tahun lebih masa pertemanan kita. Pertemuan yang terjadi karena adanya hasrat untuk menjalin keseriusan. Kita terlibat percakapan panjang lebar, sambil bercanda-bercanda, padahal sebelumnya aku tidak membayangkan bisa bertemu denganmu lama-lama. Lalu, selang beberapa menit aku memaksamu untuk segera pulang, dan kau antar aku ke rumah kakakku. Rasanya masih membekas wangi parfum pakaian yang kau kenakan kala itu. Serta tatapan mata dan senyummu yang menenangkan, membuat terlalu sayang untuk dilupakan.

Tiga puluh menit setelah pertemuan berlalu, kita kembali asyik meneruskan percakapan di Whatsap. Kau tanyakan kepadaku "Bagaimana penilaianmu tentang aku?". Aku berpikir keras untuk menjawab pertanyaanmu, agak terdiam lama, dan bingung mau mulai menjawab darimana. Orang yang bisa melihat tentunya memberikan nilai 90 untuk tampilan fisikmu, 85 untuk caramu memperlakukan perempuan, dan 90 juga ketika berkomunikasi. Haruskah kuantitas menjadi faktor penting untuk memulai hubungan? Aku tidak peduli akan hal itu. Sama sekali tidak peduli dengan nilai kuantitas tentangmu. Aku mencintaimu karena aku benar-benar mencintaimu.
Cerita Cinta Sederhana Di Bulan Juni
Sempat juga aku katakan kepadamu, janji hati untuk membuatmu yakin akan keseriusanku: "Ketika aku sudah memutuskan untuk memilihmu, maka aku akan mencintaimu dan setia kepadamu. Hal itu berlaku juga kepada keluargamu. Aku akan mencintai ibumu dan sodara-sodaramu." Dimana yang aku tahu berdasarkan ceritamu bahwa orangtua yang kau punya tinggal Ibumu saja, dan sejak aku putuskan menjalin keseriusan denganmu, aku bertekad juga untuk mencintai serta menjaga beliau (wanita yang melahirkan dan mengasuhmu). Suatu hal yang tidak pernah aku janjikan kepada seseorang sebelumnya.

Aku membenci waktu yang berjalan begitu cepat. Atau memang Tuhan yang tidak membiarkanku terjebak lama-lama oleh cinta yang kurang tepat? Lambat laun, hubungan yang berlandaskan komitmen keseriusan itupun semakin dekat. Karena semakin dekat, maka aku beranikan diri untuk mengetahui tentang dirimu yang tertutup. Dengan rasa penasaran yang menggebu-gebu, persis seperti seseorang yang sedang melakukan interview dan aku sebagai eksekutor-nya, tugasmu hanya menjawab apa yang aku tanyakan. Aku memang sadar, rasa penasaran atau rasa ingin tahu itu bukanlah sesuatu yang baik, tapi aku bukan type perempuan yang hanya "ngiyain" aja tanpa mengetahui apa yang ingin aku tahu. Akupun paham betul sedikit banyak dari konsekuensi rasa ingin tahu, entah jawabanmu yang akan menyakitiku, ataupun sikapku nanti yang akan berubah padamu, atau bisa jadi penilaianku tentangmu yang menurun drastis.

Kau bilang: "Aku sempat menjalin hubungan keseriusan seperti kita ini dengan perempuan lain sebelumnya selama 8 bulan. Dan kami berpisah bulan januari kemarin." Kalimat yang berhasil meremas hatiku dengan kekuatan maksimal, dan konyolnya aku masih bisa meneruskan semua pertanyaanku. Aku ingin semua ini dibahas tuntas, sudah terlanjur jatuh di air, berenang sekalian siapa tau bisa segera menepi. Sambil menahan dadaku yang terasa nyeri, tangan yang berkeringat dingin dan tubuh yang rasanya melayang layang, aku masih tidak percaya dengan semua pengakuanmu kala itu.

Aku jawab: "Lalu aku? Maksudku bagaimana dengan becandaan kita yang terkesan keterlaluan waktu itu.?" (Inti pertanyaanku begitu). Sambil dengan gemetar jariku mulai menghitung waktu, 8 bulan aku hitung mundur dari bulan Januari, dan jatuh di bulan Juni. Masyaalloh, semakin aku tekan rasa nyeri yang begitu menyeruak di dadaku. Bukankah di bulan-bulan pertengahan dan akhir tahun 2017 kau gencar memberikan gombalan receh kepadaku? Padahal aku sama sekali tidak mengetahui kala itu kau sudah berpendamping. Ya Tuhan, tanganku benar-benar gemetar, bahkan kala itu juga kau mengklaim bahwa dirimu sendiri tidak berpendamping. Sama artinya kau tutup mata akan kehadiran pendampingmu.

Kau bilang: "Hubunganku sedang tidak stabil saat itu dan aku mengagumimu.!" Hello, kau buat seolah-olah aku sebagai temanmu perempuan yang bisa seenaknya kau datangi ketika hubunganmu sedang tidak stabil. Begitu maksudmu? Tidakkah kau memikirkan perasaanku dan dampak jangka panjang kedepannya dari kelakuanmu ini? Sumpah demi apapun, pengakuanmu masih benar-benar membuatku tidak percaya hingga detik ini, kenapa bisa? Kenapa tidak kau katakan saja kala itu kalau kau sudah berpendamping. Tidak, aku tidak berpikiran sempit. Aku hanya menuntut kejujuran dan keterbukaanmu saja.

Kau tanya: "Kamu nggak mau memberiku kesempatan? Aku akan berubah lebih baik lagi.!" Rasanya hatiku ingin berteriak melontarkan kalimat Aku ingin kamu, aku cinta kamu, dan aku mau memberimu kesempatan. Tapi, aku mencoba untuk berpikir logis. Aku terbelenggu dengan ketakutan akan masalalumu, bagaimana nanti jika kau memperlakukan aku seperti kau perlakukan mantanmu? Ketika hubunganmu sedang tidak stabil, kau cari teman perempuan lain dan bercanda yang keterlaluan, lalu kau menutup mata akan hadirnya diriku. Aku takut, aku benar-benar takut. Aku tidak siap patah berlebihan sekali lagi, setelah aku berhasil bangkit dari kepatahanku selama ini.

Hari ini, aku nekat mengirimkan cerita cinta sederhana kita untuk admin Blog Tri Wahyuni karena tiba-tiba aku teringat tentangmu. Aku masih saja suka baper hanya karna mengingat apa yang kau katakan. Seperti pagi tadi ketika ibuku bilang: "Enak kalau hidup di desa, pengen sayuran bisa metik di pekarangan." Entah kenapa jiwa melankolis mengajakku mengingat pertemuan denganmu di persimpangan jalan perumahan elit itu. Dan yang dikatakan ibuku itu persis dengan yang kau katakan bukan? Kau sudah lupa? Iyalah lupa. Ngga ada alasan buatmu untuk mengingat aku. Haha. Aku ingin menertawai diriku sendiri.
Cerita Cinta Sederhana Di Bulan Juni
Pernah juga aku baper hanya gegara seseorang yang memposting gambar di story tentang laporan baca dan last seen yang di off-kan (Gambar diatas). Mendadak aku ingat percakapan kita.
Katamu: "Kenapa kalau aku chat laporan bacanya nggak berwarna biru?"
Jawabku: "Yaaa memang aku matikan laporan bacanya."
Katamu: "Buat apa?"
Jawabku: "Nggak buat apa-apa sih. Pengen tak hidupkan?"
Katamu: "Iyaa, hidupkan."
Dan Parahnya, si keras kepala ini dengan nurutnya langsung menghidupkan laporan baca sekaligus last send di aplikasi whatsapku. Aku lakukan itu semata-mata karena aku ingin menunjukkan bahwa aku menghargaimu sebagai pendampingku. Seperti yang aku bilang kepadamu. Ahhhh sudahlah. Rasanya aku ingin berlari jauh dan meninggalkan kota kelahiranku ini supaya tidak lagi teringat apa-apa yang menyisakan kesakitanku.

Sekali lagi tentangmu, dulu pernah kau pinta kepadaku untuk menuliskan cerita cinta sederhana kita ketika kau mengetahui bahwa aku suka membaca dan menulis. Lalu aku hanya mengiyakan saja, tanpa mengatakan sesuatu kepadamu, padahal mayoritas narasi yang sering aku kirimkan di media massa online selalu berlatar kesedihan karna perpisahan. Dan permintaanmupun hari ini terjadi, tulisan tentang cerita perpisahan kita berderet cantik di dalam Blog Pribadi. Yang kalau boleh aku jujur, imaginasiku saat itu ingin menuliskan cerita cinta untuk kisah kita yang panjang. Tapi aku tak apa.!

Kita memang tidak sejiwa sayang. Meskipun sering kali di sujud istikharahku aku paksa Tuhan dengan rintihan tangis yang melarakan hati, untuk menjodohkan aku denganmu. Namun rupanya Tuhan jengah dengan pintaku saja. Aku sendiri lupa, jika Doa tanpa Usaha itu bagaikan sesuatu yang kosong, lalu disini sama sekali tidak terlihat usahaku pun usahamu untuk bersatu.
Sudah, kini aku tahu jawabannya.!
Terimakasih untuk Cerita Cinta Sederhana Di Bulan Juni.


Jumat, 20 Juli 2018

Balada Kisah Cinta Mas Purnomo Dan Mbak Novita

Balada Kisah Cinta Mas Purnomo Dan Mbak Novita
Mas Purnomo, Piye kabare? Kewarasannya masih tetap terjaga kan? Saya bikin tulisan ini sebagai bentuk selebrasi atas Kisah Cinta sampean sama Mbak Novita yang menjadi trending topik akhir-akhir ini (Bukan selebrasi atas langkah tepat Mbak Novita yang cantiknya kebangetan memilih terbebas dari sampean lo). Awalnya saya ragu untuk ikut-ikuttan merespon Kisah Cinta sampean yang berujung kandasnya hubungan karena tidak direstui oleh orang tua Mbak Novita. Pasalnya, kisah cinta saya sendiri juga sedang semrawut, nggak jelas arah-kiblatnya. Berbeda dengan Mas Pur yang cintanya tidak direstui orangtua Mbak Novita, jangankan sampai tahap ke pengenalan orangtua, diawal hubungan yang seumur jagung saja saya sudah menelan pil kekecewaan. Lhoo kan, jadi saya yang curhat ke Mas Pur. Bukan curhat sih mas, tapi hanya sedikit berbagi kisah, bahwa Mas Pur tidak sendiri dalam menghadapi patah hati kok. #KamiBersamaMasPur.

Berawal dari ringkasan video yang diposting seseorang di whatsap story saya, menayangkan scene mengenaskan dimana sampean memberikan salam perpisahan kepada Mbak Novita, membuat diri saya terpacu semangat untuk men-stalking sampean secara intens mas. Saya penasaran, bagaimana dan kenapa kok adegan perpisahan sampean sama Mbak Novita berhasil membawa penonton larut dalam suasana kesedihan dengan hati potek-sepotek-poteknya. Kayaknya lebih sakit dari apa yang saya alami kemarin nih, sampai adegan sampean yang begitu menjiwai ketika melepas Mbak Novita bikin emak-emak mewek lihat muka melasnya sampean.

Setelah saya telusuri per-episode, rupa-rupanya Mbak Novita sudah lebih dulu memutuskan sampean disaat sampean ingin mengutarakan wujud keseriusan hubungan sampean dengan Mbak Novita. Apalagi yang lebih bikin miris hati saya, kala itu sampean sudah membawa cincin lamaran, tentunya dari hasil jerih payah ngojek sampean. Duh mas, rasanya hati saya seperti diikat tali kemudian dipelintir kuat-kuat. Saya pura-pura paham atas apa yang sampean rasakan mas. Pantas saja tak tanggung-tanggung hal itu membuat sampean pingsan dadakan. Rasanya saya pengen nabok Mbak Novita saat itu. Tapi mau gimana lagi, inilah bentuk kerealistisan hidup, kisah cinta seorang anak yang dicampuri oleh tangan orangtua.

Sekilas sempat terfikir di benak saya untuk menyalahkan Mbak Novita, "Kenapa Mbaknya nggak mencoba bertahan dan membangun semua dari Nol bersama sampean mas, kemudian meyakinkan kedua orangtuanya.!" Tetapi disisi lain pemikiran logis sayapun melawan. Semua orangtua tentunya ingin yang terbaik untuk anaknya, termasuk orangtua Mbak Novita yang status ekonominya jauh lebih tinggi daripada sampean. Maaf, bukannya saya mau bikin tambah ajur muwur hatinya Mas Pur. Tapi aksi perjodohan yang dilakukan orangtua Mbak Novita merupakan tindakan nyata idealisme orangtua jaman sekarang yang nggak pengen melihat anak-nya kekurangan di masadepan. Sekali lagi maaf, bukannya saya memandang sebelah mata pekerjaan Mas Pur yang berprofesi di bidang transportasi. Nggak ada yang salah dengan pekerjaan Mas Pur kok, pekerjaan sampean halal.

Jadi, ketika saya melihat video dimana dengan Gagahnya Mas Pur menghadang mobil Mbak Novita, lalu mengucapkan salam perpisahan panjang menggunakan kalimat tulus yang berhasil mengaduk-aduk emosi Mbak Novita bahkan sukses bikin haru biru penontonnya, saya ingin mengapresiasi langkah luar biasa Mas Pur. Tapi apa benar ikhlas yang Mas Pur maksud adalah ikhlas yang benar-benar ikhlas dari hati? Mengingat saya saja dengan hubungan yang seumur jagung perlu waktu lama untuk mengikhlaskannya. Hahahaa, Kita satu sama kan mas.? Saya khawatir kalimat mengikhlaskan yang membius jutaan netizen dari bibir Mas Pur hanya sebagai kalimat pemanis akibat cinta yang tidak bisa memiliki. Dan sepertinya memang nggak ada lagi kata lain yang pantas diucapkan selain mengikhlaskan sih. Hehehe. Sampean suka bener kalau ngomong.!

Dibalik kalimat-kalimat sampean yang bikin terenyuh itu, ada beberapa kalimat Mbak Novita yang sangat menyita perhatian saya ketika pertemuan terakhir dengan sampean, sayangnya kalimat sakti itupun luput dari perhatian para netizen, karena mereka sudah terhipnotis oleh Adegan Sakitnya Cinta Tak Harus Memiliki sampean. Padahal saya rasa, kalimat itu lebih mewakili perasaan kita-kita sebagai perempuan apabila memiliki status yang hanya diajak pacaran oleh pria macam sampean mas. Pria yang dianggap menjadi wakil kaum-kaum maskulinitas dan dielu-elukan oleh para netizen terutama kaum cowok yang merasa terdzolimi oleh ketidakadilan karna REALISTISNYA HIDUP.
"Mas Pur, Mas Pur harus rajin ngojeknya. Jangan ngabisin duit terus, duitnya ditabung buat nikah, ya mas? Jadi kalau dapet perempuan yang lain, jangan kelamaan. Mas Pur langsung nikahin aja, jangan kehilangan lagi mas."  
Kira kira seperti diatas kalimat yang diucapkan oleh Mbak Novita ketika pertemuan terakhir sama Mas Pur. Hmmmmm, mau diapain lagi lah mas, semua sudah terjadii. Meskipun pada akhirnya entah sampean meresapi kalimat yang diucapkan Mbak Novita itu, lalu intropeksi diri kemudian berbenah, atau malah mendalami keterpurukan sampean, merasa hidup dalam lingkar ketidakadilan karna terdzolimi oleh kenyataan hidup yang memang perlu juga sedikit didasarkan pada materi.

Jadi sekarang bagaimana? Sudah benar-benar ikhlas bukan? Jangan sampai tampang humoris Mas Pur ternodai oleh sesak cinta yang kenyataannya memang nggak bisa dimiliki.! Semangat Mas Pur.!